Perkembangan Bayi Baru Lahir. Sudah Bisa Apa Ya Dia?

Perkembangan Bayi Baru Lahir. Sudah Bisa Apa Ya Dia?

Hal yang kecil seperti bayi menjadi tenang karena mengetahui ibunya ada di dekatnya atau kaget saat mendengar suara yang keras adalah bentuk dari perkembangan bayi.

Perkembangan atau milestone bayi ini menjadi dasar bagi dokter untuk menilai perkembangan bayi baru lahir. Apakah perkembangannya normal sesuai harapan atau tidak. Batas normal perkembangan bayi baru lahir tiap bayi berbeda dan memiliki batasan. Ada bayi yang bisa melakukan sesuatu lebih cepat tapi ada pula yang lebih lambat.

Perkembangan bayi baru lahir 0-1 Bulan.

Pada bayi yang lahir prematur, perkembangannya akan lebih lambat daripada bayi lahir cukup bulan. Untuk mengetahui perkembangan bayi Anda, lebih jelasnya bisa berkonsultasi dengan dokter.

Berikut ini perkembangan bayi baru lahir, apa saja yang bisa dilakukannya:

Kemampuan bahasa dan berkomunikasi bayi baru lahir.

  • Menolehkan kepalanya ke arah suara orang tuanya atau suara lainnya.
  • Menangis untuk mengekspresikan keinginannya seperti lapar, popoknya basah, ingin tidur atau ingin digendong.
  • Berhenti menangis ketika keinginannya terpenuhi, misalnya saat digendong, disusui, diapernya diganti, dll.

Perkembangan fisik dan gerakan bayi baru lahir.

  • Bergerak sebagai respon terhadap suara dan penglihatan.
  • Refleks rooting, menoleh ke payudara atau botol susu dan mengisap ketika puting payudara diletakkan di mulutnya.
  • Refleks moro, saat dikagetkan dia akan membuka lengan dan kakinya kemudian melipatnya kembali.
  • Refleks tonic neck, saat kepala diarahkan ke satu sisi maka lengannya akan diluruskan di sisi tersebut sedangkan lengan lainnya dilipat.
  • Refleks grasp, bayi akan memegang jari kita apabila jari diletakkan di telapak tangannya. Sepanjang waktu bayi biasanya mengepal tangannya dengan erat.

Perkembangan sosial dan emosional bayi baru lahir.

  • Menjadi tenang dengan suara dan sentuhan orang tuanya.
  • Terjaga dalam waktu tertentu.

Kemampuan berpikir dan belajar.

  • Menatap ke wajah kita saat terjaga dan diam.
  • Mampu mengikuti gerakan wajah kita.

Bayi di bulan-bulan pertama akan mendapati wajah ibunya adalah objek yang paling menarik. Dia juga akan tertarik pada benda atau warna yang kontras seperti warna hitam dan putih, termasuk warna merah, biru, oranye dan kuning.

Dia juga menyukai mainan yang berbentuk dan berpola seperti boneka, bentuk lingkaran/terputar.

Melihat bayi yang masih kecil, yang lemah, Moms mungkin bertanya-tanya apa lagi yang bisa ia lakukan. Di tulisan sebelumnya kami sudah menguraikan beberapa fakta unik tentang bayi. Selain itu, ada Moms yang mungkin penasaran.

Apakah bayi sudah mengenali ibunya sejak lahir?

Ya, bahkan sejak masih di dalam kandungan kira-kira kehamilan 28 minggu (7 bulan), bayi sudah dapat mengenali suara ibunya. Diketahui dari penelitian bahwa di 10 minggu terakhir masa kehamilan, bayi sudah secara aktif mendengar suara ibunya. Oleh karena itu, sejak lahir bayi sudah bisa mengenali ibunya berdasarkan suaranya.

Menggunakan inderanya untuk mengenali sekelilingnya, bayi menggunakan penciuman, pendengaran dan penglihatannya (yang masih terbatas) untuk mengenali sesuatu.

Bayi bisa mengenali wajah ibunya dalam waktu 1 minggu pasca melahirkan. Mungkin saking seringnya menghabiskan waktu bersama ibunya, saat digendong, menyusu, popoknya diganti, ia menjadi lebih familiar dengan wajah ibunya.

Bayi juga bisa mengenali ibunya dari baunya. Bahkan berdasarkan penelitian, bayi sangat menyukai bau ibunya. Ia, di usia 3 hari bisa membedakan bau ASI dari ibunya dengan ASI dari ibu lain.

Jadi, Moms tak perlu khawatir, takut buah hati tidak akan mengenali kita karena sejak lahir sepertinya semua orang ingin terlibat untuk merawatnya. Ketahuilah, bayi bisa mengenali ibunya dan bisa membedakan mana ibunya mana nenek atau tantenya.

Bagaimana cara membantu perkembangan bayi usia 0-1 bulan?

Untuk membantu perkembangan bayi baru lahir ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan antara lain:

  • Kontak mata. Moms dapat menatap buah hatinya jika ia melihat Moms. Ini adalah salah satu cara membangun hubungan emosional ibu dan bayi, bonding dengan buah hati. Saat ia menolehkan pandangan, artinya ia sudah bosan dan ingin istirahat.
  • Senyum ke bayi. Ini baik untuk membangun kepercayaan kepada bayi, membangun kedekatan. Membuatnya merasa aman, terlindungi dan bahagia.
  • Bermain dan meluangkan waktu bersamanya. Ini akan membantu perkembangan otaknya. Membaca buku bersamanya, berbicara atau bernyanyi untuknya akan membantu stimuli perkembangan bayi. Membantunya mengenal bunyi dan kata, mendorong perkembangan bahasa dan keterampilan komunikasinya kelak.
  • Pijat bayi. Lakukan pijat bayi setelah ia mandi. Pijat akan membantunya rileks dan merasa nyaman, lebih dekat dengan Moms.
  • Lakukan tummy time. Tummy time dapat dimulai secepatnya setelah bayi pulang ke rumah. Ini baik untuk membantu menguatkan otot kepala, leher dan bagian atas bayi, mempersiapkan bayi sebelum bisa merangkak dan berjalan. Lakukan secara rutin setiap hati, mulai dengan 1 sampai 2 menit, tingkatkan frekuensi dan durasinya sesuai dengan kemampuan/usia bayi.

Awasi bayi saat tummy time dan selalu tempatkan bayi berbaring pada posisi punggung (terlentang) sebelum ia bisa membolak-balik sendiri badannya dengan baik.

Bagaimana mengetahui apabila perkembangan bayi baru lahir mengalami gangguan?

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda. Meskipun demikian, apabila Anda menemukan hal berikut ini pada bayi, sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda:

  • Tidak mengisap dengan baik meskipun posisi payudara/puting sudah benar.
  • Memiliki satu lengan atau kaki yang lebih lemah dari lengan atau kaki lainnya.
  • Bayi sangat gampang marah dan sulit ditenangkan.
  • Bayi terlihat sangat kelelahan atau tidur sangat lama dibandingkan dengan waktu tidur bayi seumurannya, yakni lebih dari 16 jam.
  • Bayi tidak berespon dengan cahaya yang silau/terang dan tidak bergerak sesuai objek di depannya, misalnya tidak mengikuti wajah ibu dengan matanya.
  • Tidak bereaksi dengan suara keras misalnya tidak kaget saat ada suara guntur atau tidak menoleh saat mendengar suara.

Nah, itulah beberapa perkembangan pada bayi baru lahir. Hal kecil tapi penting untuk perkembangan bayi selanjutnya.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.