Persalinan Anak Kedua Biasanya Lebih Cepat, Benarkah?

Persalinan Anak Kedua Biasanya Lebih Cepat, Benarkah?

Ibu mungkin pernah mendengar kalau melahirkan anak kedua dan seterusnya biasanya persalinannya akan lebih mudah dan lebih cepat.

Kita ingin tahu apakah hal ini benar atau tidak sehingga kita bisa mempersiapkan diri lebih baik sebelum melahirkan serta bisa mengatur waktu sehingga tidak perlu terburu-buru ke rumah sakit saat waktunya melahirkan tiba.

Perbedaan persalinan kedua dan seterusnya dengan persalinan pertama.

Cepat atau tidaknya persalinan, mudah atau tidaknya persalinan, persalinan kedua atau persalinan berikutnya tidak menjamin persalinan tersebut akan lebih cepat dan lebih lancar dari persalinan pertama atau persalinan sebelumnya.

Perbedaan persalinan kedua dan seterusnya dengan persalinan pertama.

Adapun tanda-tanda persalinan anak kedua (persalinan berikutnya) dan perbedaanya dengan persalinan pertama (persalinan sebelumnya) antara lain:

1. Umumnya bayi kedua lahir sedikit lebih cepat daripada anak pertama.

Ya, umumnya anak kedua dan seterusnya biasanya akan lahir lebih cepat daripada anak pertama. Tapi semua proses melahirkan tetap harus kita jalani dan sama tahapannya, tidak ada perbedaan.

Saat melahirkan anak kedua dan seterusnya, tubuh kita sudah lebih terbiasa dan sudah beradaptasi dibandingkan dengan melahirkan untuk pertama kalinya. Otot dan jaringan tubuh kini lebih longar dan lebih bisa menyesuaikan di persalinan berikutnya.

Hal ini memungkinkan bayi lebih mudah dan lebih cepat melewati jalan lahir saat persalinan.

Ada ibu yang melahirkan untuk pertama kalinya, sejak masuk rumah sakit sampai bayinya lahir menghabiskan waktu 7 jam tapi di kehamilan keduanya, tidak sampai 3 jam, bayi sudah lahir.

Prediksi kelahiran anak kedua.

Setiap kehamilan berbeda, begitu pula persalinan. Antara persalinan satu dengan persalinan lainnya bisa berbeda pengalaman atau kondisi yang dialami.

Memprediksi kelahiran anak kedua atau persalinan berikutnya sama halnya dengan persalinan pertama, perkiraan lahir (due date) yang didasarkan pada HPHT (hari pertama haid terakhir) hanya dijadikan patokan untuk memperkirakan tanggal persalinan. Tidak ada yang tahu tanggal pasti ibu akan melahirkan kapan.

2. Interval antar kontraksi yang lebih dekat akan lebih cepat terjadi pada persalinan kedua.

Pada persalinan kedua dan seterusnya terjadinya kontraksi yang semakin sering dan rapat akan lebih cepat terjadi. Hal ini memberi sinyal ke kita untuk lebih cepat ke rumah sakit apabila sudah mengalami kontraksi yang teratur menjelang persalinan.

Bandingkan dengan persalinan pertama dimana kita mungkin diminta tidak perlu buru-buru ke rumah sakit meskipun sudah mengalami kontraksi yang terjadi setiap 5-10 menit.

BACA JUGA: Perkiraan Melahirkan Sudah Lewat, Tanda Melahirkan Belum Muncul. Harus Bagaimana Ya?

Persalinan anak kedua dan seterusnya saat mengalami hal ini kita seharusnya sudah berangkat ke rumah sakit apalagi kalau tempat tinggal kita agak jauh dari rumah sakit.

3. Segalanya menjadi lebih cepat.

Persalinan kedua segalanya akan lebih cepat terjadi, masa pembukaan serviks (mulut rahim) bisa lebih cepat terjadi, penipisan serviks bisa lebih cepat terjadi, fase pengeluaran bayi juga lebih cepat, dll.

Tahap-tahap persalinan normal
Tahap-tahap persalinan dan pembukaan serviks (dilatasi mulut rahim) dari pembukaan 0 cm sampai pembukaan lengkap 10 cm. Gambar dari pinterest.com.

Seperti yang kita tahu tahap atau fase persalinan itu ada 4, biasa kita kenal dengan istilah “kala persalinan”:

Kala 1 atau fase pembukaan: yaitu masa pembukaan bibir rahim dari pembukaan 0 sampai lengkap. Biasanya memakan waktu 8-12 jam. Saat ini mom dilarang untuk mengejan.

Kala 2 atau fase pengeluaran: yakni saat pembukaan serviks (mulut rahim) sudah lengkap (pembukaan 10 cm) sampai keluarnya bayi. Saat ini ibu akan diminta untuk mengejan (berkuat). Ini biasanya berlangsung 1 sampai 2 jam.

Kala 3 atau pengeluaran plasenta (ari-ari). Ini adalah masa saat lahirnya bayi sampai keluarnya plasenta. Fase ini diupayakan terjadi secepatnya untuk mengurangi komplikasi. Biasanya berlangsung selama 30 menit.

Kala 4 yakni masa setelah keluarnya plasenta sampai 2 jam pasca persalinan (postpartum).

Nah, pada persalinan kedua dan seterusnya setiap fase ini biasanya berlangsung lebih cepat.

4. Ibu kini lebih tahu apa yang harus dilakukan (lebih berpengalaman), tahu apa yang diharapkan.

Ya, saat persalinan pertama kita mungkin tidak tahu caranya mengejan yang benar, tidak tahu cara mengatur napas sehingga tidak kelelahan. Pada persalinan kedua kita mungkin lebih sadar dan bisa lebih santai sehingga otot-otot menjadi lebih rileks dan mendukung lahirnya bayi lebih cepat.

Persalinan pertama kita mungkin belum tahu seperti apa rasanya nyeri saat melahirkan, di persalinan berikutnya kita menjadi lebih tahu apa yang akan kita alami, bagaimana meresponnya sehingga bisa mengurangi nyeri yang timbul.

5. Tanda-tanda akan melahirkan bisa sangat berbeda.

Tanda-tanda akan segera melahirkan yang dialami ibu antara persalinan anak pertama dan anak kedua bisa sangat berbeda.

Ada ibu yang tahu akan melahirkan setelah selaput ketubannya pecah di saat persalinan keduanya pecah ketuban baru terjadi beberapa menit sebelum bayi lahir.

BACA JUGA: Tanda-tanda Dan Gejala Yang Ibu Rasakan Saat Akan Melahirkan

Persalinan pertama atau persalinan sebelumnya tidak memberikan kita gambaran bagaimana kita akan menjalani persalinan kedua atau persalinan berikutnya.

6. Hal yang membantu kita di persalinan pertama bisa saja tidak berguna di persalinan berikutnya.

Antar persalinan pada ibu yang sama bisa sangat berbeda. Pada persalinan pertama misalnya, pijatan pada daerah punggung oleh suami bisa membuat kita lebih tenang dan rileks tapi pada persalinan kedua itu sama sekali tidak membantu.

Pada persalinan kedua, memegang tangan bidan dan pijatan pada kaki lah yang mungkin membuat ibu merasa lebih nyaman.

7. Nyeri pasca persalinan kedua bisa dirasakan lebih sakit daripada persalinan pertama.

Ada ibu yang setelah melahirkan anak pertama, satu atau dua hari pasca melahirkan nyeri yang dirasakan sudah hilang. Tapi untuk persalinan yang kedua, nyeri ini bisa dirasakan lebih kuat dan lebih lama.

Pada kehamilan kedua dan seterusnya, uterus akan lebih meregang (melebar) dibandingkan kehamilan pertama sehingga pasca melahirkan, rahim akan lebih sulit untuk kembali ke ukuran sebelumnya dan ini menimbulkan nyeri yang lebih hebat.

8. Pemulihan setelah persalinan kedua bisa lebih lama.

Seperti halnya nyeri pasca persalinan yang bisa dirasakan lebih sakit, pemulihan setelah melahirkan anak kedua dan seterusnya bisa membutuhkan waktu yang lebih lama.

BACA JUGA: Nyeri Atau Kram Setelah Melahirkan, Haruskah Kita Khawatir?

Semakin sering ibu melahirkan kondisi rahim atau kandungan tentu berbeda saat ibu pertama kali melahirkan. Rahim membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuknya semula sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

9. Reaksi dan pengalaman yang berbeda setelah persalinan.

Setelah persalinan pertama kita dan suami mungkin akan khawatir melihat keadaan kita yang agak lemas, gemetaran dan penuh darah tapi di persalinan kedua, ini kita anggap biasa saja, kita dan suami kini lebih tenang dan rileks.

10. Jadi lebih siap dan lebih terbiasa dengan suasana rumah sakit.

Karena sudah pernah mengalaminya mom akan lebih siap menghadapi segalanya, perlengkapan bayi, perlengkapan ibu dan ayah yang dibawa ke rumah sakit kini lebih siap untuk persalinan kedua ini.

Melalui proses di rumah sakit yang mungkin terlalu birokrasi moms kini lebih tahu harus melakukan apa dulu, daftarnya di mana, mencari ruang perawatan di mana, bayarnya di mana, kalau mau sholat di mana, dll. Lebih nyaman dan terbiasa dengan suasana rumah sakit atau mungkin sudah kenal dengan perawat dan dokter di rumah sakit tersebut.

11. Seisi rumah menyambut buah hati kedua mungkin tidak se-excited dengan yang pertama.

Adanya buah hati baru di rumah tentu membuat semua orang bahagia, neneknya, mertua, om dan tantenya entah itu cucu pertama, kedua atau ketiga. Tapi kehadiran buah hati pertama mungkin akan menjadi pengalaman berkesan bagi semua anggota keluarga.

Nah, itulah hal yang perlu kita ketahui tentang kenapa persalinan anak kedua bisa lebih cepat dari persalinan anak pertama serta perbedaan antara persalinan pertama dan persalinan kedua (anak ketiga dst.).

Bagaimana dengan pengalaman Moms saat melahirkan, apakah juga mengalami hal seperti yang di atas?


Moms punya pertanyaan? Silahkan tinggalkan di kolom komentar. Share tulisan ini agar lebih banyak Moms yang tahu.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

tinggalkan komentar