Mempersiapkan Diri, Fisik Maupun Mental Menghadapi Persalinan

Mempersiapkan Diri, Fisik Maupun Mental Menghadapi Persalinan

Tuhan menciptakan tubuh wanita untuk siap mengatasi beban kehamilan dan melahirkan. Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan tersebut dengan melakukan hal-hal yang akan membuat kita lebih nyaman dan lebih siap, baik secara mental maupun fisik.

Untuk ibu yang pertama kali melahirkan, ini adalah pengalaman yang baru dan biasanya belum mengetahui persiapan yang perlu dilakukan.

Pada ibu yang pernah melahirkan, akan berusaha melakukan hal-hal yang tidak  dilakukan sebelumnya (di kehamilan sebelumnya) yang bisa membantunya, agar persalinan berikutnya lebih baik, lebih lancar dan menyenangkan.

Berikut ini adalah tips cara bagaimana mempersiapkan diri baik fisik maupun mental menghadapi persalinan, baik persalinan dengan caesar (operasi) atau melahirkan normal:

Banyak bertanya, ingin selalu tahu atau kepo.

Atau bahasa kerennya.. riset.

Ya, kita dituntut untuk mengetahui banyak hal. Dengan semakin tahu, kita akan semakin tenang dan tidak terlalu khawatir. Mengetahui apa yang akan terjadi, apa yang akan kita alami, apa yang akan dilakukan bidan atau dokter saat membantu persalinan, berapa lama harus menunggu sampai diminta mengejan dan lain-lain akan membantu kita mengetahui gambaran apa yang akan kita hadapi.

Mengetahui cerita dari teman atau keluarga bagaimana pengalaman ia waktu melahirkan, kesulitan dia saat melahirkan, bagaimana ia waktu menjalani operasi cesar dan lain-lain akan sangat bermanfaat bagi kita.

BACA JUGA: Operasi Caesar Itu Seperti Apa?

Banyak hal yang tidak benar, cerita bohong, berlebihan atau menyesatkan yang beredar di masyarakat, internet atau tv yang bisa membuat kita semakin cemas atau takut menghadapi persalinan. Fokuslah pada cerita yang memberi semangat, bernilai positif dan memotivasi kita.

Hindari cerita horor atau negatif yang berkaitan dengan persalinan. Bacalah buku yang bermanfaat berkaitan dengan kehamilan dan bayi dan jadikan dokter sebagai teman Bunda untuk bertanya dan berkonsultasi. Bertanyalah tanpa ragu atau takut.

Jangan malu untuk bertanya atau menyampaikan keluhan, hanya karena takut pertanyaannya dianggap lucu atau risih untuk menanyakannya.

Pilih dokter dengan baik.

Dengan memilih dokter yang cakap dan baik sejak awal, kita tidak perlu keliling tempat praktek dokter atau rumah sakit hanya karena tidak puas dengan dokter sebelumnya.

Pilihlah dokter yang dapat membuat kita merasa nyaman dan dengan sabar melayani semua pertanyaan dan keluhan berkaitan dengan kehamilan dan melahirkan.

Setiap orang memiliki preferensi atau kesukaan/ketidaksukaan, ada yang cocok dengan dokter A tapi belum tentu kita akan cocok. Begitupun sebaliknya, kita yang cocok dengan dokter B belum tentu orang lain juga akan cocok.

Berlatih pernapasan yang benar.

Hal ini sudah pernah kami jelaskan di blog ini. Teknik pernapasan yang benar akan membantu kita menjalani persalinan lebih lancar. Dengan pernapasan yang benar, persalinan akan dilalui lebih lancar/cepat, mengurangi kelelahan saat mengejan dan membuat ibu melahirkan merasakan nyerinya lebih kurang. Selain itu, baik untuk janin di dalam rahim.

Jangan hanya membaca dari buku atau menonton videonya, tapi berlatihlah langsung sejak sekarang bagaimana cara bernapas yang benar saat melahirkan.

Berlatih yoga.

Yoga yang khusus diperuntukkan untuk ibu hamil adalah latihan atau olahraga yang melibatkan gerakan yang akan membantu memperkuat otot-otot yang bekerja saat proses melahirkan.

Latihan ini melibatkan gerakan seperti squat (jongkok), latihan kegel dan meregangkan panggul (pelvis) yang semuanya adalah bagian tubuh yang terlibat saat melahirkan. Dengan mengetahui otot-otot dan bagian tubuh yang dipakai saat mengejan/melahirkan, kita akan dengan mudah merasakannya dan tahu menggunakannya untuk membantu mendorong bayi keluar secara efisien.

Dokter atau bidan yang menolong persalinan juga akan lebih mudah menuntun kita saat melahirkan.

Bentuk ‘tim pendukung’ (pembantu persalinan).

Saat melahirkan dan beberapa hari/minggu pasca melahirkan, kita akan disibukkan dengan banyak hal. Kalau kita tidak sempat menyelesaikan semua tugas rumah tak ada salahnya meminta bantuan keluarga atau kerabat. Dalam keadaan seperti ini akan banyak yang senang dan bersedia membantu kita.

Hubungi keluarga atau teman yang tidak sibuk, tanyakan kesediaannya untuk membantu. ‘Wakilkan’ tugas untuk membersihkan rumah kalau kita tidak sempat membersihkan sebelumnya, tugaskan siapa yang akan menjemput kita dan buah hati dari rumah sakit apabila kita tidak memiliki kendaraan, minta teman membelikan popok kalau ternyata kita lupa membeli popok buat bayi, panggil keluarga lain ke rumah untuk membantu memasak untuk sementara, dan lain-lain.

BACA JUGA: Penyebab Melahirkan Sulit Atau Lama, Usia Dan Berat Badan Berpengaruh

Dengan me-manage semua ini, kita akan memiliki waktu istirahat yang cukup, bisa fokus untuk merawat bayi (terutama di hari-hari pertama) dan memberikan kita keleluasaan untuk pulih lebih cepat.

Aroma terapi untuk membuat kita rileks.

Mencium bau atau aroma yang berkaitan dengan memori yang berkaitan dengan pengalaman menyenangkan bisa membantu membuat kita rileks saat melahirkan. Aroma terapi bisa kita dapatkan dari wangi losion, lilin, spray dan bentuk aroma lainnya seperti wangi kelapa yang bisa mengigatkan kita dengan wangi losion santan dan pantai yang menyenangkan.

Bisa juga wangi bunga tertentu, wangi parfum suami atau wangi mirip kayu dimana kita dibesarkan saat kecil atau yang lainnya yang bisa membuat kita lebih tenang.

Aroma ini bisa mempengaruhi emosi dan mood (suasana hati) kita sehingga tidak ada salahnya kalau kita mempersiapkan suasana yang menyenangkan dan nyaman saat melahirkan.

Membuat jurnal.

Tidak umum dilakukan tapi bisa sangat bermanfaat pada keadaan tertentu. Dengan membuat jurnal atau menulis catatan perjalanan saat hamil, tentang bagaimana perasaan kita, peristiwa yang kita alami, apa yang kita pikirkan dan lainnya, saat kita mengalami perubahan sikap atau mental, saat merasa cemas berlebih (postpartum depression/anxiety) atau stres, kita bisa melihat ke belakang dan sadar akan hal yang kita alami.

Kita selanjutnya bisa berespon dengan lebih baik dan mencari bantuan untuk mengatasi hal tersebut.

(Tetap) menjaga makan dan minum yang cukup.

Mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan tidak ada yang lebih baik dibandingkan dengan menjaga makan yang bergizi serta cukup dan menjaga agar kebutuhan cairan tercukupi dengan rajin minum.

Tubuh akan memerlukan banyak energi saat kita melahirkan dan apabila kita menjalani operasi (seksio sesarea), kita kemungkinan akan diminta untuk berpuasa beberapa jam setelah operasi sehingga makanan yang masuk akan sangat berharga untuk menjaga stamina kita.

Selain makan minum yang dijaga, tetap konsumsi suplemen dan vitamin yang diberikan oleh dokter.

Mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa.

Sebagai manusia yang beriman, kita tentu sudah berusaha melakukan semua hal yang mampu kita lakukan untuk menjaga kehamilan tetap sehat dan bisa menjalani persalinan dengan lancar tapi kita juga bergantung kepada Yang Kuasa.

Perbanyak doa dan ibadah, minta yang terbaik untuk kita dan bayi, insya Allah ini akan membuat kita lebih tenang dan lebih siap menghadapi persalinan.

Percaya dokter dan bidan akan melakukan yang terbaik untuk kita.

Setelah mempersiapkan semuanya, yakin dan percayalah bahwa dokter dan bidan akan membantu sepenuhnya persalinan kita dan akan melakukan yang terbaik untuk keselamatan kita dan bayi.

Melahirkan adalah peristiwa yang umum dan terjadi hampir setiap hari di banyak rumah sakit/rumah bersalin. Seperti ibu-ibu lainnya yang melalui persalinannya dengan baik, yakinlah kita juga akan melalui itu dengan lancar.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.