Pola Makan Sehat Ibu Hamil. Diet Saat Hamil, Bolehkah?

Pola Makan Sehat Ibu Hamil. Diet Saat Hamil, Bolehkah?

Untuk membangun pola makan yang sehat saat hamil tidaklah sulit jika selama ini, sehari-hari Anda sudah menerapkannya. Ibu hamil tinggal menyesuaikan beberapa hal agar diet benar-benar dapat mendukung kehamilan yang sehat.

Ibu hamil membutuhkan zat gizi dalam jumlah yang lebih banyak. Ektra protein, kalori, vitamin-vitamin dan mineral seperti asam folat dan besi sangat penting untuk kesehatan ibu hamil dan kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Setelah membaca tulisan ini, Moms akan memiliki gambaran secara umum mengenai bagaimana diet yang baik selama hamil, mengetahui prinsip bagaimana memilih makanan yang baik yang tidak berbahaya untuk kehamilan dan janin, mana makanan yang boleh dan dilarang saat hamil.

Moms akan lebih percaya diri dan lebih tenang menjalani kehamilan.

Pola makan yang sehat selama hamil.

Diet yang baik dan sehat.

Pola makan yang sehat selama hamil.

Makan makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi adalah hal yang bisa dilakukan oleh ibu untuk menjamin kesehatan bayinya. Ibu saat hamil sudah bisa menunjukkan rasa sayangnya pada bayinya sebelum ia lahir dengan memberinya makan yang baik saja.

Selain makan makanan yang bernutrisi tinggi dan sehat hal lainnya yang tak kalah penting dalam diet ibu hamil adalah makan dalam jumlah atau porsi yang cukup, tidak berlebih.

Ibu hamil yang pada masa-masa awal kehamilan memiliki berat badan yang normal, pada trimester pertama kehamilan sudah tidak membutuhkan lagi kalori tambahan. Kalori tambahan sudah mulai diperlukan secara signifikan di trimester kedua yakni 300-340 kalori per hari. Pada trimester ketiga, kebutuhan tersebut meningkat menjadi 450-500 kalori per hari.

Ibu yang memulai hamil dengan kurus atau gemuk akan membutuhkan kalori yang berbeda.

Katakan tidak pada makanan yang tidak aman!

Makanan yang tidak aman ini terlarang untuk ibu hamil karena berbahaya bagi janin dan ibu hamil:

1. Seafood mentah atau tidak matang, contohnya sushi, kerang, ikan dll.

2. Susu dan keju yang tak dipasteurisasi. Baca label produk untuk mengetahui makanan yang Anda konsumsi.

3. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi, misalnya ikan hiu, mackerel, dll.

Makanan lainnya yang tidak dimasak benar seperti telur dan makanan lainnya yang berpotensi mengandung bakteri sebaiknya dihindari. Infeksi E. coli misalnya bisa menyebabkan keracunan, infeksi toksoplasma dapat menyebabkan keguguran dan infeksi listeria dapat menyebabkan bayi lahir cacat, bayi lahir prematur dan kematian janin dalam kandungan.

Konsumsi pepaya matang selama hamil sebaiknya dibatasi, konsumsi pepaya muda sebaiknya hindari secara total. Papain dalam getah pepaya, terutama pada pepaya muda, memiliki sifat seperti prostaglandin dan oksitosin yang dapat memicu terjadinya kontraksi rahim/uterus.

Kontraksi rahim di masa awal kehamilan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan keguguran sedangkan di masa kehamilan lanjut dapat menyebabkan kontraksi rahim dini yang dapat menyebabkan persalinan maju atau lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.

Jauhi minuman beralkohol dan rokok.

Efek negatifnya bervariasi dari cacat bayi, ketidakmampuan bayi untuk belajar dan masalah emosional. Begitupun rokok efek negatifnya hampir sama dengan alkohol.

Hindari kopi.

Kalau tidak bisa menghindari minum kopi, batasi konsumsinya maksimal 1-2 gelas atau 200 mg per hari. Meskipun belum bisa dipastikan, kopi dipercaya berhubungan dengan resiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, dll.

Karena minuman seperti minuman berkarbonasi/soda dan minuman energi baik yang sachet maupun kaleng mengandung kafein, jenis minuman ini juga wajib Anda batasi.

Vitamin dan suplemen selama hamil.

Ibu hamil memerlukan vitamin, kalsium, zat besi (Fe), zinc dan asam folat untuk membantu perkembangan tulang dan gigi janin, perkembangan saraf dan otak, pembentukan organ dll disaat yang sama ibu juga memerlukan itu agar fungsi tubuh dapat berjalan dengan baik.

Perlu diperhatikan, mengonsumsi vitamin baik, tapi jumlahnya harus sesuai dengan yang direkomendasikan, tidak boleh berlebih. Kelebihan asam folat dan vitamin B12 misalnya (berdasarkan penelitian) beresiko memicu terjadinya autisme pada anak.

Selain itu, hindari mengonsumsi makanan sumber vitamin A dari hewan seperti hati ayam atau hati sapi secara berlebihan. Kandungan vitamin A dari makanan tersebut sangat banyak sehingga berbahaya untuk kehamilan dan janin. Mendapatkan vitamin A dari buah-buahan dan sayuran akan lebih dianjurkan karena lebih aman.

Tak selamanya kebutuhan suplemen bisa dipenuhi semuanya dari makanan sehingga mengonsumsi suplemen hamil penting.

Diet saat hamil dapat berbahaya untuk bayi.

Nah, untuk menjawab pertanyaan Moms.

Bolehkah diet atau membatasi kalori selama hamil?

Cara menjaga berat badan saat hamil adalah dengan makan makanan yang sehat dan bernutrisi dengan kalori yang cukup, bukan dengan melakukan diet (membatasi kalori yang masuk) karena saat hamil, berat badan naik adalah hal yang wajar.

Kelebihan berat memang diperlukan untuk kelangsungan janin.

Diet saat hamil akan mengurangi kalori yang masuk. Nutrisi ini penting untuk perkembangan kehamilan dan memenuhi kebutuhan janin yang bertumbuh. Ibu yang kurus saat hamil beresiko mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur (melahirkan sebelum waktunya) dan bayi lahir kecil (berat badan lahir rendah/BBLR).

Yang harus dihindari saat hamil adalah kenaikan berat badan yang melebihi batas yang wajar yang biasanya diakibatkan oleh konsumsi jenis makanan yang salah (tinggi lemak misalnya) atau konsumsi makanan/minuman dengan kalori yang tinggi (gula misalnya).

Selama ibu menerapkan pola makan sehat, setelah melahirkan, ia akan mendapatkan kembali berat badannya secara bertahap seperti saat sebelum hamil.

Makan dalam jumlah kecil tapi sering.

Ibu hamil dituntut kreatif dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saat Anda merasa lapar makanlah tanpa terikat dengan jadwal makan yang kaku. Apabila Anda mual dengan makanan yang biasa ibu makan, cobalah biskuit atau roti agar Anda tetap mendapatkan asupan energi.

Gejala mual dan muntah di awal-awal kehamilan, nyeri ulu hati cobalah makan dalam porsi kecil, pilih makanan yang tidak merangsang lambung.

Pilihlah makanan ringan yang sehat dan siapkan di rumah sehingga bisa Anda konsumsi diantara waktu makan utama. Ini penting untuk menjaga nutrisi tetap terjaga, bukan untuk Anda tapi bagi bayi yang ada di rahim Anda.


Moms punya pertanyaan? Silahkan tinggalkan di kolom komentar. Share tulisan ini agar lebih banyak Moms yang tahu.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

tinggalkan komentar