Semua Tips Yang Ibu Butuhkan Agar Bayi Cerdas Dan Jenius

Semua Tips Yang Ibu Butuhkan Agar Bayi Cerdas Dan Jenius

Siapa sih yang tidak ingin memiliki bayi yang pintar dan cerdas. Jika Ayah dan Bunda ingin mengetahui cara praktis dan mudah menggali potensi kecerdasan bayi secara maksimal silahkan lanjutkan membaca artikel ini.

Tak memerlukan cara yang rumit dan kompleks untuk membesarkan bayi agar tumbuh cerdas. Ayah dan bunda cukup tahu caranya yang benar. Kasih sayang tulus dan aktif melibatkan diri dalam dunia si kecil adalah beberapa diantaranya.

Hal-hal sederhana yang mungkin selama ini kita anggap remeh dapat kita lakukan untuk merangsang kecerdasan bayi sejak dini.

Tips praktis dan beberapa ide menyenangkan dapat membantu membuat buah hati kita menjadi cerdas, jenius dan kreatif. Dengan mengetahui tips cara pengasuhan bayi yang benar dan menerapkannya dalam pengasuhan bayi setiap hari, ayah dan bunda bisa mewujudkan itu.

Agar bayi cerdas dan jenius berikan stimuli atau rangsangan yang tepat.

Bayi sehat dan bahagia adalah keinginan semua orang tua. Akan tetapi itu tidaklah cukup, kita menginginkan juga buah hati yang cerdas. Ada beberapa orang tua memainkan musik mozart di perutnya saat si kecil masih dikandung. Kamar bayi dihias dengan warna dan dekor yang menarik, sampai menghibur bayi dengan tayangan TV dengan tujuan memperkaya imajinasi bayi.

Otak bayi berkembang setelah melalui berbagai macam pengalaman, latihan dan stimuli (rangsangan). Kepekaan terhadap sentuhan, pandangan, suara dan bau juga akan membantu proses perkembangan ini.

Ada beberapa cara praktis dan sederhana yang bisa Ayah dan Bunda lakukan setiap hari dan membuat bayi belajar secara otomatis.

Tidak ada jaminan cara ini akan membuat bayi Ayah dan Bunda jenius secara instan, tapi sekecil apapun upaya kita untuk mendukung perkembangannya akan sangat penting.

Ayah dan Bunda dapat memberikan pengalaman sensori (rangsangan) yang berbeda di usia dini untuk membantunya mengenali dan membedakan sesuatu.

Berikut ini beberapa tips yang Ayah dan Bunda bisa ikuti untuk membantu perkembangan kecerdasan bayi:

1. Bermain yang menyenangkan.

Jika Ayah dan Bunda menginginkan si kecil belajar dengan antusias dan aktif terlibat, bantulah dia meningkatkan dopamin di otaknya dengan memberikan banyak waktu bermain di lantai dan tempat tidur dan memberikan komentar yang menyemangati.

Jika anak Ayah dan Bunda melompat-lompat di tempat tidur berikan komentar misalnya “wah, kamu lompatnya tinggi sekali, lihat betapa hebatnya kamu.” Apabila orang tua hanya diam atau malah melarang, tingkat dopaminnya akan dengan cepat menurun dan mungkin dia akan menyerah.

Diketahui juga bahwa, anak yang dapat menjaga tingkat dopaminnya ideal akan berkembang lebih kuat terhadap depresi di masa yang akan datang.

Tentu dalam menyemangati si kecil kita harus tetap memperhatikan keselamatannya, dukung dan semangati dia sambil tetap menjaganya jangan sampai terjatuh atau terluka.

2. Permainan fisik (tetap gentle/hati-hati ya Moms).

Ajaklah si kecil bermain dan bergerak mengeksplor sekelilingnya. Permainan fisik akan membantu fungsi kognitifnya. Dalam kamus, kognitif berarti tindakan atau proses mengetahui, mengerti atau berkaitan dengan proses mental yang berkaitan dengan persepsi, memori, penilaian dan logika.

Permainan fisik akan membantu perkembangan bagian depan otak yang berhubungan dengan konsentrasi dan perhatian. Juga membantu pertumbuhan baru di bagian otak yang disebut hipokampus yang merupakan sistem memori di otak.

Nah, bagaimana bermain dengan si kecil dengan cara ini? Ayah dan bunda bisa bermain dengan si kecil seperti model pesawat melayang di depan dan di atas kepala anda, permainan face-to-face seperti peekaboo (cilukba), hand game seperti patty cake, dll.

3. Eksplor (menjelajah) bersama-sama.

Jika memungkinkan pilihlah aktivitas dimana Ayah dan Bunda dan si kecil bisa bermain bersama-sama. Bukan dengan memberikannya mainan yang dia bermain sendiri. Direkomendasikan bermain dengan hal yang berkaitan dengan sensori misalnya mainan atau benda yang bisa menstimuli seperti permainan gelembung sabun.

Ayah dan Bunda, bayi belajar itu paling baik dengan interaksi langsung berdua. Saat dia memiliki mainan baru, biarkan dia mengeksplor dulu sendiri setelah itu Ayah dan Bunda bisa terlibat.

4. Membaca buku bersama.

Tahukah Ayah dan Bunda kalau membaca buku sejak dini, meskipun dia belum mengerti, akan membantunya menguasai berbagai keterampilan termasuk kosakata yang berkaitan dengan emosi (rasa) dan membangun empati (kepedulian).

Mengajarkan anak mengungkapkan perasaannya dan menunjukkan keinginannya akan membantu mengembangkan jalur pengatur stres di otak. Ini sangat penting untuk membantu menenangkan anak saat dia kesal.

Membaca bersama, seperti yang dijelaskan dr. Eiyta Ardinasari di bukunya Bayi 1 Tahun Pertama, sangat penting untuk mendekatkan hubungan orang tua dengan si kecil, membantu menurunkan kecemasan dan menenangkan si kecil.

Bagaimana cara Ayah dan Bunda menerapkan ini saat membaca buku bersamanya? Mudah saja, saat membaca bersama, tekankan perasaan karakter yang diceritakan, ini akan membantu si kecil melihat sesuatu berdasarkan perspektif orang lain. Apabila dalam cerita gambar tersebut seseorang atau karakter terlihat senang, tunjukkan itu dengan senyum ke bayi.

5. Hindari TV dan smartphone.

Anjuran dari persatuan dokter anak Amerika, bayi dan balita sebaiknya tidak menonton TV. Menghabiskan waktu di depan TV tidak akan membantu bayi merangsang otaknya.

Hal ini malah akan memperlambat keahlian kognitif bayi dan menghabiskan masa penting yang bisa Ayah dan Bunda gunakan untuk stimuli perkembangan kecerdasannya.

Jadi, daripada membiarkan bayi menonton TV gunakan waktu dia yang singkat itu semasa pertumbuhan dan perkembangannya untuk aktivitas fisik yang akan membuatnya bergerak kesana kemari dan membuatnya berpikir (aktif bukan pasif seperti saat menonton TV atau di smrtphone).

Permainan sederhana seperti melempar bola akan membantunya meningkatkan keahlian koordinasi yang pada saat bersamaan juga membuatnya senang (bermain).

6. Interaksi lebih sering dengan bayi Bunda.

Sudah disepakati oleh para ahli kalau interaksi yang terus menerus dapat meningkatkan perkembangan otak bayi. Dekat dengannya, bermain dan menunjukkan rasa sayang ke bayi akan merangsang otaknya.

Interaksi yang sering dan ikatan emosional yang erat akan membantu perkembangan keahlian berpikir bayi. Hal ini juga akan membuat bayi merasa lebih aman dan percaya diri.

7. Menyusui bayi hingga usia 2 tahun.

Sudah diketahui melalui penelitian bahwa bayi yang menyusui ASI memiliki tingkat IQ (intelegensia) paling kurang 5% lebih tinggi dari bayi yang tidak mendapat ASI.

Oleh karena itu, usahakan memberikan ASI mulai dia lahir sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah 6 bulan dokter akan menganjurkan MPASI selain tetap melanjutkan ASInya sampai usia 2 tahun.

8. Musik bisa meningkatkan kemampuan daya ingat, perhatian dan belajar bayi.

Dipercaya bahwa mendengarkan musik dapat meningkatkan perhatian dan daya ingat bayi. Mengenalkannya dengan alat/suara musik dapat membantu mengembangkan kemampuannya berpikir.

Ahli merekomendasikan mengenalkan bayi dengan piano atau suara instrumen musik lainnya.

9. Sedini mungkin mengenalkannya dengan buku.

Ya, tidak ada kata terlalu cepat untuk mengenalkan bayi bunda dengan keasikan membaca. Meskipun belum mengerti, bayi akan belajar dengan mendengar kata-kata baru, kosakata baru yang di kemudian hari akan membantunya berbicara.

Bunda bisa membacakannya cerita (bahkan bisa koran atau majalah) dengan suara yang cukup keras agar dia bisa mendengarnya. Tekankan kata atau kalimat tertentu untuk memperjelas dia mendengarnya.

Bunda bisa mengenalkannya dengan buku bayi yang biasanya tebal dan aman untuk bayi, memperlihatkannya gambar menarik seiring dengan bertambahnya usianya. Ini baik untuk mengembangkan kemampuan bahasanya sambil mengenalkannya dengan benda atau dunia luar.

10. Ciptakan tantangan untuk bayi.

Untuk merangsang motorik dan keterampilan fisiknya Ayah dan Bunda bisa menciptakan tantangan untuk dia. Gunakan benda seperti bola, balok dan sejenisnya yang bisa dia gunakan untuk melatihnya seperti mengatur balok, memindahkannya, dll.

Ajak dia jalan ke tempat bermain atau kebun dan kenalkan dengan sesuatu yang ada di sekitarnya seperti burung, anjing, kucing, tanaman, dll.

11. Bonding (ikatan) dengan bayi.

Aktivitas simpel tapi memberi pengaruh yang besar dalam perkembangan bayi. Kontak kulit (skin-to-skin contact) akan membantu bayi merasa aman, sama halnya seperti pijat bayi, berbicara ke bayi, bertatapan dengan bayi saat menyusui dan menggendong bayi.

Menurut ahli rasa aman ini akan membantu bayi belajar, membantu perkembangan fisik, psikis dan keterampilannya.

12. Banyak bercerita.

Ya Ayah dan Bunda, seringlah berbicaralah kepada bayi Anda. Ceritakan tentang aktivitas Anda, apa yang Anda lakukan, apa yang Anda rasakan. Menurut ahli, otak adalah organ yang mencari keteraturan. Semakin sering bayi mendengar pola atau kata/kalimat yang sama, itu akan semakin mempercepat dia belajar bahasa.

Jadi Ayah dan Bunda, cerewetlah di depan bayi anda.

Anak yang diceritakan lebih banyak oleh orang tuanya pada umur 3 tahun akan memiliki IQ yang 1.5 kali lebih tinggi daripada bayi yang tidak. Saat masuk sekolah dasar, mereka akan lebih mudah dan cepat membaca dan menulis.

Dengan menceritakan hari Anda, Anda tentu akan menggunakan beragam jenis kata dan kalimat yang akan menambah kosakatanya.

Tinggi nada suara ayah dan bunda juga penting. Para ahli menyebutnya dengan parentese. Ini merupakan cara cerdas untuk membantu bayi Ayah dan Bunda belajar bahasa.

13. Luangkan waktu bertatap muka dengan bayi.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi baru lahir mengenali wajah orang tua mereka pada usia 3-4 bulan dan berkembang setelah itu. Pada usia 5 bulan, mereka dapat mengenali wajah orang yang tidak dikenal dan pada usia 7-9 bulan mereka sudah bisa mengetahui wajah kucing atau anjing.

Bayi berkomunikasi dengan kita dengan emosi (rasa) dan salah satu kemampuan komunikasi non verbal yang dia tahu adalah ekspresi wajah.

14. Biarkan bayi bebas bergerak.

Umumnya bayi menghabiskan banyak waktunya di tempat tidur, ayunan, baby stroller, car seat atau tempat lainnya yang membatasi gerakannya.

Meskipun keamanan bayi Ayah dan Bunda adalah yang utama tapi ini tidak berarti kita membatasi geraknya sama sekali ya.

Ini penting karena bayi perlu memberikan respon secara bebas terhadap rangsangan yang ada di sekitarnya. Agar itu memungkinkan bayi perlu bergerak secara bebas dan melihat apa yang ada di depannya, di sampingnya dan belakangnya. Dia perlu mengikuti sinyal dari telinga, mata dan mengikuti sinyal yang menstimulinya tersebut.

Ini adalah fase pertama perkembangan sistem respon bayi yang terbentuk di masa-masa awal perkembangannya. Ini menjadi pondasi kuat untuk kemampuan bayi berikutnya terhadap konsentrasi dan fokus.

15. Menunjuk dengan tangan.

Penelitian membuktikan bahwa anak-anak akan belajar bahasa lebih cepat jika kita menunjuk objek yang diucapkan.

Pada awalnya, bayi hanya akan melihat ke kita saat menunjuk dan seiring dengan bertambah usianya, dia akan melihat ke arah yang kita tunjuk. Pada usia 9 bulan bayi akan mulai mengikuti apa yang kita tunjuk dan mulai sadar objek yang ditunjuk.

Sekitar usia 9-10 bulan tersebut bayi akan mulai membawa benda untuk ditunjukkan ke kita. Ini merupakan tanda bahwa bayi sedang mengembangkan kemampuannya untuk menghubungkan sesuatu di luar dunia dia dan Bunda.

Untuk merangsang perkembangan ini, cobalah Ayah dan Bunda sering menunjuk sesuatu dan menjelaskannya. Pada awalnya bayi mungkin tidak mengerti akan tetapi lama-kelamaan kemampuan memahaminya akan bertambah besar seiring dengan semakin kompleknya hal-hal yang dia ketahui.

Untuk melatih ini, Ayah dan Bunda bisa membawa si kecil ke kebun binatang, mall atau tempat lainnya dimana dia bisa melihat banyak hal baru. Ini sangat baik untuk perkembangan sosialnya, kognitif (kecerdasan) dan perkembangan bahasanya.

Ikut aktif merangsang dan bermain dengan bayi adalah cara terbaik untuk melatih kecerdasan dan keahlian bayi sejak dini. Aktifitas sederhana yang hanya butuh kemauan dan kesabaran kita.

Nah cukup sederhana dan mudah diterapkan kan untuk buah hati kita agar dia tumbuh cerdas?


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.