Tanda-tanda Dan Gejala Yang Dirasakan Saat Akan Melahirkan

Tanda-tanda Dan Gejala Yang Dirasakan Saat Akan Melahirkan

Tahap akhir dari kehamilan yang akan dilalui oleh ibu hamil adalah melahirkan bayi. Setiap ibu akan memiliki pengalaman melahirkan yang berbeda-beda. Bahkan pada ibu yang sama, persalinannya bisa berbeda antara satu kehamilan dengan kehamilan yang lain.

Karena itu, kita mungkin pernah mendengar pengalaman atau cerita seorang ibu bagaimana proses melahirkannya antara satu anak dengan anak yang lainnya berbeda.

Tubuh akan memberikan tanda/petunjuk kepada ibu hamil kalau akan melahirkan. Tanda dan gejala ini sebaiknya kita tahu sehingga kita bisa segera mempersiapkan diri dan segera ke rumah sakit apabila waktunya melahirkan sudah dekat atau tidak lama lagi.

Tanda-tanda seperti: kontraksi atau kram yang lebih kencang, lebih kuat dan lebih sering, sebelumnya didahului dengan keluarnya bloody show dan keluarnya cairan ketuban adalah tanda ibu akan segera melahirkan. Saat mengalami ini ibu sebaiknya segera ke rumah sakit.

Tanda melahirkan lainnya akan kami jelaskan secara berurutan di bawah ini.

Tanda-tanda akan melahirkan yang dialami Moms.

Dokter mungkin sudah menyampaikan ke ibu tanggal perkiraan/taksiran kapan akan melahirkan, meskipun persalinan biasanya terjadi sebelum atau setelah itu tapi itu bisa menjadi pegangan kita. Di usia kehamilan akhir, usia kehamilan lebih dari 39 minggu, kita sudah bisa mengira-ngira persalinan akan terjadi di sekitar tanggal tersebut.

Menjelang persalinan Moms mungkin akan merasa khawatir, cemas, merasakan adanya perubahan drastis pada tubuh.

Apa yang dirasakan ibu hamil saat akan melahirkan? Berikut ini adalah gejala atau tanda ibu akan melahirkan dalam waktu dekat:

Nesting instinct.

Ada yang mengatakan, kalau sudah mendekati waktunya melahirkan, beberapa hari, seminggu atau beberapa minggu sebelum melahirkan, ibu biasanya akan mengalami apa yang disebut dengan ‘nesting instinct’.

Nesting insting adalah keadaan yang membuat ibu merasa harus menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut datangnya bayi baru. Ibu pada usia kehamilan semaju ini, meskipun kelelahan, tapi tiba-tiba memiliki energi lebih untuk memasak, mencuci, membersihkan/mengatur rumah sebelum bayi lahir.

Tubuh kita sendiri akan memberikan petunjuk kalau kita tidak lama lagi mau melahirkan. Tanda dan gejala ini bisa kita rasakan satu minggu, beberapa hari atau beberapa minggu sebelum melahirkan.

Ibu yang melahirkan secara normal bisa merasakan beberapa atau semua tanda berikut ini. Kecuali Moms melahirkan dengan operasi caesar, kita mungkin tidak perlu melalui itu semua.

Meskipun demikian, ibu hamil yang dijadwalkan untuk menjalani operasi caesar, kontraksi bisa saja dirasakan sebelum jadwal dilakukannya operasi.

Ibu merasakan perubahan pada perut.

1. Kontraksi yang tidak teratur.

Menjelang perkiraan waktu melahirkan, kita mungkin akan mulai merasakan kontraksi yang tidak teratur. Kontraksi ini bukan kontraksi asli akan melahirkan, biasa kita sebut dengan kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi ini tidak seperti kontraksi asli, nyeri/mulesnya akan menghilang cepat setelah muncul. Kontraksi asli yang akan kita rasakan saat menjelang persalinan tidak akan sama rasanya dengan nyeri kontraksi sebelumnya yang pernah dirasakan.

Kontraksi Braxton Hicks dapat berubah menjadi kontraksi asli kapan saja sehingga kita harus bersiap ke rumah sakit kapan saja di akhir-akhir kehamilan.

Bisa saja kita salah mengira sudah akan melahirkan lalu ke rumah sakit, tetapi setelah diperiksa ternyata kita belum memasuki masa aktif persalinan dan diminta pulang ke rumah. Tidak apa-apa, itu hal yang sering terjadi.

2. Bayi turun ke bawah (dasar panggul).

Menjelang masa akhir kehamilan, bayi akan turun ke dasar panggul. Rahim kita yang sebelumnya terdorong ke atas akan turun mengarah ke panggul dan kepala bayi akan masuk ke rongga pelvis (panggul). Kita akan menyadari, kandungan terlihat sedikit turun ke bawah (menjadi lebih datar).

3. Naiknya nafsu dan selera makan.

Mendekati waktu persalinan, rahim yang turun ke bawah kini tidak lagi menekan lambung seperti sebelumnya. Pada sebagian ibu, ini mungkin akan meningkatkan nafsu makan kita.

BACA JUGA: Melahirkan Dengan Cara Induksi Juga Spesial. Ini Yang Moms Perlu Tahu

Meskipun ini sebenarnya baik, jangan sampai itu membuat kita kebablasan dan makan berlebihan di akhir-akhir masa kehamilan sehingga berat badan bertambah.

Tetap tenang dan jangan berlebihan, coba untuk mengendalikan diri. Kita sudah tahu kan bagaimana efek buruk kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Selain meningkatkan komplikasi persalinan, juga akan menyulitkan ibu untuk menurunkan berat badan ke berat badan sebelum hamil pasca melahirkan nanti.

4. Gerakan janin menjadi berkurang dan lebih lemah.

Menjelang akhir kehamilan, gerakan janin akan semakin berkurang baik frekuensi maupun intensitasnya. Meskipun ini bisa saja tidak berlaku pada ibu yang memiliki bayi yang sangat aktif.

Jadi tidak perlu khawatir kalau merasakan gerakan janin yang semakin berkurang. Yang perlu kita khawatirkan adalah saat kita tidak merasakan gerakan janin sama sekali dalam 1 hari (24 jam).

Saat itu terjadi segera hubungi dokter.

Ciri akan melahirkan, perubahan pada gerakan usus atau pencernaan.

5. Buang air besar bisa lebih lancar atau diare.

Gejala yang dirasakan tandanya melahirkan dalam waktu dekat.
Bagian terbawah bayi (kepala) turun ke dasar panggul menekan buli-buli menyebabkan sering buang air kecil, menekan usus (rektum) menyebabkan konstipasi atau diare. Gambar dari ADAM.

Menjelang persalinan, ibu hamil yang sebelumnya sulit buang air besar (konstipasi) akan merasakan buang airnya menjadi lebih lancar. Pada ibu yang tidak mengalami konstipasi sebelumnya bisa saja mengalami diare.

Mendekati waktu melahirkan, pelepasan hormon progesteron akan semakin dikurangi yang menyebabkan pergerakan usus yang sebelumnya lambat (akibat hormon progesteron) kini menjadi lebih cepat.

Saat mengalami hal ini kita tidak perlu khawatir, selama keadaan umum kita baik, minum lebih banyak air saat diare dan bersiaplah untuk menyambut lahirnya buah hati.

6. Bisa terjadi susah buang air besar atau konstipasi.

Menjelang persalinan ada ibu yang pencernaanya menjadi lebih lancar ada yang menjadi diare tapi ada juga yang mengalami konstipasi. Jadi, yang perlu ibu perhatikan adalah perubahan pada pencernaan.

Kenapa konstipasi/wasir bisa terjadi? Janin dan rahim yang semakin membesar akan menekan usus dan menyebabkan gerakan percernaan terhambat dan menyebabkan konstipasi. Selain itu, kurangnya olahraga, kurang aktif, stres dan kekhwatiran menjelang persalinan bisa berkontribusi menyebabkan hal ini.

Kita mungkin takut karena pernah mendengar ada ibu yang melahirkan saat berada di toilet. Selama tidak ada kontraksi, kita tidak perlu takut mengedan kuat saat mengalami konstipasi.

7. Jadi sering ke toilet (buang air kecil).

Turunnya janin ke dasar panggul akan menekan kandung kemih (buli-buli) menyebabkan kandung kemih tidak mampu menampung urin sebanyak seperti sebelumnya.

Ibu di akhir-akhir masa kehamilan akan sering ke toilet dan meskipun merasa sudah ratusan kali ke toilet kita mungkin akan merasa tetap tidak puas, merasa masih perlu buang air kecil lagi.

Sering buang air kecil saat malam bisa membuat kita mengalami kurang tidur, oleh karena itu, menjelang tidur, kurangi jumlah cairan yang masuk tubuh (jumlah air yang diminum).

8. Meningkatnya cairan yang keluar dari vagina (vaginal discharge).

Ibu mungkin akan merasakan cairan yang keluar dari vagina atau sekret vagina lebih banyak. Hal ini diakibatkan oleh pengeluaran hormon estrogen yang semakin meningkat di akhir-akhir kehamilan. Ibu akan menyadari adanya perubahan warna dan bau dari cairan vagina.

BACA JUGA: Waktu Tepat Ke Rumah Sakit Saat Waktunya Untuk Melahirkan

Setiap ibu memiliki vaginal discharge yang berbeda, yang penting adalah vaginal discharge ini bukan darah atau cairan lainnya yang disertai dengan darah.

9. Sering kentut (buang angin).

Menjelang persalinan Moms mungkin akan semakin sering kentut yang diakibatkan oleh tekanan dari rahim yang berada di atas usus kita. Untuk mengatasi sering kentut ini kita bisa melakukan olahraga ringan, minum lebih banyak air dan banyak makan sayur dan buah (makanan yang mengandung banyak serat).

Adanya perubahan pada tubuh.

10. Badan bengkak terutama pada kaki (udem).

Bengkak pada kaki di kehamilan akhir, biasa disebut dengan pitting atau edema. Jika ditekan lembek dan seperti berisi cairan di dalamnya. Bandingkan dengan kaki lainnya saat masih di minggu-minggu awal kehamilan. Edema akan hilang setelah melahirkan. Gambar dari reddit.com

Saat hamil, jumlah cairan dalam tubuh akan bertambah 30 persen. Cairan ini karena pengaruh hormon estrogen akan terperangkap di jaringan tubuh dan menyebabkan keadaan yang disebut dengan edema (udem).

Menjelang persalinan, bayi yang semakin besar akan menghambat aliran darah di bagian bawah tubuh dan menyebabkan pengumpulan cairan bertambah parah.

Untuk mengatasi ini ibu dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak garam, minum air lebih banyak dan menopang betis/kaki (agar lebih tinggi) saat tidur.

11. Lebih mudah lelah dan mengantuk.

Ini adalah efek dari hormon estrogen yang membuat kita sulit tidur dan membuat kita selalu terjaga. Siangnya kita akan merasa ngantuk dan lebih mudah jatuh tertidur.

BACA JUGA: Menyiapkan Perlengkapan Melahirkan Penting Tapi Jangan Lupakan Ini

Kita tidak perlu khawatir, ini sepenuhnya normal sebagai cara tubuh untuk menyesuaikan diri dan untungnya ini tidak akan berlangsung lama. Jika moms sering mengantuk, untuk mengatasinya kita tidak perlu memaksakan diri untuk bekerja dan berusaha lebih santai.

12. Mual di trimester akhir kehamilan.

Pada trimester 3 kehamilan, pengeluaran hormon progesteron akan dikurangi dan pengeluaran hormon estrogen akan ditingkatkan. Hal ini menyebabkan perubahan pada tubuh dan otot di sekitar lambung dan usus menjadi lebih longgar.

Selain itu, rahim (uterus) yang semakin besar akan menekan usus menyebakan kita merasa mual/ingin muntah. Untuk mengurangi gejala ‘morning sickness’ (mual) menjelang waktu melahirkan kita bisa:

– makan sedikit tapi sering,

– setelah makan kita bisa rileks/istirahat dulu dan

– makan makanan yang mudah dicerna.

13. Merasa nyeri pada tulang kemaluan.

Menjelang persalinan, tulang kemaluan akan mulai bergerak, tulang pinggang juga akan mulai melebar, sendi-sendi akan mulai meregang (longgar) sehingga kita mungkin akan merasakan nyeri atau sakit pada pinggang.

Beberapa ibu bisa merasakan nyeri di daerah kandung kemih karena tekanan dari rahim yang menandakan kalau bayi sudah turun ke dasar panggul dan persalinan tidak akan lama lagi.

14. Sakit kepala.

Ibu bisa saja merasakan sakit kepala sebagai akibat kekurangan zat besi (Fe). Selain untuk memenuhi kebutuhan ibu, janin juga membutuhkan besi untuk pertumbuhannya sehingga ibu rentan mengalami kekurangan zat besi.

BACA JUGA: Perkiraan Melahirkan Sudah Lewat, Tanda Melahirkan Belum Muncul. Harus Bagaimana Ya?

Untuk mengatasinya, ibu dianjurkan untuk makan makanan yang mengandung banyak besi dan vitamin B6 serta minum air yang cukup. Kadang pemberian suplemen tambahan bisa membantu apabila kebutuhan vitamin dan zat besi ini tidak dapat dipenuhi dari makanan.

Tanda-tanda pasti dan meyakinkan kalau sebentar lagi ibu akan segera melahirkan.

Tidak seperti tanda-tanda awal di atas dimana persalinan masih bisa berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu. Tanda-tanda berikut adalah tanda menjelang persalinan dimana apabila kita mengalaminya berarti persalinan sudah sangat dekat.

Berdasarkan tanda-tanda ini kita tidak bisa membedakan apakah kita akan melahirkan bayi perempuan atau laki-laki dan tidak ada perbedaan tanda yang dirasakan antara anak pertama atau anak kedua dan seterusnya.

15. Keluarnya bloody show.

Saat persalinan semakin dekat, vaginal discharge akan semakin banyak keluar. Saat ini, disadari atau tidak akan keluar cairan vagina yang disebut dengan ‘bloody show’. Ini adalah cairan berlendir yang bercampur dengan darah sebagai tanda persalinan sudah dekat. Saat ini keluar artinya persalinan akan berlangsung dalam beberapa jam atau hari.

Cairan bisa berwarna merah muda atau cairan vagina yang bercampur dengan darah.

Kami sudah menjelaskan apa itu bloody show dan apa perbedaannya dengan mucus plug di sini.

Saat mengalami ini tetaplah tenang dan kalau bisa hubungi dokter/rumah sakit. Apabila perdarahannya parah dan nyeri/kramnya tidak seperti kram yang biasa ibu alami segera ke rumah sakit.

16. Kontraksi yang dirasakan mulai teratur.

Ciri dan tanda kontraksi asli akan melahirkan yang dirasakan ibu adalah, kontraksi yang semakin teratur dan semakin sering dengan interval/jarak antar kontraksi, 10 menit untuk ibu yang baru pertama melahirkan dan 15 menit untuk ibu yang sudah pernah melahirkan (anak kedua dan seterusnya).

Jika ini terjadi tandanya persalinan sudah semakin dekat dan kita sudah harus siap untuk segera ke rumah sakit. Tas dan perlengkapan yang akan dibawa ke rumah sakit sudah seharusnya sudah siap.

BACA JUGA: Kram Atau Kontraksi Melahirkan Yang Jadi Pertanda Bayi Akan Segera Lahir

Kontraksi ini akan semakin sering dan jarak antar kontraksi akan semakin dekat sampai kita memasuki masa aktif persalinan yakni saat terjadi pembukaan 1 sampai pembukaan sempurna dan ibu diminta untuk mendorong/berkuat (mengedan).

17. Ketuban pecah.

Air ketuban yang keluar merembes menandakan selaput ketuban sudah pecah dan ini berarti persalinan akan segera terjadi. Jumlah cairan ketuban yang keluar bisa berbeda antara satu ibu dengan ibu yang lainnya.

Pecah ketuban biasanya terjadi setelah mulut rahim (serviks) terbuka penuh (pembukaan 10 cm) tapi pecah ketuban bisa saja terjadi tanpa disertai dengan kontraksi sebelumnya.

Jadi, bila Moms merasakan rembesan air ketuban melalui vagina meskipun tidak merasakan kontraksi yang berarti, segera ke rumah sakit. Cairan ketuban tidak berwarna dan berbau manis.

Untuk membedakannya dengan urin, cairan ketuban biasanya akan terus mengalir tanpa bisa kita kontrol, air ketuban akan terus keluar apapun yang kita lakukan dan urin berbau amonia tidak seperti air ketuban.

Pada akhirnya, percaya pada insting ibu.

Ya, yang paling tahu dengan tubuh Moms adalah Moms sendiri. Ketika merasa inilah harinya saya akan melahirkan, mungkin Moms benar meskipun hanya berdasarkan insting.

Tanda atau gejala akan melahirkan kadang kita lewatkan (bloody show misalnya) atau tidak dirasakan kuat oleh ibu tertentu (kontraksi misalnya) dan tiba-tiba persalinan sudah berlangsung. Ya, setiap ibu berbeda-beda.

Pada akhirnya, panduan di atas tentang tanda-tanda melahirkan kalau persalinan tinggal menghitung hari bisa kita jadikan pegangan sehingga kita lebih siap, tapi itu kembali lagi kepada ibu. Biasanya akan sulit untuk mengabaikan tanda-tanda yang dikirimkan oleh tubuh kalau inilah harinya.

Pastikan segala sesuatunya sudah siap di minggu terakhir kehamilan, tas perlengkapan ke rumah sakit, kendaraan, kartu asuransi, nomor kontak dokter, dll.

Nah.. moms yang HPLnya sudah dekat, apakah sudah mengalami satu atau beberapa dari tanda-tanda di atas? Ayo share pengalamannya di kotak komentar di bawah.


Moms punya pertanyaan? Silahkan tinggalkan di kolom komentar. Share tulisan ini agar lebih banyak Moms yang tahu.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

3 thoughts on “Tanda-tanda Dan Gejala Yang Dirasakan Saat Akan Melahirkan”

  1. Siip trimakasih atas artikel ini sangat bermanfaat sekali.. tp saya sdh 41 minggu blm juga merasakan kontraksi.. mohon doa semoga bs segera lahir normal dan lancar semua.. amin…

  2. Mohon doanya, malam ini sy merasakn spt tanda² diatas, uk 38 minggu 5 hari. Semoga lancar & normal. Amin

  3. Usia kandungan anak ke 2 sy saat ini baru 36 minggu 4 hari dan bayi di perut jg masih 1-2 mgg lebih muda dr waktunya.. Tp hari ini sy merasakan aneh d perut, sperti bayi sudah turun. Dikarenakan sempat menggendong kakaknya. Sy direncanakan Caesar tgl 24 Juli nanti. Tp jika Tuhan berkehendak harus lahiran normal, its okay.. Hanya sy penasaran sx apa ini tanda2 nya, kapan sy harus benar2 pergi ke RS…

tinggalkan komentar