Ibu Hamil Makan Telur Asin, Boleh? Bagaimana Dengan Ikan Asin?

Ibu Hamil Makan Telur Asin, Boleh? Bagaimana Dengan Ikan Asin?

Telur asin dan ikan asin merupakan makanan yang cukup populer di masyarakat kita. Jenis makanan ini seperti namanya adalah telur atau ikan yang diawetkan dengan cara diasinkan sehingga tahan disimpan lama. Telur asin biasa dibuat dari telur itik atau bebek.

Di masyarakat kita muncul anggapan atau mitos yang mengatakan bahwa telur asin bahaya untuk ibu hamil sehingga tidak boleh dikonsumsi selama hamil. Bahkan ada yang beranggapan konsumsi telur asin saat hamil dapat membuat bayi lahir dengan bau amis.

Benarkah demikian? Silahkan disimak penjelasannya berikut ini.

Benarkah telur asin berbahaya untuk ibu hamil sehingga tidak boleh dikonsumsi?

Ibu hamil pada dasarnya boleh mengonsumsi telur asin kecuali pada keadaan tertentu telur asin memang sebaiknya dihindari oleh ibu yang menderita hipertensi saat kehamilan atau pre eklampsia. Demikian juga pada ibu hamil dengan kolesterol tinggi karena kadar kolesterol telur asin tinggi maka sebaiknya konsumsinya dibatasi.

Satu butir telur asin mengandung kurang lebih 260 mg kolesterol.

Efek konsumsi telur asin saat hamil.

Telur seperti kita tahu memiliki kadar kolesterol (lemak) yang tinggi sehingga pada ibu hamil yang memiliki riwayat hiperkolesterol (hiperlipidemia), memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), pernah mengalami gangguan kardiovaskuler (jantung) dan serebrovaskuler (riwayat terkena stroke) dianjurkan untuk membatasi konsumsi telur.

Konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat memperberat keadaan penyakit ibu (seperti hipertensi) dan dapat memperparah keadaan ibu di kemudian hari.

Selain kolesterol, telur asin juga mengandung garam yang jumlahnya melebihi kebutuhan ibu hamil setiap harinya. Ibu hamil karena pengaruh hormon cenderung akan menyimpan cairan (retensi air) sehingga dengan konsumsi garam yang berlebih akan memperberat keadaan edema (bengkak pada tungkai/kaki). Garam diketahui memiliki sifat menarik cairan yang menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh yang kita kenal dengan istilah udem/edema.

Karena alasan ini, saat hamil konsumsi telur sebaiknya dibatasi. Ada yang mengatakan maksimal 2 butir telur setiap minggu, ada juga yang menyarankan sehari hanya boleh konsumsi setengah butir telur.

Meski demikian, telur asin adalah makanan murah dan praktis yang memiliki banyak nilai gizi sehingga sangat baik untuk ibu hamil. Jika ibu hamil tidak memiliki masalah kesehatan, makan telur asin boleh-boleh saja. Telur asin memiliki kandungan gizi yang baik untuk ibu hamil.

Manfaat telur asin bagi ibu hamil.

1. Kaya protein.

Protein yang dikandung telur asin lebih tinggi dari protein pada susu dan daging. Protein ini sangat diperlukan oleh ibu hamil agar bayi lahir dengan berat cukup (tidak kurang), membantu pertumbuhan dan pembentukan organ janin, mencegah cacat bayi serta membantu perkembangan kecerdasan bayi.

2. Mencukupi kebutuhan kalsium dan zat besi ibu hamil.

Kalsium penting untuk membantu pertumbuhan janin dalam kandungan termasuk untuk memenuhi kebutuhan ibu, mencegah osteoporisis dan keluhan pegal-pegal.

Zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah yang berperan untuk mencegah kekurangan Hb dan penyakit anemia (kurang darah), membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil. Bagi janin, Hb yang cukup akan membantu pertumbuhan dan perkembangan dengan optimal.

3. Mengandung vitamin A dan E.

Vitamin A baik untuk ibu hamil dan janin dengan meningkatkan sistem pertahanan ibu, untuk kesehatan mata serta memperkuat tulang dan sendi.

Sedangkan vitamin E selain untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh dari serangan penyakit juga untuk membantu melancarkan sistem pencernaan dan metabolisme ibu hamil, merawat kesehatan kulit ibu hamil dan mengurangi jerawat, kulit kering dan stretch mark.

Jadi, tidak ada alasan untuk menghindari telur asin selama hamil sepanjang tidak ada kolesterol tinggi dan hipertensi pada ibu hamil.

Makan ikan asin saat hamil.

Ikan asin atau ikan kering dan telur asin adalah makanan yang sama-sama digemari oleh masyarakat kita, kini di supermarket pun kita akan dengan mudah menemukan ikan asin. Apabila telur asin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali pada keadaan tertentu, bagaimana dengan ikan asin?

Boleh tidaknya ikan asin dikonsumsi saat hamil tergantung dari beberapa keadaan, antara lain:

Cara pengolahan ikan asin.

Ikan asin diolah dengan cara tertentu yakni digarami, direndam dan dikeringkan. Proses ini sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri berbahaya misalnya Listeria. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut dengan listeriosis.

Infeksi listeria pada ibu hamil akibatnya cukup serius, dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, kematian janin dalam rahim serta infeksi janin.

Meskipun infeksi ini jarang dan metode memasak tertentu bisa membunuh bakteri ini, tidak ada jaminan ikan asin yang kita makan bebas dari bakteri ini.

Jadi, menghindari konsumsi ikan asin adalah pilihan yang bijak. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian karena efek buruknya infeksi yang ditimbulkan.

Penggunaan bahan pengawet yang berbahaya, formalin.

Masalah lain yang kita harus hati-hati adalah penggunaan formalin pada ikan asin. Kita tidak bisa menyangkal bahwa ada orang-orang tertentu yang entah tidak tahu atau tidak mau tahu menggunakan formalin agar ikan asin lebih awet dan tidak mudah busuk.

Kita tentu saja sudah tahu efek negatif dari formalin yang dapat memicu terjadinya kanker, kerugsakan organ, iritasi, dll.

Kondisi kesehatan ibu hamil.

Ikan asin mengandung banyak garam. Jika Anda hamil dan memiliki tekanan darah tinggi/hipertensi atau bahkan mengalami gejala pre eklampsia intake garam akan dikurangi.

Bagaimana kalau saya ingin sekali makan ikan asin?

Mungkin Anda saat ini sedang hamil dan sangat mengidamkan makan ikan teri atau ikan peda, ingin makan hidangan ikan asin layang/pindang, yang sebaiknya Anda lakukan adalah:

  • Menyajikan ikan asin dengan cara memasak yang benar dan matang sehingga bisa dipastikan bakteri yang ada mati.
  • Untuk menghindari ikan kering berformalin, pastikan Anda mengetahui ciri-ciri ikan asin yang diberi formalin dan yang tidak.
  • Selalu banyak alternatif jenis makanan yang bisa Anda pilih yang baik untuk ibu hamil.
  • Variasikan menu makanan sehingga tidak bosan, bayi pun mendapatkan ‘rasa’ makanan yang beragam yang baik untuk membangun pola makannya kelak saat ia mulai mengenal makanan padat.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.