Terjatuh Saat Hamil, Ibu Tidak Perlu Khawatir Berlebihan

Terjatuh Saat Hamil, Ibu Tidak Perlu Khawatir Berlebihan

Ini bukan untuk menyenangkan Moms atau mencoba membuat Moms merasa lebih baik setelah terjatuh, tapi memang faktanya ibu hamil yang jatuh sebagian besar tidak mengalami apa-apa, tidak mengalami hal yang membahayakan kehamilan dan janinnya.

Tapi ini bukan berarti kehamilan dan janin kita aman 100 persen setelah terjatuh karena derajat atau berat ringannya benturan yang terjadi saat terjatuh mungkin berbeda yang dialami oleh setiap ibu.

Saat hamil terjadi perubahan berat badan dan bentuk tubuh yang menyebabkan perubahan cara Moms berjalan. Perubahan pusat berat (pusat gravitasi) pada tubuh ini menyulitkan Moms menjaga keseimbangan sehingga rentan terjatuh.

Ibu hamil yang dibonceng naik motor mungkin tidak sama lagi keseimbangannya dibandingkan saat sedang tidak hamil. Karena hal ini ada hampir 30 persen ibu hamil yang terjatuh saat hamil.

Jatuh saat hamil mungkin membuat ibu panik dan khawatir apakah kehamilan saya tidak apa-apa, janin di dalam apakah baik-baik saja. Berita baiknya, tubuh ibu sudah didesain khusus untuk menjaga dan melindungi janin di dalam rahim.

Cedera atau trauma yang kita alami harus cukup kuat untuk melukai kita sampai bisa menyebabkan kerusakan pada janin di dalam rahim. Jadi apabila kita tidak merasakan nyeri atau sakit yang berlebihan, besar kemungkinan bayi kita akan baik-baik saja.

Kapan harus khawatir ketika jatuh saat hamil, apa yang harus dilakukan?

Janin di dalam rahim (uterus) terlindungi dengan baik.

Banyak jaringan dan struktur yang melindungi janin di dalam rahim. Dinding rahim sendiri tersusun dari otot rahim yang kuat dan tebal. Di dalam rahim pun ada air ketuban (amniotic fluid) yang berfungsi sebagai bantalan (seperti bantal) untuk melindungi janin dari benturan yang keras.

Di luar masih ada jaringan lemak dan otot perut yang melindungi rahim. Kalau itu belum cukup, saat kehamilan muda, rahim akan tersembuyi dan terlindungi di dalam tulang pelvis (tulang panggul). Ada banyak jaringan yang mengikat dan melidungi uterus sehingga uterus tidak dapat bergerak berlebihan yang dapat menyebabkan kerusakan.

Saat terjatuh dari motor misalnya dan hanya mengalami luka lecet, kita bisa sedikit tenang dan tidak perlu khawatir karena kemungkinan besar bayi baik-baik saja di dalam. Namun, apabila kita ragu dan tidak yakin, kita bisa segera menemui dokter untuk diperiksa.

Kapan harus khawatir dan mesti ke rumah sakit atau dokter setelah terjatuh saat hamil?

Memang ada keadaan tertentu dimana kita harus khawatir dan perlu ke rumah sakit segera setelah terjatuh.

Terjatuh dengan benturan ringan mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan pada rahim ibu akan tetapi jika benturannya keras dan dengan sudut jatuh tertentu, ada potensi terjadinya komplikasi bisa.

Komplikasi yang bisa terjadi saat ibu hamil jatuh adalah:

1. Terlepasnya plasenta.

2. Patah tulang pada ibu.

3. Trauma atau luka pada janin.

Kalau terjatuh di trimester akhir kehamilan yang dikhawatirkan adalah kita bisa saja akan segera melahirkan atau memicu terjadinya persalinan lebih cepat.

Hubungi dokter atau ke rumah sakit segera apabila setelah terjatuh mengalami hal-hal di bawah ini:

1. Jatuh yang disertai dengan nyeri/sakit, terjadi perdarahan (keluar dari vagina) dan terdapat trauma cukup keras yang langsung mengenai perut.

2. Mengalami perdarahan melalui vagina atau keluarnya air ketuban.

3. Merasa nyeri pada perut, rahim atau pelvis (panggul).

4. Adanya kontraksi rahim.

5. Merasakan gerakan janin berkurang (janin kurang aktif atau bahkan tidak merasakan gerakan janin sama sekali).

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat keadaan janin.

Pemeriksaan setelah ibu hamil jatuh:

Saat terjatuh dokter akan memeriksa ibu, menilai apakah ada luka atau trauma yang memerlukan penanganan. Apakah ada patah tulang, dislokasi sendi (keseleo), trauma dada yang menyebabkan kesulitan bernapas, dll.

Setelah itu dinilai keadaan janin di dalam rahim dengan pemeriksaan USG dan Doppler. Dokter mungkin akan memasang alat untuk sementara waktu untuk menilai adanya kontraksi rahim dan keadaan denyut jantung janin.

Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui apabila ada gangguan pada pasenta atau denyut jantung janin yang melemah.

Bagaimana mencegah agar tidak terjatuh saat hamil?

Kita tidak bisa menjamin tidak akan terjatuh saat hamil tetapi ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah ini terjadi.

– Saat kandungan semakin besar sebaiknya ibu hamil tidak membawa motor sendiri. Sebaiknya minta suami atau keluarga lain untuk mengantarkan. Kita juga bisa menggunakan kendaraan umum untuk bepergian.

– Hati-hati saat naik tangga dan sewaktu di kamar mandi/toilet. Lantai toilet yang jarang dibersihkan dapat menjadi sangat licin. Untuk itu selalu hati-hati saat menaiki atau menuruni tangga dan selalu bersihkan lantai kamar mandi.

Kita juga bisa memasang keset kamar mandi antislip untuk lebih aman saat di kamar mandi.

– Saat merasa pusing, ambil waktu untuk duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik.

– Segera bersihkan dan keringkan saat ada tumpahan air di rumah.

Khawatir jatuh tidak menjadi halangan ibu hamil untuk melakukan aktivitas. Coba lakukan aktivitas di lantai yang rata dan jangan takut untuk bergerak karena ibu hamil yang jarang bergerak pun tidak baik untuk kehamilan dan persalinannya kelak (berat badan naik berlebih, persalinan sulit dan lama).

Pada akhirnya, saat hamil kita sebaiknya selalu berhati-hati dalam melakukan segala hal. Saat terjatuh, jangan panik dulu, kemungkinan besar kehamilan dan bayi kita akan baik-baik saja.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.