Untuk Ayah, Hindari Perdebatan

Untuk Ayah, Hindari Perdebatan

Tak terbayangkan betapa besarnya beban yang harus ditanggung oleh istri saat hamil. Beban kehamilan dan mengandung buah hati tidak hanya secara fisik tapi juga psikis dan emosional.

Saat hamil, terjadi perubahan fisik yang sangat besar dan perubahan lainnya yang tidak nampak oleh kita namun bisa dirasakan (namun kurang disadari oleh banyak suami) yaitu perubahan hormonal.

Ibu hamil harus memikirkan dan melakukan berbagai hal mulai dari menjaga pola makan, pola istirahat, menghindari aktvitas/kerja berat, merencanakan atau mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut bayi baru.

Sebagai suami kita harus ada di samping istri disaat dia paling membutuhkan kita, saat dia hamil. Letupan emosi, ucapan tidak mengenakkan yang spontan keluar dari mulutnya tidak boleh membuat kita emosi, merasa harus mengedepankan ego dan harga diri.

Kita harus mengerti bahwa saat istri hamil, rasa frustasi, kelelahan dan perubahan hormonlah yang paling berperan, sebenarnya istri tidak bermaksud mengatakan atau melakukan itu semua.

Hindari perdebatan yang tidak perlu karena itu hanya akan memperkeruh suasana dan tidak ada gunanya karena tidak produktif dan tidak menyelesaikan masalah.

Pada keadaan tertentu kita mungkin akan mendapati istri menjadi lebih bersikap argumentatif, suka mendebat atau mengeluhkan sesuatu. Ya, itu adalah hal yang wajar, tidak perlu diambil hati, kita sebaiknya bisa mengerti kenapa dia melakukan itu.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan saat berdebat dengan istri, yaitu:

1. Meminta maaf.

Ya, meskipun kita benar atau tidak melakukan apa-apa yang salah katakan saja maaf dan lupakan masalah tersebut. Setiap kali dia mengeluh dan mengarahkan siapa yang harus disalahkan ke kita hanya karena kebetulan kita ada di dekatnya terima saja, katakan maaf.

BACA JUGA: Menjadi Suami Yang Baik Bagi Ibu Hamil, Hal-hal Yang Perlu Dihindari

Di masa ini kita harus menghindari berpikir siapa yang benar dan siapa yang salah. Keadaan ini tidak akan berlangsung terus, dan siapa lagi yang akan mengerti istri kalau bukan kita.

Saat dia memecahkan piring dan dia menyalahkan itu ke kita, katakan maaf, bantu dia membersihkan piring yang pecah, meja yang kotor, ambil piring baru.

2. Katakan maaf lagi.

Ya, ini mungkin kedengaran berlebihan, tapi itulah yang terjadi. Perubahan fisik dan hormon saat hamil serta beban berat yang dialami ibu hamil mengharuskan kita mengerti dan tidak henti-hentinya harus mengenyampingkan ego.

Ulangi mengatakan maaf apabila maaf kita sebelumnya tidak didengarnya. Katakan itu dengan tenang dan katakan apa yang salah (yang dianggap salah oleh istri) yang sudah kita lakukan. Tunjukkan bahwa kita mendengarkan apa yang dia katakan dengan baik.

3. Jangan terpancing untuk berdebat.

Perdebatan hanya akan terjadi apabila ada 2 orang yang terlibat. Saat istri ‘memancing berdebat’, cepat sadar dan pergi tapi jangan benar-benar pergi. Misalnya, katakan saya mau buat kopi dulu. Saat kita melakukan itu, istri akan punya waktu untuk duduk sejenak dan berpikir.

Saat kita sudah kembali dengan kopi panas dan teh untuk istri misalnya, dia akan lebih tenang dan lebih siap untuk berbicara tentang apa yang membuatnya kesal atau frustasi.

4. Kendalikan diri.

Saat berada dalam perdebatan hindari berbicara dengan suara tinggi/keras. Kendalikan diri bahwa dia itu sedang hamil, dia mengalami perubahan hormon dan lain-lain. Kita harus mengerti bahwa kadangkala dia tidak bisa mengendalikan emosinya, tapi kita bisa.

Meskipun demikian kita tidak perlu menyampaikan ke dia bahwa kita tahu atau mengerti kenapa dia melakukan itu, karena dia lagi hamil, hormonnya lagi tidak stabil dan lain-lain. Itu hanya akan membuat istri semakin marah dan terlihat bagi dia kalau kita mempermainkannya.

Katakan saja maaf dan jangan membuat situasi bertambah runyam.

5. Pasang telinga.

Nah, ini yang kadang tidak disadari oleh banyak suami. Karena sedang mengerjakan sesuatu, fokus melakukan sesuatu kadang kita tidak memperhatikan apa yang dikatakan istri.

Kita tidak akan mengetahui apa yang dikeluhkan istri, apa yang membuatnya marah, kesal, frustasi kalau kita tidak tahu apa yang dia katakan.

Saat berada di rumah, cobalah dengar apa yang dikatakan oleh istri tanpa mendebat, menyela atau membalas apa yang dia katakan. Saat situasi menjadi lebih tenang bicaralah dengan istri tentang hal tersebut. Tunjukkan kalau kita peduli dan ingin membantunya melewati masalah yang dia alami.

Teman paling dekat dan yang paling diandalkan oleh istri saat hamil adalah suami. Menjadi suami yang baik bagi istri yang sedang hamil tidak hanya membuat kita akan menjadi suami atau ayah yang baik dari sebelumnya tapi juga mendukung kesehatan kehamilan ibu dan janin. Selain tentunya hubungan keluarga yang lebih erat dan harmonis.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.