Vitamin Dan Suplemen Ibu Menyusui. Perlukah, Amankah Untuk Ibu?

Vitamin Dan Suplemen Ibu Menyusui. Perlukah, Amankah Bagi Ibu?

Moms, apabila makanan yang kita konsumsi, jumlahnya cukup, gizinya seimbang, konsumsi vitamin dan suplemen sebenarnya tidak diperlukan lagi. Sepanjang ibu menyusui menjaga nutrisi makannya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sumber energi, protein dan lemak yang dibutuhkan oleh tubuh kita, termasuk kebutuhan vitamin dan mineral (dalam jumlah kecil) umumnya bisa dipenuhi oleh diet kita sehari-hari. Vitamin dan suplemen saja tidak bisa diandalkan karena bagaimanapun sebagian besar kebutuhan nutrisi kita akan dipenuhi dari makanan sehari-hari.

Ibu menyusui dianjurkan mengikuti diet yang seimbang sesuai dengan yang direkomendasikan.

Ada vitamin tertentu dimana kita gampang mengalami defisiensi sehingga kita memerlukan suplemen. Contohnya vitamin D, tapi apabila kita bisa menjaga makan, beraktivitas di luar (mendapatkan sinar matahari) kita tidak perlu khawatir akan kekurangan vitamin ini.

Secara umum, ibu menyusui dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi seperti buah, sayur, makanan dengan kalori tinggi seperti nasi, jagung, roti, sereal, makanan tinggi kalsium seperti keju, susu serta makanan tinggi protein seperti ikan, daging, ayam dan telur.

Selain itu, dianjurkan untuk menjaga kebutuhan cairan dengan minum air yang cukup, jus dan susu.

Makanan yang beragam, berwarna-warni seharusnya bisa mencukupi kebutuhan ibu menyusui.

BACA JUGA: Masalah Menyusui Yang Umum Ditemui Serta Cara Mengatasinya

Setelah yang utama ini terpenuhi, suplemen dan vitamin seperti kalsium dan vitamin A, B1, B2, B12, vitamin C dan D adalah pelengkap.

Vitamin dan suplemen adalah komponen penting untuk membantu metabolisme tubuh dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar ibu tidak mudah sakit, tapi ia hanya dibutuhkan dalam jumlah yang kecil, tidak seperti lemak, karbohidrat dan protein.

Bagaimana kalau jumlah dan gizi makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui tidak seimbang?

Hal ini bergantung dari jenis nutrisi dan seberapa lama ibu mengalami defisiensi. Nutrisi yang kita konsumsi memiliki batas aman yang lebar sehingga tidak semudah itu kita mengalami defisiensi.

Nutrisi tertentu, apabila asi mom tidak cukup nutrisinya, tubuh akan mengambilnya dari cadangan di tubuh ibu.

Apabila ibu kekurangan vitamin B6 dan B12, jumlah vitamin ini di asi juga akan berkurang, bayi akan mendapatkan vitamin B6 dan B12 kurang dari yang ia butuhkan. Pada keadaan ini, ibu bisa memperbaiki dietnya atau mengonsumsi suplemen vitamin untuk menggantikannya.

  • Nutrisi tertentu seperti asam folat, besi, kalsium, tembaga, magnesium, seng jumlahnya akan tetap pada asi sehingga konsumsi suplemen ini tidak akan berpengaruh ke bayi, tapi tetap penting untuk memenuhi kebutuhan ibu.
  • Ibu yang vegetarian, tidak makan daging dan produk olahannya beresiko mengalami kekurangan B12 sehingga memerlukan suplemen vitamin B12.

BACA JUGA: Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Menyusui, Beberapa Diantaranya Hanya Mitos

  • Ibu yang jarang beraktivitas di luar sehingga mendapatkan sedikit sinar matahari memerlukan suplemen vitamin D atau diet tinggi sumber vitamin D.

Nah, kini kita tahu pada keadaan tertentu kita akan memerlukan suplemen vitamin, saat menyusui, apakah aman mengonsumsi vitamin dan suplemen ini.

Bagaimana kalau saya ingin mengonsumsi suplemen? Apakah aman mengonsumsi suplemen dan vitamin pada ibu menyusui?

  • Umumnya suplemen seperti besi, kalsium, tembaga, kromium dan seng tidak mempengaruhi produksi/suplai asi.
  • Beberapa vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B dan C jumlahnya di asi biasanya akan naik. Pada jumlah tertentu seperti vitamin C, kadarnya di asi tidak akan bertambah lagi meskipun dosisnya kita tingkatkan.
  • Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan E dapat meningkat kadarnya di dalam asi dan apabila jumlahnya berlebihan bisa berbahaya bagi bayi.

Moms mungkin berpikir, saya harus menjaga makan agar saya dan bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup dan tidak kekurangan nutrisi yang bisa merugikan diri sendiri dan buah hati. Nah, bagaimana kalau saya ingin diet pasca melahirkan?

Dilema ibu baru. Ingin turun berat tapi tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan menyusui.

Secara alami, pasca melahirkan, tubuh akan secara otomatis akan ‘berusaha’ kembali ke keadaan sebelum hamil.

Diet saat menyusui sebenarnya beresiko karena mengancam bayi dan kita sendiri. Efeknya ke bayi, bayi bisa mendapatkan nutrisi yang kurang, bila moms menyusui, pertumbuhan dan perkembangannya bisa terganggu.

Sebenarnya, apabila makanan kita seimbang, kita tidak perlu khawatir berlebihan, takut berat badan tidak akan turun-turun pasca melahirkan karena kalori yang masuk akan dikonversi menjadi asi.

Sama seperti saat hamil. Hamil tidak berarti berat badan kita harus naik berlebihan atau saat menyusui berat badan kita tidak akan turun-turun. Kuncinya adalah diet yang seimbang, cukup, tidak berlebihan. Masih ingat ungkapan populer, hamil itu makan untuk berdua. Padahal, pendapat ini salah yang menjadikan banyak ibu hamil yang justru berat badannya jadi berlebih. Begitu pun saat menyusui.

BACA JUGA: Cara Praktis Menyiapkan Dan Membuat Susu Formula Untuk Bayi

Justru menyusui adalah cara yang paling cepat turun badan, asal dietnya seimbang sekali lagi, karena dengan menyusui akan mempercepat pengembalian organ reproduksi ke keadaan sebelumnya dan mengeluarkan kalori yang berlebih melalui asi dan aktivitas menyusui.

Diet pasca melahirkan.

Apabila moms ingin diet saat menyusui, ada hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Rencanakan untuk melakukannya dengan bertahap, tidak tergesa-gesa atau buru-buru ingin cepat langsing.
  • Mulai dengan mengurangi sedikit demi sedikit kalori yang masuk.
  • Tunggu setelah bayi sudah berusia 2 bulan untuk mencegah efek pada suplai asi karena pada saat itu tubuh baru mulai beradaptasi seberapa banyak asi yang perlu diproduksi.
  • Diet yang tiba-tiba dapat mengurangi suplai asi secara drastis. Tanpa diet pun sebenarnya, tanpa mengurangi porsi makan, akan dibakar kalori kira-kira 200-500 per hari apabila moms menyusui.

Diet yang cepat akan memicu keluarnya toksin (racun) yang berbahaya untuk tubuh.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.