Vitamin-vitamin Esensial Yang Baik Untuk Ibu Menyusui

Vitamin-vitamin Esensial Baik Untuk Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir

ASI adalah nutrisi terbaik yang bisa ibu berikan ke bayi. Menyusui adalah cara terbaik agar bayi mendapatkan semua nutrisi dan makanan yang diperlukannya untuk tumbuh dan berkembang.

Dengan menyusui, bayi mendapatkan zat antibodi tambahan yang akan melindunginya dari serangan penyakit.

Makan makanan yang cukup, bergizi dengan nutrisi yang seimbang sebenarnya sudah cukup bagi ibu menyusui, tapi untuk memastikan agar kita lebih tenang biasanya dokter akan merekomendasikan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen.

Kita tidak bisa selalu menjamin apakah makanan yang kita makan kandungan nutrisinya cukup.

Manfaat konsumsi vitamin setelah melahirkan untuk ibu menyusui.

Ada beberapa vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama menyusui untuk melengkapi diet atau makanan yang kita konsumsi.

Seperti kita tahu, melahirkan adalah peristiwa yang sangat menguras energi. Setelah melahirkan, ibu pun harus menyusui bayinya. Asi yang kita berikan ke buah hati akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya.

Vitamin maupun suplemen akan sangat bermanfaat bagi ibu untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik, agar tidak gampang drop atau mudah terkena penyakit. Bisa kita bayangkan bagaimana repotnya ibu yang sedang menyusui dan merawat bayinya apabila sakit.

Nutrisi yang dikandung ASI biasanya sudah cukup memenuhi segala kebutuhan bayi. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada kekurangan satu atau beberapa zat gizi penting. Vitamin B dan D adalah beberapa vitamin yang penting dimana ibu rawan menderita defisiensi.

Kecukupan vitamin dan suplemen menjamin ibu dan bayi tetap sehat sehingga bisa terhindar dari penyakit yang berbahaya selain tentunya mengurangi biaya berobat ke dokter/rumah sakit.

Manfaat konsumsi vitamin setelah melahirkan untuk ibu menyusui.

Apabila sebelumnya ibu sudah mengonsumsi vitamin saat hamil.

Ibu boleh melanjutkan vitamin atau suplemen yang dulu dikonsumsi saat hamil. Hindari mengonsumsinya secara berlebihan, minum sesuai dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

Bayi biasanya mendapatkan vitamin dari ASI yang diminumnya yang diproduksi oleh tubuh ibu. Apabila kurang, vitamin tersebut akan diambil dari cadangan pada tubuh ibu. Oleh karena itu jarang terjadi bayi mengalami defisiensi vitamin sebelum ibunya sendiri mengalami defisiensi dulu.

Vitamin tertentu misalnya vitamin D yang hanya diproduksi saat kita terpapar sinar matahari, sehingga kalau kita tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, mungkin kita akan memerlukan suplemen vitamin D. Vitamin D ini kemudian akan diteruskan ke ke bayi melalui ASI yang diminumnya.

Ibu vegetarian beresiko menderita defisiensi B12 yang biasanya didapatkan pada daging sehingga perlu mengonsumsi suplemen B12 untuk mengganti kekurangan itu.

Vitamin serta suplemen apa saja yang diperlukan oleh ibu yang menyusui? Berikut daftarnya:

1. Vitamin A.

Salah satu vitamin yang manfaatnya sangat beragam terutama untuk perkembangan penglihatan, persepsi penglihatan terhadap warna dan membangun fungsi penglihatan di saat gelap atau malam hari.

Selain itu, juga membantu membangun sistem pertahanan tubuh (sistem imun), membantu perkembangan jaringan tubuh seperti kulit dan rambut, mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Konsumsi vitamin A yang direkomendasikan adalah 1500 mcg per hari. Sumber makanan yang mengandung vitamin ini antara lain: ikan, daging hati, ubi jalar, labu, mangga, bayam, paprika merah, sayur kangkung dan wortel.

2. Vitamin B1.

Seperti vitamin B lainnya, bersama-sama vitamin B lain bertanggung jawab untuk perkembangan sistem saraf yang menentukan perkembangan fungsi memori dan kognitif (daya ingat dan kecerdasan).

Vitamin ini membantu menghasilkan ATP yang merupakan sumber energi sel, membantu merangsang metabolisme sel yang diperlukan tubuh untuk bekerja secara optimal.

Per hari, 1.5 mg. Diantaranya ditemukan pada: ayam, telur, ikan, beras cokelat, kacang polong, susu, keju, yogurt.

3. Vitamin B2.

Vitamin B2 atau riboflavin adalah vitamin yang membantu menyerap zat besi ke dalam tubuh serta membantu perkembangan sel darah merah. Karena perannya ini, saat kita kekurangan darah, dokter akan meresepkan B2 untuk membantu mengurangi gejala kekurangan darah atau anemia agar kadar hemoglobin di dalam darah kembali naik dan menjadi normal.

Riboflavin ini juga memiliki sifat antioksidan yang dapat mendukung pengiriman hemoglobin agar terhindar dari kerusakan.

Kebutuhan per hari, 2 mg. Sumber makanan yang mengandung riboflavin adalah: ikan, daging, ayam, bebek, daging hati, telur, beras cokelat, brokoli, alpukat, kismis, kacang almond, ubi jalar.

4. Vitamin B3.

Vitamin B3 atau niacin berperan untuk membantu meningkatkan kesehatan kelenjar adrenal. Seperti kita tahu kelenjar adrenal berperan dalam melawan terjadinya penyakit dan infeksi.

Niacin, 18 mg. Terdapat pada ayam, ikan salmon, tuna, kacang, susu, telur.

5. Vitamin B5.

Disebut juga asam pantotenat, berperan membantu mempercepat penyembuhan/pemulihan tubuh sehingga sering diresepkan pada orang yang menderita sakit. Mengandung asam pantotenik yang mendukung kesehatan organ dalam tubuh dan meningkatkan vitalitas sel darah merah.

Dapat membantu penyerapan vitamin lain di usus sehingga perannya sangat diperlukan.

Asam Pantotenat, 8 mg. Pada keju, telur, daging sapi, daging ayam, biji bungan matahari, ubi jalar, keju.

6. Vitamin B6.

Vitamin B6 ini berperan membantu mengatur siklus tidur melalui hormon melatonin. Seperti kita tahu, tidur membantu tubuh kita untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan mengganti atau regenerasi sel-sel yang baru. Pada bayi, tidur ini sangat penting untuk pertumbuhannya.

Ikut berperan dalam perkembangan otak dan saraf. Berperan memastikan fungsi saraf dan refleks berfungsi dengan normal, membantu pembentukan neurotransmitter yang menjadi pengantar transmisi sinyal antar saraf.

Vitamin B6, 3 mg. Diantaranya ditemukan pada: ikan, ayam, kalkun, paprika, bayam, kentang panggang (bersama kulitnya), wortel, pisang, kacang hijau, brokoli, asparagus, lobak hijau.

7. Vitamin B12

Vitamin B12 atau kobalamin berperan untuk memastikan pertumbuhan anak yang baik, berperan mendukung DNA dan RNA, struktur genetik dalam tubuh kita. Kobalamin membantu pertumbuhan sel saraf baru dan meningkatkan pertumbuhan kognitif (kecerdasan) anak.

Kebutuhan per hari, 3 mcg. Daging, telur, ikan, hati, dada ayam, yogurt, oatmeal, susu.

8. Vitamin C.

Seperti kita tahu vitamin C memiliki peranan yang penting diantaranya untuk membantu perbaikan sel dalam tubuh dan mempercepat penyembuhan luka atau saat kita menderita sakit. Untuk mempercepat pemulihan, dokter biasa meresepkannya.

Selain itu, membantu produksi leukosit yang merupakan sel darah putih, bagian dari sistem imun yang membantu tubuh melawan penyakit dan kuman.

Vitamin C juga berperan dalam pembentukan protein kolagen dalam tubuh yang diantaranya membantu perbaikan sel kulit dan rambut.

Kebutuhan per hari, 130 mg. Kentang, tomat, jeruk, jambu, pepaya, brokoli, kubis, stroberi, kol, buah kiwi.

9. Vitamin D.

Vitamin D membantu perkembangan tulang dan membantu memperkuat tulang dengan cara mineralisasi tulang, membantu penyerapan mineral seperti kalsium dan magnesium.

Manfaat lainnya adalah dalam sistem imun. Membantu melawan penyakit atau serangan infeksi dari luar dan mencegah autoimun tercetus saat terjadi penyakit.

Vitamin D, 16 mcg. Ikan, salmon, tuna, sarden, minyal ikan kod, kuning telur, hati sapi, jamur kancing, roti.

10. Vitamin E.

Vitamin ini berperan untuk mendukung pertumbuhan otot dan memastikan koordinasi pergerakan otot yang baik selama perkembangan bayi.

Selain itu, membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan produksi sel darah merah.

Kebutuhan per hari, 20 mg. Kacang, alpukat, minyak bunga matahari, bayam, almond, kuaci, lobak hijau, kacang hazelnut.

11. Biotin atau Vitamin H.

Ini adalah nutrisi penting untuk membantu pertumbuhan tubuh secara normal. Membantu fungsi metabolisme asam amino, lemak dan karbohidrat. Vitamin ini juga membantu merawat kulit bayi tetap baik dan sehat seperti halnya juga rambut dan kuku.

Biotin, 35 mcg. Kuning telur, keju, ikan, kacang-kacangan, keju, ubi jalar dan buah beri.

12. Vitamin K.

Dikenal juga dengan vitamin koagulasi, membantu pembekuan darah dan penyembuhan luka. Selain membantu sirkulasi darah dalam tubuh dan menjaga kepadatan dan kesehatan tulang.

Kebutuhan per hari, 92 mcg. Tauge, spinach, brokoli, natto (hasil fermentasi kedelai), daun bawang, kembang kol, kubis, susu fermentasi, minyak kedelai dan buah anggur.

13. Asam Folat.

Asam folat atau vitamin B9 membantu mendukung perkembangan sel darah merah dan penyerapan zat besi ke dalam tubuh.

Asam folat juga berperan untuk membantu perkembangan otak bayi dan menyediakan semua yang dibutuhkan agar ia dapat berfungsi dengan baik. Membantu pembentukan DNA dan RNA di dalam tubuh agar tubuh dapat bertumbuh dengan cepat.

Kebutuhan per hari, 520 mcg. Sumber asam folat ditemukan pada makanan seperti sayuran hijau, jeruk, asparagus, brokoli, kacang merah, sereal/gandum, lentil, nasi, susu, gandum, alpukat dan jus tomat.

BACA JUGA:

Nah, bisa dibayangkan dengan melihat beragam dan banyaknya manfaat yang diberikan, pemberiannya sangatlah penting baik untuk ibu maupun bayi.

Jika Moms tidak yakin makanan yang kita makan belum bisa memenuhi segala kebutuhan kita akan vitamin, pastikan kita mendapatkannya agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.