Waktu Tepat Ke Rumah Sakit Saat Waktunya Untuk Melahirkan

Waktu Tepat Ke Rumah Sakit Saat Waktunya Untuk Melahirkan

Menghadapi waktu persalinan yang semakin dekat tentunya Anda dan keluarga sudah siap menghadapi persalinan dengan menyiapkan segala sesuatunya jauh hari sebelumnya (di trimester akhir kehamilan).

Ibu yang hamil untuk pertama kalinya mungkin akan bingung dan tidak tahu pasti kapan harus ke rumah sakit saat waktunya melahirkan tiba. Apabila tidak yakin, ibu bisa menghubungi dokter atau rumah sakit tentang tanda yang dialami sekarang sehingga rumah sakit atau dokter bisa memberikan saran apakah saatnya ke rumah sakit atau belum.

Lamanya persalinan pada ibu yang melahirkan untuk pertama kalinya biasanya lebih lama daripada ibu yang melahirkan anak kedua atau yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Fase laten, salah satu fase awal melahirkan, ibu hamil yang baru biasanya lebih lama dan lebih panjang.

Ada kalanya ibu yang diperkirakan sudah masuk waktu melahirkan ternyata belum dan diminta untuk kembali ke rumah.

Kapan ibu hamil seharusnya ke rumah sakit untuk melahirkan?

Ibu hamil sebaiknya sudah mempersiapkan semua perlengkapan yang akan diperlukan saat di rumah sakit dan menyimpan tas perlengkapannya di mobil atau di dekat pintu rumah.

Ibu hamil pun di akhir-akhir masa kehamilan, di sekitar waktu perkiraan lahir (HPL) sudah harus lebih sadar (aware) dengan perubahan tubuh dan apa yang dirasakan saat menjelang melahirkan.

Mengetahui tanda-tanda akan melahirkan penting sehingga ibu:

– Tidak perlu terlambat ke rumah sakit sehingga lambat ditangani yang bahkan bisa menyebabkan ibu melahirkan di kendaraan (hal yang biasanya kita dengar bukan, ada ibu melahirkan di taksi?).

– Tidak perlu datang terlalu cepat sehingga tidak perlu membuang-buang waktu di rumah sakit dan menjadi stres karena waktu melahirkan masih lama.

Sebelumnya itu, moms mungkin sudah mengalami tanda-tanda menjelang persalinan berikut:

Sudah mengalami satu atau beberapa dari tanda-tanda melahirkan sudah dekat.

Tanda-tanda itu antara lain:

Kontraksi teratur, kita biasa menyebutnya dengan ‘his yang teratur’.

Selama kontraksi ini uterus akan berkontraksi (tegang) lalu kemudian rileksasi (rileks). Ibu mungkin mengalami hal ini di masa-masa akhir kehamilan yang dikenal dengan kontraksi braxton hicks yang bukan tanda akan melahirkan.

‘Kontraksi teratur’ ini berlangsung lebih dari 30 detik dan ketika terasa semakin kuat, tandanya waktu melahirkan akan semakin dekat. Kontraksi ini akan semakin kuat, lebih lama dan lebih sering.

Jadi kontraksinya teratur, semakin kuat, lebih lama dan lebih sering.

Tanda kalau melahirkan sudah dekat lainnya.

Sakit pada daerah punggung. Terasa berat dimana beberapa wanita merasakannya seperti nyeri haid.

Cairan dari mulut rahim. Cairan atau mukus (berlendir) ini merupakan sumbat pada mulut rahim yang membantu menutupi rahim selama hamil. Saat dekat dengan waktu melahirkan, mulut rahim ini akan mulai membuka dan plug ini akan terlepas dan keluar melalui vagina.

Cairan mukus ini berwarna pink dengan sedikit darah, biasa disebut dengan bloody show. Apabila ibu hamil mendapati cairan mukus dengan darah dalam jumlah banyak kemungkinan itu adalah tanda ada sesuatu yang salah sehingga Anda sebaiknya menghubungi dokter segera.

Keluar air ketuban. Kantong cairan yang melindungi bayi kemungkinan pecah sebelum mulainya proses persalinan. Rembesan air ketuban ini bisa banyak atau sedikit-sedikit.

Untuk mengatasi ini, ibu bisa menyiapkan pembalut dan melapisi tempat tidur dengan alas plastik.

Ibu akan bisa merasakan keluarnya cairan ketuban apakah keluarnya sedikit atau tiba-tiba banyak. Jika ini terjadi sebelum waktu melahirkan, bergegaslah ke rumah sakit.

Ada kalanya selama proses persalinan, pembungkus atau selaput ketuban masih utuh sehingga dokter atau bidan akan memecahkan selaput ini sebelum mulainya proses persalinan.

Mual dan muntah.

Diare.

Ada ‘tanda akan melahirkan’ lainnya tapi itu akan dikonfirmasi oleh dokter dengan melakukan pemeriksaan dalam vagina. Dengan pemeriksaan dalam, dokter akan menilai pembukaan serviks (mulut rahim) dan menilai progres atau majunya persalinan.

Segera ke rumah sakit saat mendapati hal-hal berikut. Ini pertanda sudah saatnya melahirkan.

Saat mengalami hal-hal di bawah ini itu artinya moms sudah memasuki waktu persalinan dan perlu segera ke rumah sakit:

– Apabila air ketuban keluar, baik merembes atau air ketuban keluar dalam jumlah banyak (pecah ketuban).

– Jika ini adalah kelahiran pertama, adanya kram (kontraksi) dan belum ada pengeluaran cairan ketuban, ibu kemungkinan belum memasuki waktu melahirkan dan diminta untuk menunggu.

Lain halnya bila kontraksi sudah semakin teratur dan kuat, terjadi setiap 5 menit dan berlangsung selama 60 detik paling tidak selama 1-2 jam terus-menerus, Anda dianjurkan untuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjut.

Hanya pemeriksaan dalam yang bisa menentukan apakah persalinan kita sudah masuk masa aktif atau belum. Dengan pemeriksaan dalam, apabila konsistensi serviks (bibir rahim) lunak  dan sudah terjadi pembukaan serviks tandanya kita sudah memasuki masa persalinan.

– Apabila tempat tinggal ibu jauh dari rumah-sakit atau rumah bersalin, Anda mungkin dianjurkan untuk ke rumah sakit lebih awal.

– Pada kehamilan kedua dan seterusnya, ibu sebaiknya ke rumah sakit lebih cepat karena fase latennya biasanya lebih singkat.

– Ditemukan tanda-tanda akan melahirkan lain seperti keluarnya lendir atau cairan dari vagina yang merupakan lendir bercampur sedikit darah dari mulut rahim.

Melahirkan di rumah.

Kehamilan normal dan tidak memiliki resiko tinggi seperti bayi letak kepala, tidak ada hipertensi atau diabetes saat kehamilan, plasenta letaknya normal, dll bisa melahirkan di rumah dan ditolong oleh bidan yang berpengalaman.

Yang perlu diperhatikan saat melahirkan di rumah adalah, kondisi bayi segera setelah lahir. Di rumah tentu saja tidak memiliki perlengkapan seperti di rumah sakit yang diperlukan jika terjadi hal darurat pada bayi baru lahir.

Tiba di rumah sakit atau kamar bersalin.

Ruang atau kamar bersalin tiap rumah sakit biasanya berbeda tergantung fasilitas rumah sakitnya. Ada ruang bersalin yang memiliki tempat tidur khusus untuk melahirkan ada juga yang menggunakan tempat tidur biasa untuk melahirkan.

Ada yang ruang bersalinnya digabung dengan ibu melahirkan lainnya dalam satu ruangan (tentu saja beda tempat tidur) ada juga yang sendiri terpisah. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Kini semakin banyak kamar bersalin yang dirancang seperti kamar pribadi di rumah sehingga ibu hamil merasa seperti di rumah, bahkan ada yang melengkapinya dengan fasilitas seperti kolam melahirkan, bathtub, dll.

Saat tiba di rumah sakit atau kamar bersalin, sebelum diperiksa biasanya Anda akan diminta untuk mengganti pakaian dengan yang disediakan oleh rumah sakit.

Pilihlah pakaian yang pas, berbahan katun, tidak ketat dan agak longgar sehingga Anda bisa leluasa bergerak dan tidak panas karena saat melahirkan Anda akan merasa panas. Suhu ruangan di kamar bersalin biasanya diatur tidak terlalu dingin agar bayi yang baru lahir tidak mengalami hipotermi.

Pemeriksaan oleh bidan atau dokter sebelum melahirkan.

Anda akan ditanya oleh dokter atau bidan tentang apa yang Anda alami sekarang, apa yang dirasakan, dan ditanya apabila memiliki keluhan tertentu.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan:

Pemeriksaan secara umum, seperti tekanan darah, pernapasan, nadi dan suhu.

Pemeriksaan perut (abdomen), untuk menentukan posisi bayi, posisi kepala bayi sudah masuk rongga panggul atau belum, mendengar denyut jantung bayi, lama kontraksi, dll.

Kapan ibu hamil seharusnya ke rumah sakit untuk melahirkan?
Pembukaan serviks (mulut rahim) sedikit demi sedikit yang dinilai oleh dokter saat melakukan pemeriksaan dalam. Saat pembukaan penuh, ibu sudah bisa diminta untuk mengejan.

Pemeriksaan dalam vagina. Ini untuk menentukan kemajuan pembukaan mulut rahim, apakah sudah masuk masa aktif melahirkan atau belum. Jika Anda mengalami kontraksi sampaikan ke dokter, pemeriksaan dalam akan dilakukan setelah kontraksi selesai.

Pemeriksaan dalam biasanya akan dilakukan beberapa kali sebelum masa aktif melahirkan untuk menentukan kemajuan persalinan.

Persalinan normal bisa berlangsung berjam-jam terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan.

Seringlah makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan energi dan cairan. Ini penting untuk ibu melahirkan untuk mencegah ibu dan janin mengalami dehidrasi. Air putih dan juice akan sangat baik untuk kita. Kita tetap bisa berjalan atau mandi saat menanti persalinan. Hindari jangan sampai kelelahan, beristirahatlah kalau sempat. Tidur menghadap ke samping dengan perut disangga dengan bantal.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.