Yang Seharusnya Dicemaskan Dan Dikhawatirkan Saat Hamil

Yang Seharusnya Dicemaskan Dan Dikhawatirkan Saat Hamil

Di artikel sebelumnya kita sudah tahu kalau ada beberapa hal yang semestinya tidak membuat ibu hamil terlalu khawatir atau cemas karena banyak hal yang bisa ibu hamil lakukan, hal yang bisa ibu kendalikan, untuk menghindari terjadinya hal tersebut.

Kekhawatiran dan kecemasan kita seperti takut bayi cacat, takut bayi lahir prematur atau takut saat persalinan terjadi apa-apa seharusnya tidak membuat kita mengabaikan potensi bahaya yang lebih nyata, yang bisa terjadi apabila kita tidak menganggap serius hal yang seharusnya mendapat perhatian kita.

Ada hal-hal yang kadang kita anggap sepele padahal itu bisa menempatkan kehamilan dan bayi dalam keadaan bahaya. Hal-hal yang masih kurang disadari oleh ibu hamil, dianggap remeh, padahal hal ini penting untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan persalinan yang lebih lancar.

Hal yang seharusnya menjadi kecemasan dan ketakutan ibu hamil

Hal-hal tersebut antara lain:

1. Mendapatkan infeksi selama hamil, menganggap remeh saat sakit.

Ibu hamil harus berusaha menghindari mendapatkan infeksi saat hamil. Infeksi sekecil apapun misalnya sakit gigi/gusi bisa menempatkan kita dan janin pada keadaan bahaya.

Infeksi dapat menyebabkan komplikasi seperti bayi lahir prematur dan pada infeksi yang berat dapat menyebabkan kematian ibu. Infeksi seperti infeksi saluran kemih dapat memicu terjadinya infeksi ginjal dan bayi lahir sebelum waktunya (preterm/prematur).

Ibu hamil harus lebih serius memperhatikan apabila mengalami infeksi atau sakit. Apabila saat hamil mengalami gejala atau tanda dari terjadinya infeksi seperti demam, ada nyeri atau peradangan (luka, sakit gigi, dll) sebaiknya cepat temui dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Saat tidak hamil kita mungkin akan menganggap remeh kalau mendapatkan demam atau sakit, tapi saat hamil kita tidak boleh menganggap remeh hal tersebut lagi meskipun itu hanya flu atau pilek biasa.

2. Kenaikan berat badan berlebih saat hamil.

Berat badan naik saat hamil adalah hal yang normal dan diharapkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin tapi kenaikannya tidak boleh berlebih.

Diketahui bahwa tidak sedikit ibu hamil yang memiliki kenaikan berat badan yang berlebih. Entah ini dipengaruhi oleh kepercayaan bahwa saat hamil kita harus makan untuk berdua atau sekedar kekurangtahuan saja.

Yang dikhawatirkan apabila ibu hamil memiliki kenaikan berat badan yang melebihi apa yang direkomendasikan adalah meningkatnya resiko kehamilan dengan komplikasi seperti bayi lahir prematur, cacat janin, berat badan ibu susah turun pasca melahirkan dan resiko memiliki anak yang gemuk (berat badan berlebih).

Saat hamil ibu seharusnya lebih memperhatikan apa yang dimakan. Saat hamil berusahalah untuk makan makanan yang 2 kali lebih sehat dan bukannya 2 kali lebih banyak.

3. Kurang aktif atau tidak berolahraga.

Faktanya adalah hanya sebagian kecil ibu hamil yang melakukan olahraga seperti yang direkomedasikan yakni minimal setengah jam setiap hari.

Kurangnya olahraga saat hamil dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebih, menurunnya stamina dan memicu timbulnya komplikasi kehamilan dan persalinan.

Ibu bisa mulai melakukan olahraga dengan berjalan ringan di sekitar kompleks rumah dan bisa ditingkatkan kecepatan dan intensitasnya. Olahraga lainnya bisa Moms lakukan seperti yoga, senam, dll.

Olahraga baik untuk meningkatkan kekuatan otot, menjadikan otot-otot lebih longgar sehingga saatnya persalinan kita akan lebih kuat mengejan dan dapat melahirkan lebih lancar. Termasuk juga mengurangi kekakuan otot dan mengurangi resiko dilakukannya episiotomi (pemotongan sedikit vagina saat melahirkan).

4. Mendapatkan diabetes saat hamil.

Meskipun jumlahnya kecil tapi saat ini penderita diabetes (penyakit gula) saat hamil jumlahnya terus meningkat. Tentu kita patut waspada karena bahayanya yang dapat meningkatnya resiko terjadinya komplikasi kehamilan.

Pada ibu yang jumlah kadar gula darah yang tidak terlalu tinggi pun ditemukan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami preeklampsia, melahirkan bayi prematur, resiko memiliki bayi yang lebih besar dan resiko untuk melahirkan dengan operasi caesar.

Ini mendorong kita untuk lebih serius menjaga kesehatan selama hamil, makan makanan yang sehat dan seimbang, mengurangi konsumsi gula (karbohidrat) serta rajin berolahraga.

5. Penggunaan produk pembersih.

Saat hamil hindari terpapar atau kontak dengan bahan pembersih (bleaching) dan bahan kimia kuat lainnya di dalam ruangan yang tertutup (kurang ventilasi).

Hindari juga terpapar dengan bahan atau zat seperti cat atau bahan untuk renovasi rumah. Zat-zat ini berbahaya dan bisa mengancam kehamilan dan perkembangan janin.

Ganti bahan atau zat berbahaya tersebut dengan produk yang tidak toksik dan aman untuk lingkungan. Jauhkan segala macam zat seperti pestisida, pengharum ruangan, obat semprot hama dan bahan kimia lainnya.

6. Kurang menyadari adanya tanda bahaya kehamilan.

Terjadi banyak perubahan pada tubuh ibu saat hamil. Perubahan-perubahan itu umumnya normal meskipun (mungkin) membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, tapi ada gejala atau keluhan yang tidak bisa dihiraukan atau dipandang remeh.

Apabila Moms tidak yakin tapi merasa ada yang salah, percayalah dengan insting Moms dan segera hubungi dokter.

Tanda-tanda di bawah ini bisa saja keadaan yang normal yang dialami saat hamil tapi bisa juga sebagai tanda ada sesuatu yang serius.

Kapan menghubungi dokter, kemungkinan tanda bahaya kehamilan:

– Nyeri perut yang terus-menerus. Ini bisa saja nyeri biasa yang disebabkan oleh nyeri melingkar ligamen yang disebabkan oleh perubahan jaringan ikat penopang sekitar rahim yang berkembang akibat kehamilan. Jika nyeri perut ini sangat hebat, dirasakan terus-menerus apalagi disertai dengan demam atau menggigil, segera hubungi dokter.

– Sakit kepala hebat. Sakit kepala saat hamil bisa saja normal yang disebabkan oleh perubahan hormon, kelelahan, stres, dll tapi ini bisa juga sebagai tanda adanya tekanan darah tinggi pada ibu yang dihubungkan dengan keadaan yang disebut dengan preeklampsia.

– Perubahan fungsi penglihatan. Adanya gejala seperti: tidak bisa melihat (fungsi penglihatan hilang) sementara, pandangan kabur/tidak fokus atau sensitif terhadap cahaya ini bisa menjadi tanda adanya hipertensi saat hamil dan keadaan preeklapsia.

– Tidak bisa menahan kencing, nyeri tajam saat berkemih. Ini adalah tanda adanya infeksi saluran kemih. Bisa disertai dengan gejala lain seperti: demam, menggigil atau adanya bercak darah saat buang air kecil. Tanda buang air kecil yang sering adalah hal yang normal saat hamil terutama di trimester 1 dan akhir kehamilan karena janin yang menekan buli-buli.

– Muntah hebat, terus-menerus. Apabila mual dan muntah dialami saat trimester pertama kehamilan, ini adalah hal yang sangat normal. Keadaan pada kehamilan muda ini disebut dengan morning sickness. Tapi, bila morning sickness ini menjadi parah dan sangat mengganggu yang disertai dengan gejala lain seperti pusing maka keadaan ini disebut dengan hiperemesis gravidarum dan ini memerlukan penanganan khusus.

– Gatal yang tidak disertai dengan rash atau kemerahan. Ini adalah tanda adanya keadaan yang disebut dengan kolestasis yakni gangguan hati yang bisa terjadi pada kehamilan tua. Gatal saat hamil ini bisa saja hanya keadaan normal yang disebabkan oleh kulit yang meregang akibat janin dan kandungan yang semakin membesar. Saat kulit meregang kulit bisa menjadi kering dan membuat bagian tubuh seperti perut, payudara dan paha menjadi gatal.

– Merasakan gerakan janin yang berkurang dari biasanya. Tiap bayi memiliki karakteristik yang berbeda-beda, begitupun gerakan janin. Ibu hamil biasanya bisa merasakan bayi yang bergerak, menendang atau berbalik pada usia kehamilan 18 sampai 25 minggu. Ibu bisa memonitor gerakan bayinya secara teratur sejak kehamilan trimester 3 dimana bayi akan menunjukkan gerakan yang teratur dan rutin pada waktu yang sama setiap harinya. Jika dalam beberapa hari ibu menyadari gerakan bayi yang kurang dari biasanya hubungi dokter Moms. Ibu bisa mencoba makan makanan ringan (snack) lalu baring dan lakukan lagi untuk mengecek adanya gerakan janin.

– Rembesan cairan dari vagina pada kehamilan kurang dari 37 minggu. Keadaan ini menandakan adanya robek/ruptur pada selaput ketuban sebelum mencapai usia kehamilan yang cukup. Dokter akan melakukan tindakan sesuai keadaan dan usia kehamilan Moms. Saat pecah ketuban terjadi di kehamilan yang cukup bulan (full term), itu artinya ibu akan segera melahirkan.

– Perdarahan atau spotting/flek dari vagina. Ini bisa berarti normal sebagai tanda perlekatan janin pada dinding rahim atau bisa tanda adanya infeksi serviks dan plasenta previa (letak plasenta di bawah dekat serviks/mulut rahim). Untuk jelasnya silahkan hubungi dokter Moms.

Ibu hamil seharusnya cepat ke rumah sakit saat mengalami hal-hal di bawah ini:

– Nyeri dada, detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar. Bisa disertai atau tidak dengan sesak napas, kesulitan bernapas.

– Batuk darah.

– Demam tinggi, demam tidak turun meskipun sudah minum obat penurun panas.

– Pusing, rasa berputar, disorientasi.

– Nyeri hebat perut yang terus-menerus.

– Diare hebat, terus-menerus yang berlangsung lebih dari 24 jam. Bisa disertai atau tidak dengan mual dan muntah yang hebat, terus-menerus.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.