Bayi Yang Mendapat Susu Formula Juga Sehat. Beberapa Mitos Tentang Sufor Yang Tak Benar

Bayi Yang Mendapatkan Sufor Juga Sehat. Beberapa Mitos Sufor Yang Tak Benar

Bagaimana pun ASI adalah makanan alami bayi. ASI memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh susu formula. Meski demikian, tidak berarti memberi anak sufor itu tidak baik. Anak yang mendapatkan sufor seperti halnya anak yang mendapatkan asi, dapat tumbuh baik dan sehat .

Ibu yang memberikan susu formula ke bayinya bukan berarti ibu tersebut tidak mau repot, malas menyusui atau tidak ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya. Ada banyak faktor yang menyebabkan ibu tidak dapat memberi ASI ke bayinya. Pada keadaan tertentu, pemberian susu formula mungkin tidak dapat dihindarkan atau pada saat itu pemberian sufor adalah pilihan terbaik.

Ibu yang memberikan sufor ke buah hatinya tidak perlu khawatir anaknya tidak dapat tumbuh sehat dan tidak mendapatkan nutrisi terbaik. Ibu juga tidak perlu merasa bersalah dan merasa gagal sebagai ibu karena tidak mampu memberikan ASI ke bayinya.

Kesulitan memberikan ASI.

Pemberian ASI sayangnya tidak selamanya bisa lancar. Ada ibu yang memiliki produksi ASI yang kurang sehingga perlu memberikan nutrisi ekstra dari susu formula. Beragam masalah menyusui bisa dialami oleh ibu seperti masalah perlekatan, inverted nipple, dll. Bayi yang mendapatkan ASI tapi berat badannya tidak naik-naik kadang perlu diberi tambahan susu formula sehingga pertumbuhan dan perkembangannya tidak terganggu.

Banyak cerita yang dibagikan oleh para ibu bagaimana sulitnya memberikan ASI meski segala cara telah dilakukan. Ada ibu yang menunggu hingga berminggu-minggu agar suplai ASInya lancar, ASI yang diharapkan keluar melimpah ternyata hanya sedikit, bayi menjadi kelaparan, berat badannya tidak naik-naik.

Ada ibu yang telah berusaha keras memompa ASI tapi hasilnya tidak maksimal. Ada yang memiliki penyakit tertentu yang tidak memungkinkannya dapat memberikan ASI. Ada bayi yang lahir dengan kondisi tertentu (memiliki kelainan) yang tidak memungkinkannya untuk diberikan ASI.

Keunggulan pemberian ASI dan kenapa pemberian sufor bisa menjadi pilihan yang baik.

Dalam hal tertentu pemberian ASI memiliki keunggulan dibandingkan dengan pemberian susu formula seperti anak ASI memiliki resiko lebih rendah 25 sampai 75 persen untuk mendapatkan infeksi saluran pencernaan maupun saluran pernapasan dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan susu formula.

Resiko lebih rendah juga untuk mendapatkan infeksi telinga tengah (otitis media) dan resiko mengalami sindrom kematian mendadak (SIDS).

Meski demikian, di hal lain seperti bonding atau ikatan emosional ibu dan anak, antara bayi yang disusui dan bayi yang diberikan susu formula tidak terjadi perbedaan yang signifikan. Saat ibu memberikan susu formula anak akan dipeluk dan digendong sehingga anak tetap mendapatkan belaian lembut dari ibunya.

Menurut penelitian yang pernah dilakukan, pertumbuhan dan perkembangan anak di masa yang akan datang tidak ada perbedaan yang cukup berarti baik antara anak asi maupun anak sufor, baik itu yang berkaitan dengan indeks massa tubuh, obesitas, tekanan darah, kemungkinan mendapatkan asma, kondisi kesehatan gigi, perilaku dan lainnya.

BACA JUGA: ASI vs Sufor. Bolehkah Pemberian ASI Diselingi Susu Formula?

Meski tak selengkap ASI komposisi susu formula sudah dibuat khusus agar semirip mungkin dengan ASI. Susu formula adalah makanan dan minuman terbaik untuk bayi (di bawah usia 6 bulan) setelah ASI. Merupakan pilihan terbaik dan teraman dibandingkan dengan susu atau minuman lainnya.

Sebelum memberi susu formula ke buah hati diskusikan dengan dokter anak Moms mengenai kondisi Moms dan bayinya. Kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi berkaitan dengan menyusui dan hal lainnya.

Di masyarakat kita berkembang beberapa pemahaman yang kurang tepat mengenai pemberian sufor.

Mitos tentang susu formula yang tidak benar.

Mitos ini beberapa diantaranya adalah:

  1. Memberi susu formula selamanya adalah tindakan yang kurang baik.

Seperti dijelaskan di atas, ada saatnya susu formula harus diberikan kepada anak. Ibu yang tidak memiliki cukup ASI, adanya penyakit tertentu pada ibu seperti HIV/AIDS, ibu yang tidak dapat menyusui langsung bayinya pasca melahirkan dengan operasi caesar, adanya inverted nipple, dll.

Opsi pemberian susu formula kadang tidak dapat dihindarkan dan pemberian susu formula adalah pilihan terbaik di kondisi tersebut.

Jika dokter menyarankan pemberian susu formula, ibu sebaiknya mengikutinya karena itu adalah pilihan yang terbaik untuk ibu dan bayi.

  1. Bayi tidak memiliki ikatan emosional erat dengan ibunya.

Ya, ibu dan bayi mengalami bonding saat proses menyusui. Skin to skin contact ibu dan bayi akan mendekatkan dan memperat hubungan emosional antara ibu dan anak. Meski demikian, bayi yang mendapatkan susu formula tidak berarti akan mendapatkan kasih sayang, perhatian dan kedekatan yang kurang dibandingkan dengan anak yang mendapatkan ASI.

Faktanya, ada cukup banyak waktu dan kesempatan untuk ibu dan ayah mengalami bonding dengan buah hati. Di saat memberikan susu formulanya, skin to skin tetap dapat dilakukan dengan menggendong bayi sambil ayah dan ibu melepas pakaian.

Pemberian ASI perah (asip) menggunakan botol oleh orang lain seperti: pembantu atau babysitter dapat mengurangi ikatan batin antara ibu dan anak. Jadi yang terpenting adalah, bagaimana ibu dan ayah memanfaatkan momen kedekatan ini dengan buah hati.

  1. Anak yang mendapatkan susu formula pasti akan mengalami obesitas di kemudian hari.

Ini mitos yang mungkin sering kita dengar dan ya memang benar, pemberian susu formula dapat dihubungkan dengan kejadian berat badan berlebih (overweight) dan obesitas pada anak. Meski demikian, setiap obesitas tidak disebabkan oleh pemberian susu formula tapi karena pemberian sufor yang berlebih (overfeeding).

Untuk menghindari terjadinya hal ini, ibu yang memberi susu formula ke bayinya dapat lebih berhati-hati dalam pemberian sufor agar anak tidak overfeeding. Konsultasikan dengan dokter anak untuk memperoleh informasi yang tepat bagaimana pemberian sufor yang terbaik untuk buah hati.

  1. Susu formula memiliki nutrisi/zat gizi yang lebih rendah dibandingkan dengan ASI.

Susu formula yang beredar di pasaran harus memenuhi syarat kandungan dan komposisi yang optimal untuk tumbuh kembang anak yang baik. Oleh karena itu pemberian susu formula sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein, energi, vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan anak.

Susu formula di masa sekarang sudah didesain khusus untuk menjamin pertumbuhan adekuat anak sehingga ibu yang memberikan sufor tidak perlu khawatir. Ya, susu formula tidak memiliki beberapa komponen yang dimiliki oleh ASI tapi itu bukan berarti anak susu formula tidak akan tumbuh dan berkembang sebaik anak asi.

  1. Susu formula semakin mahal berarti semakin mirip dengan ASI.

Memilih susu formula yang terbaik bagi bayi seharusnya tidak didasarkan pada harga yang tertera pada merk susu formula. Pemerintah dan lembaga lainnya mengawasi peredaran susu formula ini sehingga setiap susu formula harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Susu formula yang ada di pasaran umumnya sudah memenuhi standar nutrisi yang dibutuhkan oleh anak.

Setiap anak berbeda, ada anak yang cocok dengan merk tertentu di saat anak lainnya cocok dengan merk yang lain. Jika anak sudah cocok dengan satu merk tertentu, tetaplah dengan pilihan itu dan jangan ganti dengan merk lain karena itu bisa memicu alergi, diare dan masalah lainnya.

BACA JUGA: CARA PRAKTIS MENYIAPKAN DAN MEMBUAT SUSU FORMULA BAYI

Perbedaan harga susu formula dipengaruhi oleh produsen susu formula yang membuat susu formulanya agar bisa berbeda dengan produsen lain. Ada banyak pilihan mulai dari susu formula yang organik, susu formula bebas-GMO, susu formula yang ditambahkan dengan suplemen tertentu seperti DHA, dll.

Perbedaan ini menyebabkan perbedaan harga selain adanya biaya promosi. Meski berbeda setiap susu formula ini mengandung zat nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak.

  1. Anak jadi lebih sering sakit jika diberi susu formula.

Bayi mendapatkan imunitas tambahan melalui ASI yang diminum dari ibunya. Ini membuat anak ASI memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik untuk melawan penyakit.

Meski demikian, bayi ASI tidak berarti kebal terhadap berbagai penyakit. Bayi yang mendapatkan susu formula tidak lebih rentan terhadap serangan penyakit karena berbagai faktor mempengaruhi kesehatan anak.

Melindungi anak dari penyakit juga bisa dilakukan dengan memberinya vaksinasi sesuai jadwalnya.

  1. Anak sufor tidak akan sepintar anak asi di sekolah.

Anak pintar di sekolah, bisa mengikuti pelajaran di sekolah atau tidak tergantung oleh banyak faktor. Faktor lingkungan, peran orang tua, pola tidur anak, kebiasaan menonton tv, stimuli yang diberikan dan lain-lain berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak.

  1. Sufor membuat anak jadi lebih sering kentut.

Faktanya, anak minum ASI juga dapat sering mengalami buang angin dan bersendawa seperti anak yang mendapatkan ASI. Setiap anak bisa berbeda-beda tidak dipengaruhi oleh apakah anak menyusui atau minum sufor.

Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi sehingga anak jadi sering kentut seperti makanan yang dimakan, aktifitas fisik, posisi menyusui, makanan yang dimakan ibu, merk susu formula, jenis susu formula (bahan dan komposisinya), dll.

Moms, dari membaca tulisan ini kita bisa mengetahui bahwa memberi susu formula sebenarnya juga baik dan menjadi alternatif terbaik selain ASI. Kita harus memahami bahwa ada alasan dan latar belakang di balik ibu memberikan susu formula ke bayinya.

Ibu yang memberi susu formula tidak perlu menyesal dan merasa bersalah. Kita juga tidak perlu menghakimi atau mencap buruk ibu yang memberikan susu formula ke bayinya. Daripada fokus ke kritik tanpa pengetahuan apa latar belakang di baliknya sebaiknya ibu saling mendukung dan memberi dorongan emosional. Menjadi ibu itu tidak mudah, banyak tantangan dan masalahnya sehingga dukungan sekecil apapun akan sangat membantu.