Covid-19 Dan Kehamilan, Apa Saja Yang Perlu Kita Ketahui

Covid-19 Dan Kehamilan, Apa Saja Yang Perlu Kita Ketahui

Anda yang saat ini sedang hamil mungkin khawatir bagaimana menjaga diri agar terhindar dari penyebaran virus corona saat ini. Melalui tulisan ini semoga pertanyaan Anda bisa terjawab dan Anda bisa melakukan hal yang diperlukan agar terhindar dari infeksi Covid-19.

Perhatian: Jika Anda mengalami gejala Covid-19 seperti:

  • Demam.
  • Gejala seperti flu, batuk.
  • Tenggorokan nyeri.
  • Sesak napas.
  • Merasa lemah, hilang energi (fatigue).
  • Pernah kontak dengan pasien Covid atau pernah ke kota/daerah yang menjadi pusat penyebaran virus Corona.

Segera hubungi dokter atau ke rumah sakit melalui telepon dan sampaikan keluhan Anda sejujur-jujurnya sehingga petugas medis bisa melakukan hal yang diperlukan secepatnya.

Fakta mengenai penyakit Covid-19 selalu berubah setiap hari, banyak perkembangan baru yang ditemukan. Oleh karena itu, informasi di bawah ini adalah rangkuman dari apa yang kita ketahui sampai saat ini. Jika ditemukan perkembangan baru, akan kami update.

Bagaimana resiko ibu hamil terhadap Covid-19, apakah ibu hamil harus khawatir?

Pengetahuan kita terhadap virus dan penyakit ini masih terbatas tapi ada banyak hal yang sudah kita ketahui terkait penyebaran dan perjalanan penyakitnya.

Sepanjang yang kita ketahui, sesuai yang disebutkan oleh WHO, ibu hamil tidak memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Hanya sedikit ibu hamil yang terinfeksi penyakit ini. Meski demikian, penyakit seperti flu pun bisa menimbulkan komplikasi yang menyebabkan penanganan penyakitnya menjadi sulit. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dengan selalu menjaga higiene dan menjaga jarak untuk mengurangi resiko terinfeksi.

Terhadap janin, belum ditemukan adanya fakta Covid-19 pada wanita hamil akan meyebabkan masalah pada perkembangan janin atau dapat menimbulkan cacat atau keguguran.

Bagaimana mencegah agar ibu hamil tidak terjangkit Covid-19?

Cara terbaik agar terhindari dari penyakit ini adalah dengan menjaga diri, berhati-hati dengan cara menghindari kontak atau terpapar dengan virus ini. Seperti halnya flu kita bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah penyebarannya dengan cara:

  • Mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air paling tidak selama 20 detik. Kalau sabun dan air tidak tersedia kita bisa menggunakan hand sanitizer (antiseptik tangan yang mengandung alkohol). Cuci tangan terutama sebelum dan sesudah makan atau setelah ke toilet.
  • Hindari menyentuh wajah, mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan dengan bersih.
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit/terlihat sakit.
  • Tetap di rumah jika sakit.
  • Jika batuk atau bersin, tutup dengan tisu atau sapu tangan, dan buang tisu ke tempat sampah yang aman.
  • Batuk atau bersin tutup dengan siku yang dilipat.
  • Batuk dan bersin jauh dari orang-orang.
  • Bersihkan dan lakukan disinfeksi terhadap benda atau barang seperti handphone, meja, gagang pintu, dll.
  • Jika memungkinkan jaga jarak minimal 1.5 meter dari orang sekitar ketika kita berada di tempat umum.
  • Hindari menggunakan transportasi publik seperti kereta, MRT, Busway jika memungkinkan.

Penting agar semua anggota keluarga mengetahui hal ini dan mempraktekkannya. Jika di rumah ada anak kecil, ajari dia untuk menjaga kebersihan, cuci tangan dan muka, jangan menyentuh wajahnya.

Di tengah wabah Corona ini kita sebaiknya tinggal di rumah dan hanya keluar rumah untuk keperluan yang sangat penting saja. Jangan pernah menyentuh wajah di tempat umum dan selalu cuci tangan.

Praktekkan jaga jarak atau social distancing dengan cara:

  • Hindari keramaian atau tempat orang berkumpul seandainya kita tidak bisa menjaga jarak 1.5 meter.
  • Hindari pertemuan di ruang yang tertutup.
  • Hindari jabat tangan, cium pipi dan pelukan.
  • Hindari tempat yang beresiko menjadi tempat penularan virus seperti rumah sakit, hindari tempat dengan orang beresiko rentan mendapatkan virus seperti orang tua, bayi, panti jompo.
  • Gunakan masker jika berada di luar.

Jaga senantiasa daya tahan tubuh.

Hal-hal sederhana bisa ibu hamil lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh agar senantiasa sehat dan terhindar tidak hanya dari infeksi Covid-19 tapi dari serangan virus dan bakteri lainnya seperti:

  • Dapatkan vaksin flu, ini penting terutama di musim flu.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Makan yang seimbang cukup karbohidrat, protein dan lemak.
  • Makan buah dan sayur.
  • Istirahat yang cukup, jauhi stres dan tekanan pekerjaan yang berat.
  • Berjemur kurang lebih selama 15-30 menit setiap hari di pagi hari untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Menjaga diri saat berada di rumah.

Selama lockdown atau bekerja di rumah hanya keluar untuk memenuhi kebutuhan penting saja seperti ke pasar atau toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, stok secukupnya. Pastikan kita menjaga daya tahan tubuh selalu dengan makan yang cukup dan bergizi, istirahat cukup, bisa berolahraga, keluar di sekitar rumah untuk mendapatkan sinar matahari.

Di masa-masa seperti ini, kita mungkin akan menjadi bosan dan tidak memiliki orang-orang dekat di sekitar kita. Kita bisa tetap terhubung dengan melakukan video call, berkomunikasi denga teman dekat melalui whatsapp, facebook atau twitter.

Di tengah wabah covid-19 apakah ibu hamil tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin kehamilan?

Melakukan check-up kehamilan sangat penting agar kesehatan ibu dan janin bisa dimonitor. Meski demikian, di kondisi saat ini kita perlu berhati-hati.

Hubungi dokter kandungan Anda atau bidan bagaimana sebaiknya. Kunjungan ke dokter mungkin akan dikurangi untuk menghindari resiko. Ibu akan diminta ke rumah sakit hanya untuk keadaan darurat saja.

Pemeriksaan USG kandungan yang sebelumnya tiap trimester mungkin kini hanya perlu sekali atau 2 kali atau saat diperlukan saja.

Saat ini sudah ada rumah sakit atau klinik yang menyediakan konsultasi online (telemedicine) sehingga kita tidak perlu bertatap muka langsung dengan dokternya, menghindari kerumunan yang tidak perlu dan beresiko.

Bagaimana kalau saya terkena infeksi covid-19 saat hamil?

Ibu hamil yang terinfeksi covid-19 akan mengalami gejala yang ringan sampai sedang seperti gejala flu biasa. Ibu hamil akan dimonitor lebih dekat mengingat beban kehamilan dan bayi yang dikandungnya. Ibu hamil yang mendapat covid 19 umumnya sembuh total tanpa adanya resiko pada bayinya.

Ibu yang memiliki gejala ringan Covid-19 disarankan untuk melakukan isolasi diri (menjalani karantina), biasanya 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus, hindari kontak dengan orang lain. Pisahkan diri dan segala kebutuhan lainnya agar tidak kontak dengan orang lain, misal: kamar mandi sendiri, alat makan minum sendiri, kamar sendiri, dll.

Bagi ibu pasca melahirkan:

  • Ibu tetap bisa menyusui bayinya.
  • Hindari bersin atau batuk di depan bayi saat menyusui.
  • Gunakan masker jika perlu.
  • Bagi ibu yang memberikan asi perah, ikuti tata cara membersihkan dan mensterilkan alat pompa yang direkomendasikan.
  • Bisa meminta bantuan keluarga atau orang lain untuk memberikan ASI perah atau susu formula ke bayi.

BACA JUGA: Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Mencegah Sakit Saat Hamil

Apakah ibu yang positif Covid-19 dapat menularkan ke janin?

Ya, berdasarkan penetian terbaru ada kemungkinan virus dapat sampai ke bayi yang dikandung. Meski demikian penelitian ini masih awal dan belum konklusif, masih perlu penelitian mendalam untuk menyimpulkannya.

Berdasarkan penelitian terhadap penyakit saluran napas sebelumnya, bayi kemungkinan tidak mengalami hal yang buruk atau akan mendapatkan masalah lainnya.

Laporan di China terdapat sejumlah kecil bayi yang lahir prematur dari ibu yang positif Covid-19 tapi tidak dapat disimpulkan apakah hal tersebut terjadi terkait dengan Covid-19 atau hal lainnya.

Terkait ibu yang menyusui bayinya, tidak ada fakta yang menunjukkan virus ini bisa berpindah dari ibu ke bayi melalui ASI.

Persalinan sudah dekat, apakah tetap aman melahirkan di rumah sakit?

Ibu yang mendekati HPHT-nya dan sudah merencanakan persalinannya di rumah sakit tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan adanya wabah ini, rumah sakit kini menerapkan prosedur agar pasien termasuk ibu yang akan melahirkan tetap aman saat berada di rumah sakit.

Sejak mewabahnya virus corona di beberapa rumah sakit kini terjadi pembatasan yang mungkin tidak pernah terjadi sebelumnya. Kini keluarga, pasangan dan pengunjung lainnya dilarang berada di kamar bersalin untuk mengurangi resiko penyebaran virus. Dengan pembatasan ini, ibu mungkin akan merasa kesepian tapi tidak perlu terlalu khawatir, ini dilakukan demi kebaikan ibu dan bayi, lagipula masih ada dokter dan bidan yang selalu mendampingi ibu.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.