Mengatasi Gingivitis, Gusi Bengkak Dan Berdarah Saat Hamil

Mengatasi Gingivitis, Gusi Bengkak Dan Berdarah Saat Hamil

Penyakit radang gusi adalah hal yang biasa terjadi pada orang dewasa. Gusi bengkak dan berdarah, seperti halnya mimisan, mudah terjadi di masa hamil karena adanya perubahan hormon dan aliran darah.

Gingivitis kehamilan adalah pembengkakan atau inflamasi gusi yang dialami oleh ibu hamil, biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Radang gusi ini disebabkan oleh lapisan bakteri yang berkembang pada gigi hasil dari pembentukan plak. Lapisan ini bisa mengiritasi gusi, menyebabkan gusi bengkak, kemerahan, lembek dan mudah berdarah.

Resiko ibu hamil mendapatkan gingivitis meningkat saat memasuki usia kehamilan 2 bulan dan berkurang di kehamilan 9 bulan.

Karena ibu hamil rentan mengalami ini, ibu dianjurkan untuk lebih memperhatikan higiene oralnya saat hamil. Beban kehamilan saja sudah berat, kita tentu tidak ingin menambahnya dengan keluhan sakit gigi.

Resiko terjadinya periodontitis dan bayi lahir kecil atau prematur.

Gingivitis saat hamil bisa mulai dari peradangan ringan sampai masalah gigi dan gusi yang lebih serius seperti gigi tanggal. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan karena selain bisa mempengaruhi perkembangan janin, juga dapat menjadi lebih parah dimana infeksi dan kerusakan jaringan gigi dan gusi semakin meluas menjadi keadaan yang dikenal dengan istilah periodontitis.

Jika tidak ditangani secepatnya, infeksi dapat menyebar dan menghancurkan struktur di sekitar gigi seperti gusi, jaringan pengikat (ligamen) sekitar gigi dan tulang tempat pijakan tumbuhnya gigi (alveolar).

Bakteri penyebab gingivitis dapat masuk ke aliran darah dan menyebar sampai ke uterus. Keadaan ini bisa memicu tubuh mengeluarkan prostaglandin. Prostaglandin ini berperan untuk mengatasi peradangan dan kontraksi otot halus, termasuk otot rahim. Saat ibu akan melahirkan prostaglandin ini akan mencapai puncaknya untuk membantu terjadinya persalinan.

Saat terjadi infeksi gusi, tambahan prostaglandin bisa dikeluarkan dan tubuh bisa mengira kalau inilah saatnya melahirkan meskipun sebenarnya belum waktunya. Hal ini mengakibatkan bayi lahir sebelum waktunya atau bayi lahir dengan berat badan kurang atau lebih kecil.

Hasil dari penelitian yang pernah dilakukan, ditemukan adanya hubungan antara gingivitis dengan:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyakit gusi dapat meningkatkan resiko penyumbatan pembuluh darah (arteri) dan gangguan jantung.
  • Stroke. Meningkatkan resiko terjadinya stroke akibat penyempitan/tertutupnya pembuluh darah otak (strok iskemik).
  • Penyakit saluran napas. Dapat mengakibatkan infeksi paru dan memperparah infeksi paru yang sudah ada dimana bakteri dari mulut menyebar ke paru.
  • Penyakit diabetes. Orang yang memiliki gingivitis kemungkinan lebih sulit untuk mengontrol level gula darahnya dibandingkan dengan orang yang memiliki gigi dan mulut yang sehat.

Penyebab gusi bengkak saat hamil.

  • Kebersihan gigi dan mulut (higiene) yang buruk.
  • Adanya perubahan hormon. Fluktuasi hormon pada keadaan apapun dapat berpengaruh terhadap kesehatan mulut. Selain kehamilan juga dapat terjadi pada pubertas dan ibu yang menopause.
  • Adanya gangguan diabetes (penyakit gula). Meskipun mekanismenya belum diketahui secara pasti namun ditemukan adanya hubungan antara diabetes dan penyakit gigi. Orang dengan diabetes ditemukan lebih mudah mendapatkan periodontitis dan bisa lebih parah dibandingkan dengan orang yang gula darahnya normal.
  • Kebiasaan merokok atau penggunaan tembakau. Semakin lama dan semakin sering merokok, resiko mendapatkan penyakit gigi dan mulut akan semakin besar. Jika Anda mendapatkan periodontitis, merokok hanya akan memperparah keadaan tersebut. Penyembuhannya pun akan semakin sulit dibandingkan jika kita tidak merokok.

Tanda-tanda atau gejala gusi yang mengalami infeksi.

  • Gusi yang bengkak atau kemerahan.
  • Gusi terasa lembek jika ditekan, kadang disertai dengan gusi berdarah.
  • Gigi ngilu, sensitif.
  • Sakit saat mengunyah, kesulitan untuk mengunyah makanan.
  • Gigi goyang.

Cara alami mengatasi gusi bengkak pada ibu hamil.

Yakni dengan merawat gigi, menerapkan kebiasaan yang baik seperti: sering gosok gigi, flossing gigi secara teratur, menjaga kebersihan mulut secara umum.

Penyakit gigi dan gusi memang mudah terjadi pada ibu hamil tapi mencegah dan mengatasinya juga mudah. Hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit gigi di rumah secara alami adalah:

  • Gosok gigi secara teratur 2 kali sehari termasuk flossing (menggunakan dental floss) untuk membersihkan sisa-sisa kotoran di sela-sela gigi. Dengan menggosok gigi dan flossing dengan baik akan membantu menghilangkan bakteri jahat yang ada di mulut sehingga membantu mencegah, mengurangi dan mengatasi peradangan gusi yang terjadi.
  • Konsumsi vitamin A. Ya, vitamin ini membantu pertumbuhan tulang dan gigi yang baik. Tapi ingat konsumsi vitamin A-nya jangan sampai berlebih.
  • Vitamin C. Ya, ini adalah vitamin yang baik untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh kita. Membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan menjaganya selalu sehat. Rajinlah makan makanan seperti sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin C saat hamil.
  • Larutan garam. Ya ini bisa membantu mengurangi peradangan/pembengkakan yang terjadi akibat gingivitis.

Bagaimana kalau setelah melakukan semua hal di atas, gusi yang bengkak tetap tidak sembuh.

Saatnya konsultasi ke dokter gigi.

Kunjungi dokter gigi yang ada di kota Anda, sampaikan keluhan Anda dan keadaan Anda yang sementara hamil. Tindakan yang berhubungan dengan gigi pada ibu hamil biasanya diupayakan dilakukan pada trimester kedua demi keamanan ibu dan janin.

Dokter gigi akan mengecek dengan teliti keadaan ibu, keluhannya apa, selain itu mungkin akan dilakukan:

  • Pemberian anti sakit/anti radang yang aman untuk ibu hamil, biasanya parasetamol.
  • Pemberian antibiotik apabila ada infeksi. Antibiotik yang umum diberikan adalah Amoksisilin, sangat aman untuk ibu hamil.
  • Pemberian obat kumur mulut untuk membantu mengurangi infeksi dan pembengkakan.
  • Tindakah operasi untuk memperbaiki gusi. Ini dilakukan jika pemberian antibiotik dan terapi lainnya tidak mempan. Tindakan ini akan dipertimbangkan baik-baik karena operasi tetaplah tindakan yang serius pada ibu hamil. Jika bisa ditunda, akan dilakukan setelah ibu melahirkan. Konsultasi dan kerjasama antara dokter ahli kandungan dan dokter gigi diperlukan.

Melihat pentingnya kesehatan gigi dan mulut saat hamil, pada pemeriksaan rutin kehamilan, pemeriksaan gigi dan mulut seharusnya sudah menjadi keharusan. Catatan statistik menunjukkan hanya sebagian kecil ibu hamil yang memeriksakan giginya.

Untuk itu, yuk lebih sadar akan kesehatan gigi dan mulut dan mari memeriksakan gigi ke dokter selain tentunya menjaga kebersihan mulut secara umum agar kesehatan ibu dan buah hati di dalam kandungan tetap terjaga.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.