Manfaat Nasi Untuk Ibu Hamil Serta Efek Buruknya Jika Dikonsumsi Berlebih

Manfaat Nasi Untuk Ibu Hamil. Hati-hati Konsumsinya Berlebih

Setiap hal yang dilakukan saat hamil dapat berdampak pada kehamilan dan janin. Termasuk apa yang ibu makan atau konsumsi dapat mempengaruhi janin baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu ada baiknya ibu hamil mengetahui manfaat dan bahaya dari makanan yang dikonsumsinya termasuk nasi, makanan yang sering kita makan.

Nasi merupakan makanan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat kita tapi banyak di antara kita yang belum mengetahui jika selain sebagai sumber energi, nasi juga memiliki banyak manfaat atau kelebihan lainnya. Perlu diketahui bahwa, mengandalkan nasi saja untuk konsumsi ibu hamil adalah hal yang tidak baik, selain itu konsumsinya juga tidak boleh berlebih karena dapat berdampak negatif seperti resiko kenaikan berat badan berlebih saat hamil dan obesitas.

Manfaat konsumsi nasi saat hamil.

Nasi adalah makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, sebagai makanan pokok memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi saat hamil antara lain:

1. Nasi merupakan sumber energi.

Nasi mengandung karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh untuk beraktivitas, membuat kita kuat dan berenergi menjalani kehamilan hari demi hari.

2. Harganya murah dan mudah diolah.

Selain murah, juga rasanya enak dan mudah didapatkan di mana-mana karena merupakan makanan yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di negara kita.

Nasi atau beras juga mudah diolah menjadi makanan yang lezat dan nikmat, selain dimasak biasa dapat juga dijadikan bubur manado, nasi goreng, cireng nasi, pempek nasi dan beragam jenis makanan lainnya.

3. Mengandung vitamin dan mineral, membantu memperkuat tulang dan gigi.

Nasi mengandung nutrisi seperti: vitamin D, thiamin dan riboflavin serta mineral antara lain: kalsium, besi dan serat yang dapat membantu memperkuat tulang dan gigi ibu hamil. Terpenuhinya vitamin dan mineral juga mendukung tumbuh kembang janin yang baik di dalam kandungan.

4. Merupakan resistant starch (RS) yang dapat membantu mengurangi resiko konstipasi.

Nasi adalah salah satu makanan yang masuk dalam golongan resistant starch selain kentang dan gandum. Resistant starch adalah zat tepung sisa yang tidak dapat dicerna oleh usus. RS difermentasi di usus besar dan berperan sebagai makanan untuk bakteri usus dan sumber energi untuk sel-sel pada usus besar.

Dengan terjaganya flora atau bakteri baik di usus akan membantu memperlancar pencernaan dan mengurangi resiko sulit buang air besar pada ibu hamil.

Untuk mendapatkan manfaat dari resistant starch cara mengolah makanan harus sesuai agar tidak menghancurkan kandungan RS makanan. Memasak dan memanaskan dapat merusak kestabilan senyawa RS sehingga kita tidak dapat memperoleh manfaatnya. Untuk mendapatkan efek RS, nasi yang sudah dimasak kita dinginkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

5. Mengurangi resiko munculnya masalah kolesterol berlebih.

Nasi adalah makanan yang bebas dari kandungan kolesterol sehingga dengan makan nasi akan membantu menyeimbangkan konsumsi kolesterol yang diperoleh dari makanan lain. Secara keseluruhan, akan membantu mencegah ibu hamil dari intake kolesterol yang berlebih dan resiko penyakit yang berkaitan dengan kolesterol seperti penyakit jantung-pembuluh darah, stroke, dll.

6. Membantu mengontrol tekanan darah.

Nasi coklat (brown rice) adalah nasi biasa (nasi putih) yang didapatkan dari beras yang digiling setengah atau diproses dengan cara menghilangkan sekamnya saja tanpa melepas kulit dalamnya dan tidak sampai menjadi beras putih.

Karena alasan ini lah brown rice dipertimbangkan sebagai makanan yang lebih sehat daripada nasi putih. Brown rice memiiki kandungan serat yang lebih banyak, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah sehingga baik untuk mengontrol gula darah. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan membantu kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Nasi coklat membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Membantu mengatasi masalah diabetes kehamilan (diabetes gestasional) yang biasanya muncul di masa hamil.

7. Membantu menjaga tekanan darah.

Nasi mengandung sodium atau garam yang rendah sehingga dapat membantu mengatur keseimbangan garam dan mengurangi efek garam yang berasal dari makanan lain yang ibu konsumsi.

8. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil.

Nasi mengandung zat anti oksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, membantu melawan penyakit dan mencegah terjadinya infeksi.

9. Membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih (ISK).

Nasi dapat bersifat diuretik yakni membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kencing pada ibu hamil.

10. Membantu mencegah insomnia pada ibu hamil.

Nasi terutama nasi coklat mengandung melatonin yang merupakan hormon tidur. Hormon ini membantu agar saraf menjadi rileks, membantu agar siklus tidur teratur sehingga ibu mendapatkan tidur yang berkualitas dan nyenyak. Bagaimana pun istirahat yang cukup merupakan hal yang penting bagi ibu hamil.

11. Membantu perkembangan otak dan saraf.

Nasi coklat mengandung neurotransmitter (zat kimia pengantar pada jaringan saraf) yang membantu meningkatkan fungsi kecerdasan dan perkembangan otak bayi/janin. Mengandung pula magnesium yang dapat membantu mengatur tonus otot dan saraf, membuat kita lebih rileks.

Selain manfaatnya yang besar di atas, konsumsi nasi juga dapat berakibat buruk. Konsumsi nasi sebaiknya dibatasi dan hindari makan nasi yang belum matang atau tidak dimasak untuk mengurangi resiko negatif pada ibu hamil.

BACA JUGA: Ibu Hamil Tak Bisa Makan Nasi, Bahayakah Bagi Janin Dan Kehamilan?

Resiko bahaya konsumsi nasi pada ibu hamil.

  1. Makan nasi yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan dan dapat menyebabkan obesitas. Oleh karena itu hanya konsumsi nasi dalam jumlah yang wajar dan tidak boleh berlebih.
  2. Nasi dapat mengandung arsen dalam jumlah yang cukup yang dapat menyebabkan resiko terjadinya bayi meninggal prematur dan bayi meninggal di dalam kandungan. Selalu batasi konsumsi nasi untuk mencegah terjadinya efek buruk ini.
  3. Nasi putih (berbeda dengan nasi coklat) memiliki indeks glikemik yang tinggi, dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, meningkatkan resiko ibu mendapatkan diabetes saat kehamilan (gestational diabetes).
  4. Ada ibu hamil yang oleh sebab tertentu, entah ngidam atau apa suka makan beras mentah, nasi yang belum benar-benar matang. Hal ini bahaya karena selain bisa menyebabkan nyeri perut, nyeri lambung juga dapat berpengaruh pada janin. Beras yang tidak dimasak juga beresiko masih mengandung pestisida atau zat kimia lainnya yang dapat berbahaya bagi ibu dan janin.

Nah, itulah manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi nasi saat hamil. Kini kita jadi tahu kalau nasi memiliki banyak menfaat dan menjadikan kita lebih berhati-hati agar konsumsinya tidak berlebih. Konsultasikan dengan dokter ahli gizi atau ahli kebidanan Anda untuk mengetahui berapa banyak nasi yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari.

Dari tulisan ini, kita juga tahu kalau nasi putih itu baik tapi akan lebih baik lagi jika kita mengonsumsi nasi coklat (brown rise). Mudah-mudahan tulisan ini memberi wawasan baru bagi ibu dan membantu menjalani kehamilan dengan lebih baik.