Memahami Perubahan Hormon Dan Perilaku Istri Saat Hamil

Memahami Perubahan Hormon Dan Perilaku Istri Saat Hamil

Saat hamil, pasangan akan berubah, benar-benar berubah. Dia tidak hanya berubah dari segi fisik seperti: berat badan istri naik, payudara lebih besar tapi juga mengalami perubahan hormon yang memicu terjadinya perubahan perilaku.

Kita akan menyadari perilaku atau tindakan istri akan berubah ketika berada di sekitar kita atau orang lain. Oleh karenanya jangan heran ketika tiba-tiba dia marah ke kita hanya karena masalah kecil. Ketika ini terjadi, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah mundur dan berusaha memahaminya.

Perubahan hormon saat hamil ini mempengaruhi mood istri. Ketika pulang kantor kita tidak tahu apa yang menanti di balik pintu, apakah istri akan menyambut dengan gembira, mendapatinya sedang menangis di sudut kamar, terdiam, rumah berantakan sama seperti saat kita meninggalkannya tadi pagi atau yang lainnya.

Yang perlu diingat adalah, semua hal ini terjadi bukan karena kesalahan istri. Saat hamil akan dilepaskan berbagai macam hormon untuk membantu mendukung kehamilan dan pertumbuhan janin. Sayangnya hormon ini juga memiliki efek lain yang diantaranya adalah perubahan emosional dan mood ibu hamil.

Perubahan perilaku akibat perubahan hormon ini tidak bisa diabaikan oleh istri. Saat dia muncul, tak ada yang bisa istri lakukan kecuali menurutinya.

Jenis hormon yang dikeluarkan saat hamil muda.

Hormon yang dihasilkan pada awal-awal masa kehamilan adalah:

1. HCG atau human chorionic gonadotropin.

Ini adalah hormon paling awal diproduksi saat hamil. Hormon ini jugalah yang dideteksi saat kita pertama kali ingin mengetahui hamil atau tidak. Hormon inilah yang membuat tespek (testpack) kehamilan berubah menjadi garis dua.

HCG berperan untuk menyiapkan segala sesuatunya pada rahim dan plasenta untuk mendukung pertumbuhan janin.

Hormon ini juga dipercaya sebagai penyebab terjadinya mual-muntah saat hamil (morning sickness) dan perasaan gampang lelah pada ibu hamil.

2. Hormon progesteron.

Hormon ini berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Efek lain hormon ini adalah terjadinya gangguan lambung/pencernaan, nyeri payudara, rasa penuh atau kembung pada perut serta pembengkakan pada tungkai ibu hamil.

BACA JUGA: Persiapan Persalinan Untuk Ayah. Melahirkan Lebih Lancar Dan Bebas Stres

3. Estrogen.

Hormon ini berperan untuk mendukung plasenta (ari-ari) selain mengakibatkan perubahan emosi atau mood ibu hamil.

Bagaimana suami bersikap atas perubahan hormon/perilaku istri saat hamil?

Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan perubahan hormon saat hamil. Itu semua terjadi secara alami.

Itu membuat kita mengetahui, istri sebenarnya membutuhkan dukungan kita. Kita harus sadar untuk tidak terpancing, tidak terbawa emosi, hanya melakukan hal yakni menutup mulut, menyetujui apa yang dia katakan dan meminta maaf (meski kita tidak melakukan kesalahan).

Kita harus mengingatkan diri sendiri bahwa itu bukanlah dirinya, saat ini dia mengalami masa sulit dan dia sama sekali tidak bermaksud mengatakan atau melakukan itu.

Perilaku istri di akhir-akhir masa kehamilan.

Mendekati hari perkiraan persalinan (due date), hormon akan memancing perilaku istri yang disebut dengan perilaku ‘nesting’. Perilaku dimana ibu hamil tiba-tiba memiliki keinginan yang kuat untuk membersihkan dan membereskan rumah, menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut bayi baru.

Rumah akan menjadi bersih sampai sudut-sudutnya dan ini tentu saja baik. Hanya saja, amankan barang yang kira-kira masih kita butuhkan jangan sampai masuk ke tempat sampah karena dianggap sudah tidak digunakan lagi oleh istri.

BACA JUGA: Menjadi Calon Ayah Yang Suportif Untuk Ibu Hamil

Efek perubahan hormon pasca melahirkan.

Setelah persalinan, kadar hormon akan menurun drastis dan itu akan membuat istri menjadi moody (mood gampang berubah) dan merasa tertekan. Ditambah beban pasca melahirkan, mengurus bayi baru lahir dan stres yang menyertainya saat ini suami harus sabar dan berusaha membantu istri untuk melewati masa ini. Yakinlah ini tidak akan terjadi selamanya dan istri akan kembali seperti sebelumnya yang kita kenal.

Kita harus waspada, perubahan hormon ini ditambah stres pasca melahirkan bisa memicu keadaan yang lebih berat yang disebut dengan depresi pasca melahirkan (postpartum depression).

Keadaan ini bisa terjadi kepada siapa saja ibu pasca melahirkan. Perhatian kita dan mencoba memahami istri, memberinya waktu untuk istirahat, memberinya kesempatan untuk mencurahkan keluh kesan dan perasaannya akan sangat membantu.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik bagaimana cara melewati masa ini.

Itulah hal-hal yang suami bisa ketahui tentang perubahan hormon istri saat hamil. Mudah-mudahan bermanfaat.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.