Menstruasi Pertama Pasca Melahirkan, Ibu Bisa Hamil Tanpa Haid Dulu

Menstruasi Pertama Pasca Melahirkan, Ibu Bisa Hamil Tanpa Haid Dulu

Hamil selama sembilan bulan tanpa haid lalu melahirkan buah hati, ibu mungkin bertanya-tanya kapan saya akan mendapatkan menstruasi kembali?

Mungkin tidak ada ibu yang mengharapkan tamu bulanannya cepat kembali. Meski bagaimanapun, cepat atau lambat, menstruasi ibu pasti akan kembali dan itu tandanya ibu sudah kembali subur. Menstruasi pertama setelah melahirkan adalah tanda bahwa kita telah melewati suatu fase dan kini siap untuk menjalani fase berikutnya.

Tentu saja setiap ibu berbeda, ada yang menyusui bayinya tapi ada juga ibu yang tidak menyusui dan mendapatkan kembali menstruasinya lebih cepat. Cepat atau lambatnya ibu mendapatkan menstruasi pertama setelah melahirkan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Kapan ibu mendapatkan haid pertamanya setelah melahirkan?

Sebagian besar ibu, 70-80 persen mendapatkan siklus haidnya kembali 8 bulan setelah melahirkan. Kita tidak bisa memastikan waktu tepat kapan haid akan kembali karena setiap ibu berbeda-beda. Cepat atau lambatnya haid dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Faktor penting yang mempengaruhi kembalinya haid setelah melahirkan adalah aktivitas menyusui.

BACA JUGA: Agar Bayi Belajar Jalannya Lebih Cepat, Jangan Pakaikan Sepatunya

Segera setelah ibu melahirkan, tubuh ibu akan secara otomatis memproduksi hormon yang disebut dengan prolaktin. Hormon ini akan memberikan sinyal ke tubuh untuk memproduksi ASI dan mencegah terjadinya ovulasi yakni pelepasan telur/ovum. Seperti kita tahu, ibu menjadi subur dan siap dibuahi saat terjadi ovulasi. Ketika dibuahi ibu akan hamil.

Yang terjadi pada ibu yang menyusui eksklusif bayinya adalah, ketika kadar hormon prolaktin tinggi, pelepasan sel telur (ovum) tidak akan terjadi dan ibu tidak akan mendapatkan haid.

Apabila ibu memilih untuk memberikan susu formula ke bayi atau memberikan ASI yang diselingi dengan pemberian sufor (tidak melulu menyusui), kadar prolaktin dalam tubuh akan mendatar dan mulai turun. Ketika tidak ada prolaktin yang menghambat keluarnya telur, ibu akan kembali subur dan bisa hamil.

Pada ibu yang memberikan susu formula ke bayinya, haid biasanya akan kembali dalam 7 sampai 9 minggu pasca melahirkan (sekitar 2 bulan pasca persalinan). Haid ibu bisa saja kembali saat ibu masih menyusui. Menstruasi ibu kali ini mungkin saja menjadi tidak teratur, terjadi hanya setiap beberapa bulan (tidak teratur tiap bulannya).

Seperti apa menstruasi pertama pasca melahirkan, apakah sama dengan haid sebelum hamil?

Sebagian ibu akan merasa haidnya sedikit berbeda dengan haid sebelumnya. Awalnya ibu akan mengalami haid/perdarahan yang ringan (sedikit) dan adanya flek/spotting (perdarahan sedikit) seiring dengan kurangnya pemberian ASI.

Perubahan haid yang mungkin akan ibu alami pasca melahirkan:

  • Nyeri haid (kram) yang bisa lebih ringan atau berat dari biasanya.
  • Adanya perdarahan spot/flek ringan.
  • Haid yang deras.
  • Haid keluarnya seperti berhenti lalu keluar kembali.
  • Siklusnya tidak teratur.
  • Nyerinya terasa meningkat.

Ibu bisa mendapatkan haid yang banyak, lebih dari biasanya dengan nyeri yang lebih hebat di menstruasi penuh pertama setelah melahirkan.

BACA JUGA: Adakah Cara Agar Rambut Bayi Cepat Tumbuh? Tips Untuk Bayi Dengan Rambut Tipis

Di tengah keadaan haid yang tidak teratur dan perdarahan yang kadang sedikit atau banyak, kita mungkin merasa khawatir terjadi sesuatu dengan siklus menstruasi kita pasca melahirkan.

Ibu tidak perlu khawatir karena ini adalah hal yang normal dimana tubuh sedang pulih dari proses hamil dan melahirkan.

Haid atau menstruasi pasca persalinan.

Siklus haid kembali normal pasca melahirkan.

Setelah siklus haid kembali seperti sebelum hamil, itu berarti ibu sudah subur kembali dan setiap bulannya ibu akan mengalami menstruasi.

Kapan ibu harus khawatir dengan haidnya pasca melahirkan?

Saat perdarahan atau darah mens sangat banyak dan deras dari biasanya atau saat perdarahan sedikit yang terjadinya lebih dari 1 minggu sebaiknya Anda periksa ke dokter untuk diketahui penyebab dan cara mengatasinya.

Selain itu hubungi dokter ketika mengalami salah satu di bawah ini:

  • Haid yang disertai dengan nyeri tiba-tiba dan hebat.
  • Disertai dengan demam.
  • Keluar gumpalan/bekuan darah yang besar.
  • Cairan/sekret yang keluar dari vagina berbau.
  • Sakit kepala berat.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Apakah bisa hamil meskipun ibu belum mendapatkan haid pertama setelah melahirkan?

Jawabannya ya, ibu bisa hamil tanpa haid terlebih dahulu jika melakukan hubungan.

Ada ibu yang memanfaatkan menyusui sebagai metode kontrasepsi tapi tidak ada jaminan bahwa dengan menyusui ibu tidak akan hamil. Saat menyusui, hormon prolaktin dilepaskan untuk menghambat terjadinya ovulasi (agar ibu tidak subur), membuat ibu memiliki kesempatan untuk merawat bayinya, tapi itu tidak menjamin ibu tidak akan hamil 100%.

Kalau kita memberikan ASI ke bayi, menyusui hanya akan menunda terjadinya ovulasi selama 6 bulan.

Ibu yang meneruskan menyusui setelah bayinya berumur 6 bulan tetap bisa mendapatkan haidnya kembali dan kembali subur. Masalahnya adalah, haid umumnya terjadi 2 minggu setelah ovulasi sehingga kita tidak tahu kalau kita sudah kembali subur atau tidak (tidak ada peringatan).

Oleh karena itu, kalau ibu melakukan hubungan seksual di masa nifas sebelum haid pertama dan bertepatan dengan masa subur (saat ovulasi), ibu bisa hamil. Di masyarakat kehamilan susulan ini biasa disebut dengan kehamilan sundulan.

BACA JUGA: Hubungan Intim Setelah Melahirkan. Sakit, Berdarah Setelah Berhubungan Normalkah?

Jadi, kecuali kalau Anda ingin hamil lagi, gunakan alat kontrasepsi jika Anda aktif melakukan hubungan seksual pasca melahirkan. Jangan menunggu haid dulu baru menggunakan kontrasepsi. Penggunaan kondom bisa membantu, pemasangan IUD setelah melahirkan juga bisa dipertimbangkan.

Pengaruh haid terhadap menyusui.

Ibu menyusui yang mengalami haid akan memiliki asi yang sedikit berbeda. Adanya haid akan mempengaruhi asi yang diberikan ke bayi. Perbedaannya mungkin kecil sekali dan tidak akan mempengaruhi dan menghalangi ibu memberikan asi ke bayi.

Pada ibu lainnya, kembalinya menstruasi bisa membuat asi menjadi berkurang/seret.

Saat menyusui dan haid datang, akan terdapat perubahan suplai asi dan respon bayi terhadap asi. Hormon yang dikeluarkan saat menstruasi mempengaruhi komposisi asi dan rasa asi yang diminum oleh bayi.

Suplai asi menurun, bayi tidak menyusu sesering seperti sebelumnya mungkin akan ibu alami.

Kontrasepsi pasca melahirkan, apa pilihan kontrasepsi untuk ibu menyusui?

Menyusui adalah metode KB alami yang dipakai oleh beberapa ibu setelah melahirkan. Diketahui, hanya sedikit ibu yang hamil apabila ibu menyusui dengan intens. Meski demikian, menyusui tidaklah menjamin ibu tidak akan hamil.

Kecuali Anda bisa menjamin dan benar-benar hanya memberikan asi eksklusif kepada buah hati, tanpa memberikan bayi apapun selain asi, seperti menyelingi pemberian asi dengan susu formula, dll kontrasepsi dengan menyusui cukup efektif.

Jika ibu menyusui dan sudah mengalami haid itu artinya ibu tidak terproteksi dan bisa hamil. Cukup sulit untuk menentukan kapan ibu akan mengalami ovulasi sehingga tidak ada cara lain untuk mencegah terjadinya kehamilan kecuali dengan penggunaan kontrasepsi.

Ada beberapa pilihan kb untuk ibu yang sudah haid lagi pasca melahirkan tapi tetap ingin menyusui bayinya. Kontrasepsi yang cocok dan aman umumnya adalah kontrasepsi yang tidak mengandung hormon (non hormonal) seperti IUD (intrauterine device), diafragma dan kondom. Ada juga tersedia kontrasepsi hormonal yang bisa diberikan/aman untuk ibu menyusui, misalnya pil KB yang hanya mengandung progestin bisa diberikan atau pil KB yang mengandung dosis estrogen dan progestin yang rendah. Ibu tinggal konsultasi dengan dokter tentang pilihan kontrasepsi yang paling tepat.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.