Memilih Minuman Yang Baik Dan Sehat Untuk Anak

Memilih Minuman Yang Baik Dan Sehat Untuk Anak

Memilih minuman yang baik dan sehat untuk anak mungkin luput dari perhatian Moms padahal itu sama pentingnya saat memilih makanan untuknya. Anak-anak biasanya suka jajan sembarangan sehingga Moms dan Dads harus memperhatikan minuman yang dikonsumsinya.

Beragam minuman kemasan yang tersedia di pasaran biasanya memiliki kadar gula dan pemanis yang berlebih sehingga tidak baik untuk anak. Moms bisa mulai mendidik buah hati untuk menjalankan pola hidup yang sehat dengan memilih minuman yang sehat dan bernutrisi untuknya.

Apa sih sebenarnya minuman yang sebaiknya diberikan kepada bayi dan anak? Apa saja minuman yang boleh diberikan ke anak sesuai dengan usianya? Kalau makanan tentu Moms dan Dads sudah tahu kan?

Berikut ini panduan bagaimana memilih minuman untuk buah hati.

Anak di bawah usia 6 bulan.

Bayi hanya membutuhkan dan hanya boleh diberikan ASI dan susu formula sampai ia berusia 6 bulan. Sufor dan ASI pada usia ini merupakan makanan sekaligus minuman untuk bayi.

Anak usia 6 sampai 12 bulan.

Minuman yang sehat untuk anak pada usia ini adalah air bersih yang sudah dimasak dalam jumlah kecil. Bisa diberikan setelah anak berusia lebih dari 6 bulan dengan cangkir atau sippy cup dan bukan dengan botol untuk membantu anak memegang gelas minumnya, melatih motoriknya dan mencegah gangguan pertumbuhan tulang rahang/gigi di kemudian hari.

Pemberian hanya boleh air dalam jumlah kecil. Memberi anak terutama ASI dan susu formula akan menjaga anak tetap mendapatkan gizi yang cukup dari makanan. Minuman selain itu tidak akan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi penting anak.

Setelah usia 12 bulan.

Anak setelah usia 12 bulan tetap bisa diberikan ASI jika ibu merasa anak masih membutuhkannya. Jika buah hati Moms mendapatkan susu formula, ia sudah tidak harus diberikan lagi susu formula.

Ia dapat diberikan air yang sudah dimasak atau air minum kemasan. Jika pemberian nutrisinya sudah cukup dan seimbang ia dapat diberikan susu pasteurisasi, susu murni, susu yang mengandung lemak penuh.

Anak sebaiknya tidak diberikan susu yang kandungan lemaknya dikurangi karena di usia ini anak masih membutuhkan semua zat gizi yang diperlukannya untuk aktif, tumbuh dan berkembang.

Anak usia 2 tahun atau lebih.

Batita, balita dan anak yang lebih besar dapat diberikan air seperti yang biasa kita konsumsi dan susu. Kebutuhan cairannya harus terpenuhi untuk menunjang keaktifannya dan agar ia senantiasa terhidrasi. Anak sangat aktif berlari ke sana ke mari, sehingga ia membutuhkan air yang cukup. Kebutuhan cairannya akan makin penting untuk dipenuhi di saat musim kemarau.

Anak membutuhkan air putih untuk mendukung pertumbuhan dan metabolismenya.

Air selain dapat menjaga suhu tubuh dan menjaga fungsi organ, juga membantu mencegah terjadinya susah buang air besar (konstipasi), mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang, membantu menjaga berat badan ideal anak dan membantu meningkatkan fungsi otak anak.

BACA JUGA: VAKSIN PCV, IMUNISASI TAMBAHAN UNTUK CEGAH PENYAKIT BERBAHAYA

Bagaimana mengajarkan anak agar suka minum air.

Karena pentingnya untuk tumbuh kembang dan menunjang aktivitasnya, mendorong anak untuk senantiasa minum perlu dilakukan. Moms dan Dads bisa mempraktekkan hal berikut ini:

  1. Anak suka meniru. Manfaatkan sifat alami anak tersebut dengan memberikannya contoh. Seluruh anggota dapat mencontohkan dengan selalu minum air. Menjadikan air sebagai minuman utama. Saat ia melihat itu, ia akan terdorong untuk melakukannya juga.
  2. Siapkan senantiasa air di atas meja di waktu makan atau di snack time.
  3. Jadikan tempat minum mudah diakses oleh semua anggota keluarga di rumah. Berikan anak botol minum sehingga dia dapat minum setiap saat. Ajarkan juga ia cara mengisi ulang botol air minumnya.
  4. Bawalah botol minuman air ketika keluar bersama anak.
  5. Untuk anak yang lebih besar siapkan air dingin di dalam lemari es. Moms bisa memasukkan sedikit kristal es batu untuk menarik perhatiannya.

Minuman yang tidak sehat untuk anak.

Minuman yang sebaiknya dihindari anak adalah:

Hindari minuman jus buah kemasan.

Jus buah dalam kemasan biasanya mengandung gula yang tinggi dan asam tapi tidak memiliki serat yang banyak sehingga akan lebih baik jika anak makan buah dari pada minum jus buah dalam kemasan yang memiliki kadar gula berlebih yang tidak dibutuhkan oleh anak.

Di supermarket banyak tersedia jus buah dalam kemasan yang praktis. Kalau Moms terpaksa harus memberikan jus buah ke anak, pastikan hanya diberikan dalam jumlah kecil. Moms bisa menambahkan air atau es ke dalam jusnya atau Moms bisa membuatkan jus buah yang diblender sehingga anak tetap mendapatkan seratnya.

Sama seperti pada orang dewasa, anak sebaiknya mengonsumsi air, susu atau makan buah segar saja daripada jus kemasan. Dengan demikian anak akan puas karena hausnya hilang tanpa menambah gula yang tidak baik.

BACA JUGA: IMUNISASI JE, AGAR ANAK TERHINDAR RADANG OTAK BERBAHAYA

Bagaimana dengan minuman kemasan lainnya atau softdrink?

Semua minuman kemasan yang dalam kemasan yang mengandung banyak gula dan tanpa zat gizi di dalamnya tidak boleh diberikan ke anak.

Anak yang diberikan minuman seperti ini akan merasa kenyang tapi kehilangan zat gizi penting yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Anak beresiko gemuk atau mengalami obesitas dan gigi berlubang (caries gigi).

Selain itu minuman kemasan biasanya juga mengandung banyak kafein yang dapat membuat anak lebih aktif dan senang berlebihan. Selain itu, kafein dapat membuat anak mengalami masalah tidur.

Air minum kemasan dapat mengandung mineral berlebih yang tidak baik karena dapat meningkatkan kerja ginjal. Selain itu ada air kemasan yang ditambahkan dengan rasa tertentu yang biasanya mengandung kadar gula tinggi.

Anak minum teh atau kopi.

Teh dan kopi mengandung kafein atau sejenisnya yang dapat mempengaruhi tidur anak, tingkah laku dan perkembangan anak. Teh di sini termasuk teh herbal yang dapat mengandung bahan yang berbahaya bagi anak sehingga sebaiknya dihindari.

Sebagai pengganti teh dan kopi berikan ia coklat hangat, anak biasanya menyukai rasa coklat. Ini bisa diberikan setelah ia berusia 2 tahun atau lebih tapi tetap tidak boleh sering diberikan hanya untuk variasi. Nutrisi utamanya tetap harus ia dapatkan dari makanan yang dia makan.