Penyebab Dan Solusi Mengatasi Anak Yang Sulit Tidur

Untuk mengatasi masalah tidur pada anak seperti: sulit mulai tertidur, tidurnya tidak nyenyak Anda bisa menerapkan kebiasaan yang baik seperti yang sudah dijelaskan di tulisan sebelumnya, tips agar anak tidurnya nyenyak. Gangguan tidur anak biasanya khas dan mudah dikenali yang berhubungan dengan mimpi buruk, gelisah di malam hari dan tidur sambil berjalan (sleepwalking).

Selain itu masalah tidur ini dapat terjadi karena adanya penyakit tertentu, gangguan kesehatan dan keadaan psikis (kecemasan). Pada keadaan tertentu Anda mungkin harus menghubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan.

Masalah tidur anak biasanya ringan dan mengatasinya juga mudah asal kita bisa menemukan penyebabnya.

Penyebab masalah tidur pada anak dan solusinya.

1. Anak khawatir.

Meskipun masih kecil anak bisa merasa khawatir terhadap sesuatu yang dekat dengan dunianya. Ia dapat khawatir pada hal kecil yang mungkin bagi kita bukan hal yang penting. Jika kita tidak membantunya memecahkan kekhawatirannya tersebut ia bisa kesulitan untuk tidur atau sulit untuk kembali tidur saat terbangun di tengah malam.

Anak bisa khawatir karena memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan sekolah seperti pekerjaan rumah, tugas sekolah atau ia baru masuk sekolah dengan lingkungan baru, teman baru dan lainnya.

Ia juga bisa tidak tidur karena pengalaman buruk akibat menonton video menakutkan di youtube atau acara tv yang dinontonnya.

Jika Anda mengetahui penyebabnya bantu ia dengan menjelaskannya dan yakinkan dia untuk tenang dan tidak perlu terlalu khawatir.

2. Anak terlalu aktif sebelum waktu tidur.

Banyaknya aktivitas, keriuhan menjelang waktu tidur dapat membuat anak sulit tidur. Anak aktif bermain, terlalu bersemangat menjelang tidur sebaiknya dihindari 1 sampai 2 jam menjelang waktu tidurnya agar ia memiliki waktu untuk lebih tenang dan siap untuk tidur.

3. Kamarnya panas, lampu kamarnya terlalu terang.

Ciptakan suasana yang nyaman untuknya untuk tidur. Lingkungan kamar yang tidak ‘bersahabat’ dapat menyulitkannya jatuh tertidur. Lampu kamar yang redup, tenang tidak ribut dengan suhu yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin dapat menciptakan suasana yang baik agar anak gampang tertidur.

BACA JUGA: LAMA TIDUR BAYI SESUAI USIANYA. USIA BERAPA TIDURNYA TERATUR?

4. Aktivitas fisik yang kurang.

Aktivitas fisik anak yang kurang di siang hari dapat membuat anak merasa tidak terlalu lelah secara fisik sehingga tidak membuatnya cukup mengantuk di waktu tidur di malam hari.

Dorong anak untuk aktif bermain di siang hari, bermain di taman atau di luar rumah sehingga ia juga mendapatkan sinar matahari yang baik untuk tubuhnya.

5. Kebiasaan makan yang tidak baik.

Apa yang dimakan oleh anak dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Minum minuman seperti softdrink, kopi, teh dapat membuat anak sulit untuk tidur.

Selain itu anak yang tidur saat lapar atau terlalu kenyang juga dapat membuatnya tidak nyaman dan membuatnya sulit tidur. Oleh karena itu rencanakan pemberian makannya sehingga saat ia tidur ia sudah tidak lapar lagi atau tidak makan terlalu banyak menjelang tidur.

6. Ngompol saat tidur.

Anak yang tidak dibiarkan ke toilet sebelum tidur mungkin akan terbangun di malam hari karena ngompol dan tidak nyaman dengan tempat tidurnya yang basah.

Oleh karena itu biasakan anak untuk buang air kecil sebelum tidur di malam hari. Anda bisa mulai melatih anak toilet training ketika ia berusia kira-kira 1 tahun 6 bulan.

7. Mimpi buruk, gelisah di malam hari, sleepwalking.

Beberapa anak dapat terbangun di malam hari, menangis, berteriak, ketakutan karena mengalami mimpi buruk. Meski ini adalah hal yang normal, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila ini bertahan lama atau membuat Anda terlalu khawatir.

Beberapa anak ada yang mengalami sleepwalking (tidur berjalan, ngelindur) dimana anak bangun dan berjalan, bicara, duduk saat ia masih tertidur. Anak saat mengalami ini sebenarnya tidak bangun meski matanya dapat terbuka karena ia tidak sadar.

Berita baiknya, keadaan ini tidak akan bertahan lama dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia anak. Saat anak sleepwalking jangan bangunkan ia karena itu hanya akan membuatnya takut. Bimbing dia dengan tenang untuk kembali tidur.

Anda bisa membuat kamar anak atau rumah aman sehingga saat ia mengalami sleepwalking ia tidak membahayakan dirinya.

8. Anak mengalami sakit kronis.

Anak yang sakit lama (kronis) seperti epilepsi atau asma juga bisa mempengaruhi kualitas tidur anak. Anda sebaiknya terus kontrol ke dokter mengenai kondisi anak sehingga bisa dilakukan intervensi jika keadaannya membutuhkan perhatian lebih.

BACA JUGA: POSISI AMAN KEPALA BAYI SAAT TIDUR CEGAH SIDS, KEPALA GEPENG

9. Anak flu atau mengalami infeksi telinga.

Anak bisa merasa kesulitan bernapas saat mengalami flu atau merasa nyeri saat mendapat infeksi telinga (otitis media) yang membuatnya sulit untuk tidur.

Anda tak perlu khawatir karena ini adalah hal yang biasa terjadi. Setelah masalah pileknya atau infeksi telinganya sembuh ia akan kembali ke kondisi semula dan tidurnya akan kembali baik.

Bisa saja setelah sembuh anak merasa ia memiliki waktu lebih dan mengharapkan perhatian lebih seperti saat ia masih sakit. Anda sebaiknya tetap konsisten dengan rutinitas tidurnya agar anak memiliki kebiasaan tidur yang baik seperti sebelumnya.

Kesabaran Ibu sangat penting.

Saat mencoba menidurkan buah hati, ia mungkin akan rewel mencoba memberi banyak alasan untuk tidak tidur, masih ingin bermain, merasa gerah, ingin pipis, mencari boneka kesukaannya dan lain-lain. Saat menghadapi hal seperti ini ibu harus tetap berkepala dingin dan sabar.

Cobalah menanggapinya dengan bersikap tenang dan lembut dan ajak ia untuk kembali ke tempat tidurnya. Tidak perlu menambah kegelisahan anak dengan bersikap keras atau frustasi yang hanya akan menyulitkan anak pergi tidur.