Tandanya Kalau Bayi Kenyang, Cukup Mendapatkan ASI Dari Ibu

Tandanya Kalau Bayi Kenyang, Cukup Mendapatkan ASI Dari Ibu

Mungkin Anda salah satu Moms yang merasa khawatir asi yang diberikan ke buah hati sedikit, tidak cukup, khawatir bayi akan kekurangan nutrisi dan kurang kenyang. Merasa payudara tidak keras, apalagi ini dialami di hari-hari pertama pasca melahirkan.

Tidak seperti kalau memberikan susu formula ke bayi, dengan menyusui ibu tidak bisa mengetahui berapa botol susu yang sudah diminum bayi. Kita pun tidak bisa menentukan berapa banyak asi yang masih tersisa di payudara setelah menyusui.

Sebagai ibu yang belum berpengalaman, apalagi baru menjadi orang tua, khawatir, bingung adalah hal yang wajar. Untuk menjawab ini kita perlu memperluas wawasan kita sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir dan dapat merawat buah hati tanpa perasaan was-was.

Untungnya ada hal yang bisa kita jadikan patokan untuk mengetahui asi cukup atau tidak, bayi menyusunya cukup atau tidak.

Menyusui bayi dimana bayi langsung mengisap dari payudara moms akan sulit menghitung berapa banyak yang masuk ke bayi. Bayi berbeda dengan orang dewasa. Bayi belum bisa menjelaskan kalau dia sudah kenyang atau tidak. Tapi bayi dapat menunjukkan tanda-tanda kalau dia sudah kenyang atau tidak. Melalui tanda-tanda ini moms bisa mengetahui asinya yang diberikan ke buah hati cukup.

Ciri dan tanda yang bisa ibu lihat kalau bayi menyusunya cukup.

Ciri-ciri bayi mendapatkan asi yang cukup:

Berikut ini beberapa cara yang moms bisa gunakan untuk menilai apakah bayi benar-benar meminum asinya atau hanya tampak mengisap tanpa mendapatkan asi yang cukup.

Berat badannya naik.

Jadi bayi itu sebaiknya ditimbang setiap minggu, di rumah sakit bayi bahkan ditimbang setiap hari.

Dalam jangka panjang, berat badan adalah indikasi yang paling akurat untuk menilai bayi, nutrisinya berupa asi cukup atau tidak.

– 0-4 bulan: kenaikannya 170 gram/minggu

– 4-6 bulan: kenaikannya 113- 141 gram/minggu

– 6-12 bulan: kenaikannya 56- 113 gram/minggu

Menggunakan berat badan sebagai dasar untuk mengetahui bayi cukup minum asinya atau tidak adalah cara yang paling praktis dan akurat.

Setiap minggu pada hari dan jam yang sama sebelum menyusui timbang bayi dengan timbangan yang sama.

Bayi sebaiknya ditimbang dalam keadaan telanjang, tanpa memakai popoknya. Popok basah bayi bisa memiliki berat beberapa ratus gram sehingga bisa mengaburkan berat badan bayi yang sebenarnya.

Mom juga bisa melakukan cara yang lebih praktis. Timbang bayi setiap sebelum menyusui. Setelah menyusui 15 menit di tiap payudara, berarti 30 menit untuk kedua payudara, timbang kembali bayi.

Kalau timbangannya naik berarti dia benar-benar mendapatkan asi. Selisih beratnya adalah jumlah asi yang masuk ke bayi.

Perlu diperhatikan, di hari-hari pertama kelahiran bayi, berat badan bayi akan turun dan ini normal. Makanya kita mungkin akan mendapatkan bayi yang lebih kurus daripada saat ia lahir. Penurunan berat badan ini tidak boleh lebih besar dari 10 persen dari berat lahirnya.

Popok basahnya, seberapa sering bayi buang air kecil.

Diaper bayi yang signifikan dikatakan basah adalah seperti kalau kita menuangkan 4 sampai 6 sendok air ke popok bayi. Apabila bayi buang air kecilnya lebih sering artinya popoknya lebih sedikit basahnya (dan popok lebih sering diganti). Ini artinya cairan dan makanan yang masuk ke bayi mencukupi.

Popok bayi akan lebih basah pada pagi hari dan pada bayi yang lebih tua.

Ganti popok sebanyak minimal 6 kali per hari bisa dianggap bayi mendapatkan asi yang cukup.

Saat ini popok bayi didesain untuk ekstra kering sehingga meskipun bayi kencingnya sering, popoknya masih terasa kurang basah. Meskipun demikian popok yang penuh tentu terasa lebih berat.

Popok kotor, buang air besar bayi. Berapa kali pupnya.

Jadi jangan salah, tiap bayi berbeda-beda, jangan sampai kita membandingkan bayi kita dengan bayi yang lain. Belum tentu usianya sama, belum tentu pula kebiasaannya sama, termasuk apakah dia bayi asi atau bukan.

Berapa kali bayi buang air besar perhari bisa berkali-kali sampai hanya 1 kali buang air dalam 7 sampai 10 hari atau lebih. Bayi ketika usianya sudah 1 bulan lebih akan memiliki kebiasaan BAB yang lebih jarang.

Jadi ini semuanya normal asal, lihat tanda lainnya, kenaikan berat badannya normal.

Bayi asi dan bayi susu formula, kotoran atau pupnya berbeda. Bayi asi biasanya konsistensinya lebih cair dan lunak berwarna kuning cerah, sedangkan bayi sufor lebih padat dan bertekstur berwarna hijau.

Pada bayi yang mendapatkan asi dan susu formula, tektur pupnya lebih beragam antara padat dan cair.

Asi karena mudah diserap, sisanya tidak akan banyak dibuang menjadi pup. Kalau bayinya mengeluarkan pup berwarna hitam, itu normal ya bun, biasanya adalah sisa cairan ketuban yang sudah dicerna, terjadi pada hari pertama dan kedua pasca lahir.

Dua hal berurutan berikut di bawah ini adalah hal yang khas pada bayi yang menyusui dan menjadi tanda kalau bayi puas karena menyusuinya cukup:

Ada gerakan menelan saat menyusu.

Saat menyusui ibu bisa perhatikan leher bagian depan bayi (dagu bagian bawah) terlihat gerakan menelan naik dan turun lalu jeda. Ini menandakan bayi menekan payudara dengan dagunya lalu berhenti beberapa saat untuk mengisi mulutnya dengan asi lalu menelannya. Kalau hanya gerakan naik turun berarti bayi tidak mendapatkan asi atau asinya kurang/tidak lancar.

Ada bunyi decap bayi mendapatkan asi.

Ibu bisa mendengar bayi menelan asi dengan suara seperti decap, surp..surp.. ck..ck.. glek..glek, dll. Tapi bunyi ini kadang tidak terdengar pada bayi tertentu jadi, langsung memvonis bayi tidak mendapatkan asi  kalau tidak mendengarkan suara ini adalah hal yang salah. Masih ada tanda lainnya seperti di atas yang bisa moms lihat.

Saat menyusu atau setelah menyusui payudara terasa lebih lembek.

Payudara terasa lebih lembek, lunak, kempis artinya asi di dalam payudara menjadi berkurang dan bayi mendapatkan asi. Sebaliknya apabila payudara terasa tetap penuh artinya bayi tidak mendapatkan cukup asi.

Bayi terlihat puas, tertidur pulas setelah disusui.

Bayi yang kenyang tentu tidurnya akan pulas, selain itu ia akan terlihat ceria, aktif dan senang. Saat dia lapar lagi dia akan bangun dan meminta untuk disusui kembali.

Bayi yang berumur beberapa hari (10 hari) yang tidur sepanjang malam, harus dibangunkan untuk menyusu, mungkin menjadi tanda bayi malah mendapatkan makanan (asi) yang kurang oleh karena itu perhatikan pula tanda-tanda lainnya yang sudah disebutkan di atas.

Ibu tidak perlu terlalu terobsesi dengan semua hal di atas. Selama bayi menyusuinya lancar, berat badannya naik dan bayi terlihat sehat dan ceria tanpa adanya hal yang tidak biasanya, tidak ada yang perlu moms khawatirkan.

Nah, cukup mudah kan mengetahui kalau asi yang moms berikan cukup atau tidak. Jadi, jangan cepat-cepat menjudge ya kalau asi kita kurang atau tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi yang membuat banyak ibu cepat beralih ke susu formula.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.