Perlunya Membatasi Tayangan TV Bayi, Anak Usia Di Bawah 2 Tahun

Perlunya Membatasi Tayangan TV Bayi, Anak Usia Di Bawah 2 Tahun

Dokter spesialis anak menganjurkan agar orang tua tidak membiarkan anaknya menonton tv atau menggunakan smartphone sebelum usianya mencapai 18 bulan. Faktanya sekarang, banyak anak yang sudah diperkenalkan dengan tayangan tv atau youtube sebelum usia itu, bahkan berdasarkan survei, sebagian besar anak di bawah usia 1 tahun sudah pernah menggunakan handphone.

Perlu diketahui, bayi meskipun menyukai objek yang bergerak, objek yang terang dan menarik tapi ia belum dapat memahami atau menginterpretasikan apa yang dilihatnya tersebut.

Otak bayi membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk berkembang dan mengerti simbol/tanda yang dilihatnya di layar. Yang dibutuhkan anak adalah interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Bayi butuh menyentuh, merasakan, menggoyang, melihat dan mendengar objek dan suara orang-orang di sekitarnya. Anak dapat menyentuh dan menggeser layar hp tapi keterampilan tersebut tidak akan banyak bermanfaat di kehidupan nyata.

Tentu saja anak tetap dapat menggunakan whatsapp untuk video call dengan kakek atau neneknya yang jauh di sana tapi itu tidak cukup untuk merangsang perkembangannya ke tahap yang lebih optimal.

Mungkin ada orang tua yang mengatakan, tapi kok bayi saya menikmatinya. Ia terlihat tenang saat diberikan hp ketika makan. Ia menjadi tertarik untuk makan ketika ia menonton. Bukannya itu lebih baik ya daripada ia kelaparan karena tidak makan?

Ketahuilah, efek menonton pada bayi jauh lebih buruk dari misalnya ia kelaparan. Anak bagaimana pun kalau lapar ia pasti akan ‘meminta’ makan. Sayangnya, screen time yang berlebihan pada bayi dan anak di bawah usia 18 bulan dapat berakibat negatif seperti gangguan perkembangan bahasa (anak lambat bisa berbicara), gangguan keterampilan membaca, gangguan daya ingat jangka pendek dan akibat buruk lainnya termasuk gangguan tidur dan sulit mengalihkan perhatian.

Apa akibat buruk tayangan tv dan video bagi bayi atau anak usia di bawah 2 tahun?

Efek tv tidak sebatas dari efek yang anak dapatkan saat menonton tapi apa yang anak tidak dapatkan karena waktunya dia habiskan untuk menonton.

Anak dapat belajar banyak dengan berinteraksi dengan orang tua, dengan mainannya ataupun dengan benda yang ada di sekitarnya. Interaksi ini begitu kompleks dan secara alami dibutuhkan oleh anak untuk menstimuli atau merangsang perkembangan.

BACA JUGA: HAL-HAL YANG SEHARUSNYA TIDAK BOLEH DILAKUKAN PADA BAYI

Anak di bawah usia 2 tahun belajar banyak dari melempar bola, meremas mainannya daripada ia menonton tv. Meski tv menyala dan tidak ada yang menonton itu sudah cukup untuk menghambat perkembangan anak.

Orang tua berbicara mengeluarkan ratusan hingga ratusan kata per hari yang didengarkan oleh anak yang berada di sekitar orang tua. Itu secara tidak langsung akan membantu perkembangan bahasa anak, memperkaya perbendaharaan kosakata anak dan melatih fungsi pendengarannya. Ini tidak akan didapatkan anak jika ia hanya menonton tv.

Gangguan perhatian (atensi) juga dapat terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun. Dengan menonton video youtube anak akan disajikan dengan tayangan yang menarik terus-menerus secara non stop sehingga anak sulit mengalihkan perhatian.

Apakah tayangan tv selamanya buruk untuk anak?

Setelah usia 2 tahun keadaan berubah dan ia sudah bisa diperkenalkan acara atau tayangan yang bersifat edukasi. Acara ini didesain khusus untuk membantu anak belajar tentang bahasa, matematika simpel, sains, pemecahan masalah sederhana dan cara berinteraksi sosial yang baik.

Ada banyak channel di youtube yang bisa membantu anak mengeksplor alam, mengenal hewan dan tumbuhan, acara yang dapat memicu anak untuk ikut berinteraksi.

BACA JUGA: RESPON BAYI TERHADAP TAYANGAN TV DAN VIDEO YOUTUBE

Cara menjadikan waktu menonton buah hati menjadi lebih produktif.

  • Anda bisa mencari (meriset) game atau aplikasi di hp atau acara di tv yang akan cocok dengan usia anak, yang sifatnya edukasi sebelum membiarkan buah hati memainkan atau menontonnya. Cari tahu game, aplikasi, channel youtube yang direkomendasikan oleh ahli yang cocok dengan buah hati.

Ada ribuan aplikasi dan game untuk anak-anak baik Android maupun iOS. Hati-hati memilih game yang diklaim cocok untuk anak karena belum tentu itu benar.

  • Saat screen time, dampingi dan berinteraksilah dengan buah hati saat ia menonton di tv atau depan layar hp. Anda bisa bercerita yang sifatnya edukasi mengenai tayangan di tv atau video yang dilihatnya. Anda juga bisa bermain game di hp yang sifatnya edukasional dengan buah hati.
  • Pada akhirnya, jadwalkan waktu tanpa layar tv/hp kepada anak setiap hari. Bagaimana pun anak membutuhkan waktu untuk jauh dari layar untuk merangsang kreativitas dan kemampuan fisiknya. Waktu makan dan waktu sebelum tidur bisa Anda manfaatkan untuk berinteraksi dengan anak bukannya memberikan hp atau menonton.

Anak dapat meniru apa yang dilihatnya, tetap awasi dan batasi screen timenya.

Anak dapat meniru apa yang dilihatnya di tv atau layar hp meski belum mengerti apa yang dilihatnya. Inilah sebabnya akan sangat berbahaya jika ia menonton hal yang bersifat kekerasan. Karakter di tv atau game biasanya dapat hidup kembali, pulih dengan cepat yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Anak bisa menyakiti dirinya atau orang lain jika meniru tindakan kekerasan itu.

Anak yang berusia di atas 4 tahun bisa mulai tertarik dengan musik. Apa yang dilihatnya seperti gerakan dan menari termasuk gambar yang menunjukkan seksualitas bisa dia tiru.