Tips Agar Rileks Saat Melahirkan, Persalinan Mudah Lebih Lancar

Tips Agar Rileks Saat Melahirkan, Persalinan Mudah Lebih Lancar

Sering kali kita mendengar saran yang mengatakan ibu hamil saat melahirkan sebaiknya rileks dan tenang agar persalinannya lancar. Sepertinya mudah diucapkan tapi bagi yang pernah melahirkan mungkin akan berpikir itu tidak semudah yang dibayangkan.

Rileks saat melahirkan tidaklah mudah diwujudkan tapi ada cara yang bisa kita lakukan agar kita dapat rileks saat melahirkan.

Hal terpenting adalah kita sendiri (ibu hamil), tapi itu akan lebih mudah diwujudkan apabila kita mendapatkan dukungan dari pasangan/keluarga dan bidan atau dokter.

Rileks saat melahirkan, tidak mudah tapi bisa diwujudkan.

Stres atau tegang saat melahirkan tidak baik untuk ibu dan janin.

Merasa tegang, cemas, ketakutan atau stres saat akan melahirkan adalah hal yang normal. Tapi cemas berlebihan tidak akan membawa manfaat untuk kita dan janin.

Apabila stres berlebihan, tidak tenang dan cemas, tubuh akan berespon negatif dengan mengeluarkan hormon stres yang efeknya:

  • Mengurangi aliran darah yang membawa oksigen ke bayi. Bayi kekurangan oksigen jadinya.
  • Menekan pengeluaran hormon oksitosin yang diperlukan saat melahirkan. Hormon ini bertugas untuk mengatur lamanya dan kekuatan kontraksi rahim saat melahirkan.
  • Memperlambat fase awal melahirkan. Fase dimana terjadi pembukaan serviks (mulut rahim).

Apabila kita tegang, otot-otot kita juga akan tegang yang menyebabkan semakin sulitnya mendorong bayi, kita menjadi cepat lelah dan kehabisan energi.

Dengan rileks, kita akan lebih mudah untuk bernapas secara teratur, lebih mudah mengatur dorongan untuk mengejan. Bayi akan mendapatkan oksigen yang cukup, resiko gawat janin bisa dicegah.

Sikap positif dan rileks saat melahirkan juga akan membantu keluarnya hormon endorfin yang akan membantu kita mengatasi nyeri persalinan, membantu lebih tenang dan bisa mengatasi kontraksi.

Bagaimana caranya agar bisa rileks saat melahirkan?

Agar rileks saat melahirkan kita bisa mempraktekkan teknik relaksasi. Bidan atau dokter bisa mengajarkan ini sebelum melahirkan.

Teknik ini meliputi teknik pernapasan-teratur dan pijatan, dengan menerapkannya akan banyak manfaat yang bisa kita peroleh seperti:

  • Waktu melahirkan lebih cepat, tidak lama.
  • Mengurangi penggunaan obat-obat pengurang nyeri.
  • Mengurangi resiko melahirkan dengan bantuan alat.
  • Mengurangi resiko bayi lahir dengan skor APGAR yang rendah.
  • Membuat kita lebih senang dan puas dengan persalinan kita.

Manfaat susulannya juga banyak karena apabila kita merasa bahagia, kita akan lebih mudah untuk menyusui bayi (memberikan ASI) dan bonding dengan buah hati. Dengan tindakan seperti operasi sesar, itu akan butuh lebih banyak waktu mengingat waktu pemulihan yang lebih lama.

Cara rileks saat melahirkan:

  • Saat melahirkan, saat jeda kontraksi yang tanpa nyeri, kita bisa mempraktekkan teknik relaksasi dengan fokus pada tubuh yang tadi tegang menjadi rileks.
  • Untuk membantu lebih tenang, identifikasi bagian tubuh yang tegang. Apakah leher, rahang, gigi, pundak, otot tangan atau lainnya. Kalau sudah tahu, kita bisa merilekskan bagian tubuh tersebut. Dengan tahu, kita akan lebih alert (menyadari) untuk rileks saat sadar kita menjadi tegang.
  • Cobalah menarik napas dalam saat tegang, dan bersamaan mengeluarkan napas biarkan otot-otot menjadi rileks. Cobalah lakukan hal ini berulang-ulang sampai kita terbiasa. Ketika waktunya melahirkan tiba, kita akan bisa mengenali bagian tubuh mana yang tegang yang kita harus rileks.
  • Saat melahirkan, saat terjadi kontraksi, tarik napas dalam di awal kontraksi dan keluarkan udara bersamaaan dengan melepaskan semua ketegangan.
  • Pendamping persalinan bisa membantu dengan memijat punggung atau leher, di saat bersamaan juga memberikan dukungan moril dan emosional. Fokuslah untuk bernapas dengan teratur baik saat kontraksi maupun saat jeda kontraksi.Saat ini tersedia metode melahirkan yang bisa membuat kita lebih rileks dan merasa lebih tidak nyeri seperti melahirkan di dalam air.
  • Saat ini tersedia metode melahirkan yang bisa membuat kita lebih rileks dan merasa lebih tidak nyeri seperti melahirkan di dalam air.

Menciptakan suasana yang pas agar lebih rileks.

Lingkungan saat melahirkan bisa mempengaruhi keadaan dan suasana hati dan pikiran kita. Memilih di mana akan melahirkan, di rumah sakit mana, rumah sakit bersalin atau rumah sakit, di klinik bersalin atau bidan dan lain-lain bisa mempengaruhi mood ibu.

Apabila kehamilan kita normal, tidak ada penyulit dan gangguan lain, kita memiliki pilihan beragam untuk melahirkan. Bahkan kita bisa melahirkan di rumah.

Sebelum melahirkan, ada baiknya ibu melihat langsung ke tempat atau kamar bersalinnya. Ini bisa membantu kita memutuskan kelak akan melahirkan di mana.

Rumah sakit atau RS. Bersalin terpercaya biasanya sudah berusaha untuk menyediakan kamar bersalin yang nyaman. Ruang bersalin yang baik biasanya bisa mengatur nyala lampu, ada ruang untuk ibu berjalan/bergerak dalam kamar dan tempat tidur yang bisa kita sesuaikan posisinya sesuai kenyamanan kita.

Yang bisa kita lakukan agar lebih nyaman di ruang bersalin adalah:

  • Bawa bantal ekstra dari rumah, biasanya kita akan memerlukannya.
  • Redupkan lampu, atur suhu ruangan.
  • Atur tempat tidur yang bisa membuat ibu nyaman atau leluasa.
  • Pakai pakaian yang longgar, bisa pakaian dari rumah yang bisa membuat ibu lebih nyaman. Atasan yang longgar dan celana panjang longgar bisa ibu pakai di awal-awal fase melahirkan.
  • Setel musik atau bawa gadget yang bisa ibu putar untuk membantu lebih tenang dan merasa senang.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.