Tips Menjalani 3 Hari Pertama Bersama Bayi Baru Lahir

Tips Menjalani 3 Hari Pertama Bersama Bayi Baru Lahir

Hari-hari pertama bersama bayi adalah masa paling berat yang harus dihadapi oleh ibu baru. Belum hilang sakit dan lelahnya setelah melahirkan, kita dihadapkan dengan tanggung jawab baru, merawat bayi baru lahir.

Saat di rumah sakit, mungkin masih ada dokter atau perawat yang memonitor dan menjaga bayi kita. Setelah di rumah, tugas itu menjadi tanggung jawab kita.

Untuk mengatasi ini, ibu harus memegang prinsip, yang utama dan terpenting adalah ibu sendiri dan bayi. Hal lainnya bisa dikesampingkan dulu.

Untuk bisa melalui hari-hari pertama bersama bayi, ada beberapa tips yang ibu bisa ikuti seperti dijelaskan berikut.

Tidak melakukan apa-apa adalah wajar.

Ya, kita tidak melakukan apa-apa selain menjaga bayi, memberinya ASI dan mengganti popoknya. Pekerjaan selain itu kita kesampingkan dulu. Jangan merasa terbebani dengan pekerjaan lain yang tidak terlalu penting dan bisa diselesaikan di lain waktu.

Lupakan daftar tugas yang harus dikerjakan saat pulang ke rumah yang ada di kepala ibu saat masih di rumah sakit. Pekerjaan itu bisa menunggu. Abaikan pakaian kotor yang seharusnya dicuci, mandi harus 2 kali sehari, atau aktivitas lainnya. Saat ini bayi membutuhkan kita dan kita pun perlu istirahat yang cukup.

Apabila kita memaksakan mengerjakan setumpuk pekerjaan lain itu, ibu akan semakin stres, bayi tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari ibu dan pemulihan dari proses melahirkan bisa lebih lama. Jadi, tidak perlu memaksa tubuh kita untuk melakukan itu semua. Yakinlah, ibu akan baik-baik saja.

Instirahat saat bayi tidur.

Pola tidur bayi berbeda dengan kita. Dia bisa tidur 16-18 jam sehari (atau lebih) yang diselingi dengan bangun untuk menyusu setiap 2 sampai 3 jam. Selain bangun untuk menyusu bayi juga bisa bangun karena hal lain seperti popoknya basah, dll. Tidurnya bisa berubah siang jadi malam atau sebaliknya.

Karena itulah, di minggu-minggu pertama bayi, ibu harus siap menghadapi ini. Ibu bisa mengalami kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas.

BACA JUGA: Kurang Tidur Karena Ada Bayi Baru? Berikut Ini Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi itu, ibu bisa memanfaatkan setiap waktu untuk tidur, meskipun itu hanya menutup mata sekejap. Cobalah tidur saat bayi juga tidur. Berbaring atau menutup mata meskipun tidurnya tidak nyenyak itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Batasi jam besuk tamu.

Kita bisa menyampaikan pesan ke teman atau keluarga kapan bisa menjenguk dan meminta untuk tidak berkunjung lebih lama dari 30 menit. Ini penting untuk memberi waktu ibu beristirahat lebih lama. Jangan sungkan mengatakan hal ini karena umumnya orang akan mengerti dan bisa merasakan apa yang kita alami.

Jangan ragu meminta bantuan dan jangan merasa berat menerima bantuan orang lain.

Keluarga dan kerabat akan sangat senang kalau bisa membantu kita. Bantuan bahkan sering tidak kita sangka datangnya. Misalnya, tetangga yang bersedia mengurus pakaian kotor kita karena di rumahnya ada mesin cuci, tetangga bersedia menunggui bayi saat kita sedang mandi atau mertua yang bersedia membawakan masakan untuk kita dan suami selama kita memerlukannya.

Terima bantuan itu, itu artinya banyak yang peduli dengan ibu dan yang terpenting, kita akan memiliki waktu istirahat yang lebih dan tidak perlu lagi dipusingkan dengan hal-hal lain.

Saat orang lain bertanya apa yang bisa dia bantu, apa yang kita butuhkan sampaikan itu dengan jelas karena kita memang memerlukannya.

Persiapkan makanan sebelumnya atau pesan di luar.

Kita bisa stok makanan yang praktis untuk diolah atau gampang dimasak/disajikan sebelum ke rumah sakit untuk melahirkan. Kalau tinggal di kota, kita bisa order makanan dari Pizza Hut, KFC atau McD, apalagi sekarang ada Go Food dan lain-lain tinggal hubungi Gojek kalau ingin makanan tertentu dari restoran favorit.

Di hari-hari pertama, kita mungkin akan heran dengan banyaknya makanan yang dibawa keluarga atau teman saat menjenguk. Meskipun hanya bersifat sementara, setidaknya beban kita sudah berkurang satu di hari itu.

Minum banyak air putih dan sediakan makanan ringan.

Cairan sangat diperlukan oleh ibu terutama apabila ibu menyusui bayi. Siapkan botol atau gelas khusus (yang besar/tinggi) dan simpan di dekat ibu sehingga bisa setiap saat rehidrasi.

Begitupun snack atau makanan ringan, dekatkan dengan tempat tidur atau sofa sehingga kita tidak perlu bergerak jauh dari bayi, dapat kita akses setiap saat untuk membantu memenuhi kebutuhan energi.

Ungkapkan perasaan ibu.

Jangan malu untuk menangis atau bersikap emosional karena proses melahirkan yang baru saja kita alami menyebabkan perubahan hormon dan mempengaruhi perasaan kita. Bicaralah dan terbuka dengan suami, ibu atau teman dan ungkapkan segala perasaan ibu. Dengan begitu kita akan merasa lebih lega dan merasa tidak sendiri menghadapi ini.

Nah, itulah beberapa tips bagaimana mempersiapkan diri di hari-hari pertama setelah lahirnya buah hati. Yang jelas, rutinitas seperti ini akan terbangun dengan sendiri dan ibu akan semakin terbiasa dan bebannya akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi. Semoga membantu!


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.