Vaksin PCV. Imunisasi Tambahan Untuk Cegah Penyakit Berbahaya

Vaksin PCV, Imunisasi Tambahan Untuk Cegah Penyakit Berbahaya

Pemberian imunisasi adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan anak agar terhindar dari penyakit berbahaya, mengurangi dampak penyakit yang dapat menyebabkan cacat dan kematian, termasuk mengurangi biaya berobat dan lama rawat inap di rumah sakit.

Tidak seperti imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah, imunisasi PCV adalah imunisasi tambahan atau pilihan tapi bukan berarti buah hati tidak perlu diberikan imunisasi ini. Manfaatnya sangat besar sehingga pemberiannya sangat dianjurkan baik oleh IDAI (bisa lihat jadwal imunisasi rekomendsi IDAI yang terbaru), WHO maupun Depkes.

Butuh biaya tambahan untuk mendapatkannya tapi dengan memberikannya, buah hati akan lebih terjaga dari penyakit berbahaya.

Apa itu vaksin PCV?

Vaksin pneumokokus atau biasa dikenal dengan PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah vaksin yang mengandung protein konjugasi yang bermanfaat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae.

Imunisasi PCV berguna untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus seperti pneumonia (radang paru), meningitis (radang selaput otak) dan infeksi darah berat (septikemia). Penyakit ini adalah penyakit berat yang dapat menyebabkan cacat dan kematian, menjadi penyebab kematian utama pada anak di bawah usia 5 tahun.

Bakteri pneumokokus dapat disebarkan melalui kontak fisik, bersin dan batuk.

Meningitis, salah satu penyakit yang disebabkan oleh kuman ini memiliki gejala seperti sakit kepala, demam tinggi, mual muntah, leher kaku hingga kesadaran hilang. Pada bayi atau anak dapat disertai gejala seperti: anak sulit atau tidak mau minum/menyusu, anak kejang dan terlihat lemah. Ibu yang mendapati anaknya memiliki gejala seperti ini sebaiknya segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Manfaat pemberian vaksin PCV.

Dengan memberikan vaksin pneumokokus, penyakit berbahaya seperti pneumonia, meningitis dan bakteremia bisa dicegah. Ini akan mengurangi kematian dan cacat (akibat kerusakan otak permanen) yang disebabkan oleh bakteri ini. Menurut UNICEF, di tahun 2015 ada hampir 15% dari 147 ribu anak di bawah usia 5 tahun di negara kita yang meninggal karena pneumonia. Ini adalah jumlah yang besar.

Selain infeksi yang berat, pneumokokus juga dapat menyebabkan infeksi lain seperti sinusitis dan infeksi telinga tengah (otitis media).

Vaksin ini diberikan baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Pemberiannya terutama ditujukan kepada orang yang memiliki resiko tinggi terserang kuman pneumokokus seperti anak usia kurang dari 5 tahun dan orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun.

Meski tidak termasuk dalam usia yang beresiko mendapatkan infeksi pneumokokus tapi pemberiannya dianjurkan pada keadaan tertentu seperti anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB), HIV, thalassemia, anak yang menderita kanker yang mendapatkan kemoterapi serta keadaan lainnya dengan kekebalan tubuh yang berkurang.

Jadwal pemberian vaksin pneumokokus.

Bayi atau anak kurang dari 2 tahun diberikan sebanyak 4 kali (4 dosis terbagi) yakni:

  • 3 dosis dasar saat anak berusia 2 bulan, usia 4 bulan dan 6 bulan.
  • 1 kali dosis boosting diberikan saat anak berusia 12–15 bulan.

Prinsipnya adalah anak diberikan vaksin pertama kali pada usia 2 bulan dengan interval 4 – 8 minggu untuk pemberian berikutnya, diberikan sebanyak 3 kali.

Anak yang melewatkan jadwal pemberian vaksinnya atau sama sekali belum diberikan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pada anak yang sehat biasanya akan diberikan 1 dosis vaksin.

Pada orang dewasa, selain diberikan vaksin pneumokokus jenis konjugasi (PCV) juga diberikan vaksin pneumokokus jenis polisakarida atau PPV (Pneumococcal Polysaccharide Vaccine). PPV ini dapat melindungi kita dari 23 jenis bakteri pneumokokus yang berbahaya.

Pemberiannya pada orang dewasa:

  • Pada orang dewasa berusia antara 19-64 tahun dengan resiko tinggi terkena pneumokokus seperti orang yang mengalami penyakit kronis (penyakit berat yang lama), termasuk perokok dapat diberikan imunisasi PCV satu kali kemudian diikuti pemberian imunisasi PPV 8 minggu kemudian. Ada juga yang menyarankan diberikan vaksin PPV setiap 5 tahun atau cukup sekali tergantung keadaannya.
  • Orang tua yang berusia lebih dari 65 tahun dapat diberikan satu kali imunisasi PPV yang akan melindunginya seumur hidup.

Efek samping pemberian PCV.

Efek ikutan pemberian vaksin PCV adalah:

  • Radang, bengkak dan kemerahan pada bagian yang disuntik.
  • Nyeri berat pada bekas suntikan (jarang terjadi).
  • Sebagian anak mungkin akan terlihat mengantuk setelah disuntik.
  • Sebagian anak bisa mengalami demam ringan sebagian lainnya bisa mengalami demam tinggi.
  • Reaksi alergi berat (sangat jarang terjadi).

Seperti pemberian imunisasi lainnya, reaksi alergi parah ini bisa terjadi ditandai dengan: sesak nafas, suara pernapasan bunyi, kulit pucat, pusing, ruam pada kulit, nadi cepat dan penurunan kesadaran. Apabila mendapatkan gejala ini segera bawa anak ke IGD untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Keadaan ini memang jarang terjadi tapi akan lebih baik apabila kita siap menghadapinya.

Dibandingkan vaksin DPT, imunisasi PCV memiliki efek samping yang jauh lebih ringan. Imunisasi ini sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang sedang demam meski demam sebenarnya tidak berhubungan dengan imunisasinya.

Kapan boleh ditunda pemberiannya?

  • Anak demam saat jadwal imunisasinya.

Anak demam atau sakit ringan (tanpa disertai gejala lain) bukanlah kontraindikasi pemberian vaksin. Tapi untuk menghindari rasa khawatir berlebih orang tua atau membuat bayi tidak nyaman, vaksin sebaiknya diberikan saat anak sehat (tidak demam).

  • Sedang hamil atau menyusui.

Vaksin pneumokokus sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil atau ibu menyusui. Meski pemberiannya dinilai cukup aman, kita tidak ingin mengambil resiko sedikit pun. Kecuali pada keadaan tertentu dimana manfaatnya dirasa lebih besar daripada resikonya. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Di mana mendapatkan vaksin PCV ini?

Ada beberapa vaksin yang pemberiannya direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan, vaksin PCV adalah salah satunya. Sayangnya, meskipun manfaatnya sangat besar, pemberian imunisasi pneumokokus masih menjadi pilihan.

Imunisasi pilihan ini tidak disediakan gratis oleh pemerintah. Imunisasi dasar atau wajib yang disediakan gratis (paling tidak murah) oleh pemerintah adalah: BCG, Polio, Hepatitis B, Campak dan DPT. Ini semua bisa didapatkan dengan mudah di rumah sakit atau puskesmas dari kota sampai pelosok daerah.

Agar anak bisa mendapatkan imunisasi PCV-nya, Anda dapat menghubungi rumah sakit yang ada di kota Anda, klinik atau tempat praktek dokter anak.

Berapa harga vaksin PCV?

Biaya pemberian vaksin PCV tergantung dari merk dan rumah sakit tempat Anda memberikan vaksin. Biasanya sekitar Rp. 500 ribu sampai Rp. 800 ribu.

Nah, melihat pentingnya vaksinasi ini, jadwalkan buah hati kita untuk mendapatkan vaksinasinya. Jangan menunda pemberiannya agar buah hati segera terproteksi.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.